
Ke esokan paginya seperti yang Malda katakan jika dirinya pulang bersama Dayang As dan lima orang Panglima bawahan Panglima Dani untuk menemani ratunya itu.
Sudah dua jam perjalanan mereka tempuh sejak mereka semua turun dari pesawat menuju ke perumahan Papi Lana dan Mami Kinara.
Setelah mendengar kabar jika Malda pulang hari ini, acara aqiqahan itu di percepat sekalian dengan acara tahlilan untuk mendoakan kedua orang tua mereka yang sudah tiada.
Papi Ali sudah menyiapkan nya sejak lama. Tetapi karena ada kejadian seperti itu, maka ia menundanya dulu. Dan saat ini, acara itu sedang berlangsung.
Di kediaman mami Kinara saat ini begitu ramai para tetangga yang datang untuk menghadiri acara aqiqahan itu.
Untuk kali ini tidak di adakan di pesantren seperti si kembar Zivanna dan Adnan. Kali ini mereka mengundang semua orang komplek dan juga semua murid di pesantren yang dulunya mereka datangi saat pertama kali papi Ali kembali.
Sebenarnya kehamilan mami Kinara ini terbilang rapat. Mami Kinara baru saja melahirkan dua bayi kembar sepasang yang bernama Adnan Kabir Al Bashri dan si cantik diberi nama Zivanna Ayana Al Bashri.
Yang saat ini masih berusia tujuh bulan saat mami Kinara hamil si kembar jodoh kedua Pangeran Malda itu.
Mereka terpaksa minum susu Formula untuk sementara selagi kedua adik mereka belum lagi lahir. Dan saat ini mereka sudah bisa minum Asi lagi dari mami Kinara yang selalu kebanjiran Asi.
Papi Ali sangat bersyukur akan hal itu. Ia dengan setia menjaga kedua anaknya dan juga anak Malda yang kini di titipkan kepada mereka.
Bukan dua anak tetapi sembilan anak yang mereka urus saat ini ditambah Gading yang kini sudah remaja sebaya dengan Malda. Dialah yang membantu Papi Ali dan mami Kinara dalam mengurus semua adiknya.
Malda tersenyum saat melihat Gading sedang menggendong kedua putranya bersama Alkira yang kini sudah besar dan bisa mengurus semua adiknya.
__ADS_1
Ia turun dari mobilnya langsung menuju Gading dan Alkira yang kini tersenyum senang melihat kedatangannya.
Malda tertawa saat melihat kedua putranya saling berlomba ingin di gendong olehnya sambil terus menangis.
Seolah Malda pergi begitu membuat mereka berduka. Malda mncium kedua anaknya itu dengan sayang.
Ia langsung menyusui kedua anaknya bergantian.
"Satu pabrik susu untuk satu orang!" begitu kata Malda pada kedua anak lelkainya yang dijawab dengan tepukan kuat di dada Malda yang tertutup hijab itu.
Malda tertawa.
Suara tawa yang begitu kuat membuat papi Lana dna papi Ali segera keluar setelah mengurusi acara aqiqahan yang hampir selesai itu.
Malda menoleh pada suara papi Lana yang menegurnya sambil berjalan mendekatinya dna juga anak papi Ali yang kini sedang menggendong Adnan dan Zivanna.
Malda tersenyum, ia mengancing bajunya dengan segerasetelah kedua pangerannya itu puas menyusu.
"Udah dari tadi sih Pi. Tapi ya.. Kakak nggak masuk. Karena harus menyusi kedua putraku dulu, hem?" katanya pada papi Lana dan kedua putranya yang kini sednag duduk dipangkuannya dna dayang as yang kini terkekeh melihat tingkah lucu anak ratunya itu.
Kalia ini dayang As tidak membawa serta putranya. Ia meninggalkannya di istana bersama Panglima Dani yang merindukan putra kecilnya itu.
Ia kali ini pergi sendiri saja tanpa putra kecilnya itu. Makanya ia bisa memegang salah satu putra sang Ratu dipangkuannya.
__ADS_1
"Ayo masuk, Kak. Acaranya hampir selesai loh. Kami memnag sednag emnunggu kedatangan mu. Ayo!" ajak papi Ali yang diangguki oleh Malda.
Mereka semua pun masuk dan mulai mengikuti acara aqiqahan yang tinggal sedikit lagi itu.
Malda duduk bersama mami Kinara dna juga mami Maura yang kini memnagku bayi kembar mami Kinara yang baru lahir itu.
"Siapa nama mereka, Mi?" tanya Malda sambil mengambil salah satu dari keduanya.
"Yang ditangan kakak itu adek. Namanya Zivanna Liora al Bashri. Dan yang di tangan mami Maura itu Kakak nya. Mami beri nama Zivanna Lilianti al Bashri. Kedua nama pemberian papi kamu. Dan hanya dia yang tahu arti dari nama anaknya itu!" jawab Mami Kinara sedikit kesal yang diangguki oleh Malda.
Papi Ali terkekeh kecil melihat mami Kinara yang berwajah kesal padanya.
"Nama yang cantik kok, Mi. Nama keduanya berarti bunga yang cantik secantik kedua peri yang ada di tangan kaka ya sayang. Eh bukan! Bunda malda lebih tepatnya!"
Semua yang mendnegarnya tertawa mendengar ucapan Malda yang memang benar adanya. Kedua pangeran Malda itu seakan tahu jika itu jodoh mereka berdua segera mendekati bayi mami Kinara itu satu persatu.
Keduanya dududk disamping salah satu bayi itu dan menyentuh kepalanya yang membuat bias biru dari tangan kedua pangeran malda itu mengalir ke tubuh bayi mami Kinara.
Malda dan mami Kinara tertegun melihat itu. Dayang As tersenyum melihat itu.
"Lihatlah yang mulia. Mereka sudah mengunci kedua bayi Nyonya Kinara hanya untuk mereka berdua. Mereka tidak bisa lepas dari kedua pangeran nantinya. Karena aliran kekuatan itu sudah bersatu di dalam tubuhnya saat ini." ucap dayang As yang diangguki oleh Malda.
"Kamu benar dayang As. Keduanya sudah mengikat mereka ketika keduanya masih di dalam perut. Dan hari ini, nama keduanya sudah menyatu dna terikat dnegan kedua pangeran ku ini. Semoga mereka tetap berjododh dna selalu bersama nantinya ketika waktu sudah bisa untuk menyatukan keduanya."
__ADS_1
"Amiiin..." ucap semua orang yang ada disana dna menghadiri acara aqiqahan kedua bayi mami Kinara yang baru lahir sekitar dua minggu itu.