
Hari-hari yang Malda dan Satria lewati semkain sibuk saja. Keduanya sibuk membuat peraturan baru yang mereka buat setelah keduanya menjadi raja dan ratu telaga Biru.
Setiap harinya ada saja berkas pengaduan rakyat dan juga pengaduan dari penghuni istana itu sendiri tentang masalah yang mereka hadapi.
Sempat pusing mencari jalan keluarnya. Tetapi Malda dan Satria yang memeng memiliki ilmu pengetahuan di bidang itu bisa menyelesaikannya.
Malda menikmati hari-harinya dengan ceria. Keahlilannya pun sudah memasuki sembilan bulan.
Tinggal menunggu kelahiran saja. Istana telaga Biru pun ikut bahagia mendapati Ratu mereka akan segera melahirkan penerus kerajaan telaga biru itu.
Malda sebagai generasi ketiga bertindak cepat dan juga ia bisa dengan mudah membuat peraturan baru yang di setujui oleh semua rakyatnya.
Tidak seperti saat Kakek Filips yang memimpin. Beliau banyak melakukan kesalahan saat memimpin dulu. Dan beliau mengakui hal itu.
Kini, kerajaan yang di pimpin oleh Malda dan Satria sudah berjalan semestinya. Kerajaan telaga biru yang modern.
Malda dan Satria sudah mengenalkan ponsel kepada mereka semua. Malda dan Satria sengaja membeli ponsel dan telepon rumah untuk sambungan mereka saat berada di tempat jauh.
__ADS_1
Istana yang dulunya di penuhi dengan rakyat yang mengadu, kini sudah tidak ada lagi.
Istana itu kini menjadi kediaman resmi para raja dan ratu Malda dan Satria serta semua keluarga kerajaan.
Sedang untuk pusat pemerintahan, sedang di bangun di sebelah istana mereka. Tepat di sebelah kiri istana.
Sedang di sebelah kanan istana, akan di bangun sebuah mesjid tempat untuk mereka beribadah bersama.
Semua ide itu dari Malda dan Satria.
Berkat kerja samanya dengan kerajaan tetangga, emas dan permata itu terjual dengan harga yang sangat mahal. Sesuai dengan pasaran harga emas saat ini.
Uang itu di pegang oleh Malda dan Satria untuk modal pembangunan gedung pemerintahan dan juga sebuah mesjid.
Serta masih banyak lagi yang mereka ubah hingga menjadi seperti kota Medan saat ini. Tetapi tetap pada jalan awalnya.
Kerajaan Telaga Biru.
__ADS_1
Milik Datok Amir dan puan Maharani yang kini diturunkan pada Malda dan Satria serta penerusnya yang sebentar lagi akan hadir ke dunia ini.
Malda sengaja mengubah takdir yang telah tertulis di dalam sebuah kitab Kuno. Ia sengaja merubah semua kehidupan kerajaan dimulai dari Kakek Filips.
Di kitab kuno itu Malda seharusnya membunuh kakek Filips, tetapi tidak ia lakukan karena ia ingin hidup bersama keluarganya yang tersisa hanya dirinya dan Pakcik Burhan saja.
Malda sengaja memberikan kesempatan hidup padanya karena ingin mengubah dirinya ke arah yang lebih baik lagi seperti kata Satria dulunya saat Malda ingin menghancurkannya.
Dan sekarang, sangat terlihat jelas jika Kakek Filips begitu banyak mengalami perubahan. Bahkan karena dirinya yang pandai bernegosiasi dengan para raja di kerajaan tetangga nan jauh, kini kerajaan telaga biru semakin mengepakkan sayapnya.
Perlahan tapi pasti kerajaan telaga biru yang dulunya sudah hilang bersama sang raja yaitu datok Amirullah kini semakin terkenal dimana-mana.
Malda dnan Satria sudah terkenal dalam waktu satu bulan saja.
Sungguh, perjuangan yang tidak sia-sia keduanya lakukan saat ini.
Tinggal menunggu hari kelahiran dan kepulangannya ke Indonesia saja.
__ADS_1