Kembalinya Ratu Telaga Biru

Kembalinya Ratu Telaga Biru
Benar-benar terjadi


__ADS_3

Papi Lana mematung melihat di luar mobil mereka sudah banyak orang berdatangan. Salah satunya papi Ali yang kini ingin terjun ke bawah sana tetapi tidak mereka izinkan.


Papi Lana menghela nafas sesak. Tanpa dirasa air mata itu mengalir begitu saja. Kakinya lemas tak berdaya dengan daya tahan tubuhnya ambruk saat keluar dari pintu mobilnya yang membuat Papi Ali panik dan segera berlari padanya.


Keduanya menangis bersama. "Maaakk.. Papiiiii.. Tidaaakkk.. Haaaaa.." pekik Papi Lana begitu nelangsa saat mengingat jika keduanya kini berada di titik yang sudah menunjukkan mobil kedua orang tuanya.


"Tidaaakk.. Huaaa.. Maakk... Papiiii..." panggilnya lagi dengan suara melengking tinggi hingga para warga yang berkerumun itu segera mendekati keduanya.


"Apakah mobil yang terbakar di bawah sana, kedua orang tua kalian??"


Papi Lana tidak bisa menjawabnya. Papi Ali mengangguk masih dengan suara tersedu. Keduanya berpelukan dengan erat dengan wajah papi Lana berada di lengan papi Ali yang kini sedang memeluknya.


"Hiks.. Hiks.. Keduanya orang tua kami. Baru tadi mereka pamit sama kami. Kami mendapatkan firasat buruk untuk keduanya dna mengejarnya kesini. Tetapi terlambat.. Hiks.. Mereka sudah kecelakan sebelum kami tiba disini.." Jawab Papi Ali yang diangguki oleh mereka semua.

__ADS_1


"Sabar ya Bang? Bapak sudah menghubungi polisi setempat dan juga ambulan. Kalian tunggu saja. Jika memungkinkan untuk evakuasi, maka hari ini juga. Tetapi kayaknya tidak mungkin. Waktu sudah menujukkan pukul lima sore. Kejadian ini terjadi saat adzan ashar tadi. Sudah satu jam berlalu. Lihatlah kesana!" tunjuk salah satu warga pada asap yang mengepul hingga naik ke daratan.


Papi Lana kembali histeris begitu pun dengan papi Ali. Keduanya semakin menangis saat warga mengatakan jika mereka sempat mendengar suara benturan keras dan juga suara decitan ban mobil yang membuat para warga menebak jika disana sedang terjadi kecelakaan.


Dan benar saja. Ada mobil terbalik hingga menabrak pohon dan terjatuh ke dalam jurang yang lumayan dalam hingga asap pun mengepul hebat.


Papi Lana masih saja histeris mengingat mimpi itu yang memang benar-benar terjadi. Dulu Ayah Emil. Dan sekarang? Kedua orang yang sangat ia sayangi telah pergi.


Hanya tinggal kenangan untuk mereka semua. Berarti pertemuan mereka saat dirumah sakit tadi adalah pertemuan terakhir mereka.


"Ya Alllaah.. Tidaaakk.. Haa.. Haaa.. Ha.. Tidakk.." teriaknya semakin tidak berdaya.


Polisi yang sudah di hubungi oleh warga sekitar sudah datang dan mulai membuat garis polisi agar warga tidak mendekat lagi. Cukup diluar batas garis itu saja.

__ADS_1


Pemadam kebakaran pun sudah datang dan segera menyiramkan air itu ke bawah sana yang entah berfungsi atau tidak, yang penting usaha dulu.


Begitu kata mereka pada papi Lana dan Papi Ali yang kini masih terisak dan bersandar di pintu mobil miliknya.


Papi Lana sampai sesegukan karena menangis. Ia tidak malu lagi dilihat oleh warga dalam keadaan menangis.


Baginya, Oma Alisa Dan Opa Gilang yang kini terjebak dibawah sana entah kah masih utuh atau tidak jasadnya.


Lagi, papi Lana dan Papi Ali tersedu saat mengingat jasad keduanya. keduanya kembali menangis lagi.


Salah satu polisi yang mengenal keduanya dan memeluk mereka dengan erat. Ia pun ikut menangis ketika mengetahui jika yang mengalami kecelakaan merupakan salah seorang pengusaha sukses yang bernama Gilang Bhaskara dan istri.


Berita kematian keduanya langsung dimuat di surat kabar, berita online, berita dunia usaha dan semuanya.

__ADS_1


Mereka sangat shock dan terkejut saat tahu tentang berita itu.


__ADS_2