
Lima bulan berlalu.
Penasehat istana dan Pakcik Burhan baru saja mengunjungi raja Apilong yang terlihat begitu mengenaskan saat ini.
Tubuhnya banyak dimbuhi bulu halus tetapi ada ulat dibalik bulu itu yang sengaja menggrogoti tubuhnya.
Ia sudah sepert raga tanpa nyawa. Hanya terdiam dengan tatapan mata yang kosong. Bibirnya berulang kali memnaggil nam Malda dan satria. Ia sangat ingin bertemu kedua cucu nya itu.
Sebelum ia pergi, ia ingin meminta maaf pada kedua cucu serta anak dan istrinya yang kini sudah kembali ke istana karena Pakcik Burhan yang menyusulnya.
Dan saat ini mereka bertiga lah yang mengurus raja Apilong itu.
Pakcik Burhan tidak tega untuk melihatnya. Kulitnya di penuhi dengan borok yang sangat banyak belatungnya. Berulang kali dibersihkan tetap saja belatung itu datang lagi.
Seakan-akan tiada habisnya belatung itu menggerogoti tubuh rentanya yang sudah berusia tujuh puluh sembilan tahun itu.
Sang istri menangis pilu melihat nasibnya menggenaskan seperti itu. Bukan ia tidak menyadarkan. Tetapi hatinya seakan buta dan tertutup dan tidak bisa melihat kebaikan lagi.
Istrinya selamat pun saat itu tanpa sengaja menyebutkan nama Puan Maharani dan Datok Amirullah saat ia akan dibunuh.
__ADS_1
Hingga terjadilah adu kekutan yang ia tidak tahu seperti apa. Karena pada saat itu, lehernya sudah terluka terkena senjata tajam milik suaminya.
Ia selamat karena dilarikan oleh seorang dayang dan pengawal ke sisi barat istana karena kasihan melihatnya.
Selama bertahun-tahun ia disana dan juga kedua anak kembarnya. Dan saat ini ia kembali karena permintaan pakcik Burhan.
Dan saat ini dialah yang mengurus tubuh renta yang dipenuhi dengan belatung itu.
Di istana saat ini sedang ramai para kerajaan tetangga yang ingin menjenguk ratu dan raja mereka yang juga belum bangkit sudah lima bulan lamanya.
Dayang As dan panglima Dani yang ditugaskan untuk mengurus mereka tetap setia mengurus kedua orang itu.
Maka nya raja tetangga berbondong-bondong ingin menjenguk Malda dan Satria saat ini. Usia kehamilan Malda sudah memasuki bulan ke tujuh saat ini.
Janin di dalam perut malda itu sangat sehat. Hal yang ajaib mereka rasakan dan mereka lihat. Tetapi itulah faktanya.
Tubuh keduanya begitu bersih dan bercahaya saat ini. Belum lagi perut Malda yang sering kali bergerak sendiri membuat semua orang sangat gemas saat ini.
Jika dipikirkan bagimana bisa jika janin di dalam perut itu bertahan sedang ibunya saja sedang koma saat ini.
__ADS_1
Tetapi itulah keajaiban yang Malda dan Satria alami saat ini. Hanya berkat olesan daun gaharu yang di tumbuk dan di oleskan setiap hari membuat tubuh keduanya sangat sehat.
Penasehat yang melihat itu terharu karena ia bisa melihat dibawah air sana jika Malda dan Satria pun masih bersemedi.
Kawasan telaga biru pun tidak pernah putus dari penjagaan. Bahkan pakcik burhan dan penasehat istana secara langsung untuk datang kesana dan melihat bagimana keduanya di bawah air sana yang saat ini masihlah betah bersemedi.
Sesekali butiran gelembung seperti mutiara itu keluar dari telagha biru dan membentukawan putih terbang melayang ke angkasa.
Menurut tabib istana dan juga ahli ilmu kanuragan, keduanya sebentar lagi akan bangkit. Karena proses semedi itu hampir selesai.
Perkiraan mereka disaat Malda akan melahirkan, keduanya akan bangun dari semedinya.
Mereka yang mendengarnya pun sangat senang. Termasuk raja Apilong yang sudah dikabarkan oleh Penasehat istnana tentang perkembangn malda dan Satria saat ini.
Ia hanya bisa menunggu. Semoga waktu itu tepat dan dirinya bisa berpamitan pada keduanya.
Untuk saat ini ia hanya bisa bersabar menanti kedua orang itu untuk bnagun dan menemuinya. Karena ia sangat ingin bertemu dengan kedua cucu nya itu.
Cucu yang sudah menyadarkannya dari berbuat salah dan angkara murka.
__ADS_1