Kembalinya Ratu Telaga Biru

Kembalinya Ratu Telaga Biru
Kabar baik dari Indonesia


__ADS_3

"Kabar baik apa Neknda?? Kabar baik apa dari mana??" tanya Malda setelah keduanya lelah tertawa.


Sang Nenek yang bernama lengkap Ayu Kinanti itu tersenyum lembut pada Malda dan Satria. "Kabar ini datang dari negeri ibunda kamu." Jawabnya sambil membawa Malda duduk di samping Kakek Filips yang kini menyambutnya dengan tangan terbuka ingin memeluk Malda.


Malda tersenyum dan segera memeluk Kakek Filips dengan erat. Tetapi tidak bisa terlalu erat karena perut buncit Malda dibalik baju khas kerajaan yang saat ini kenakan.


"Hahaha.. Anak-anak kamu menendang kakek. Ia tidak mau bundanya di peluk selain Ayahanda nya." Kelakar Kakek Filips yang disambut gelak tawa oleh Malda dan Satria.


"Hahaha.. Kakek Benar! Anak-anak kami sangat posesif!" timpal Satria sambil tertawa juga dan segera memeluk erat Kakek nya itu.


Malda terkekeh, "Neknda dan Yanda eh bukan Panda atau Kenda aja ya? Bingung ih!" ucap Malda sambil merengut bingung harus memanggil keduanya dengan sebutan apa.


Satria terkekeh, "Kenda aja sayang. Jangan Panda. Di kira Kakek kita ini beruang cina apa!"


Buhahaha..

__ADS_1


Kedua anak Kakek Filips yang bernama Fino dan Filona itu tertawa keras saat mendengar jika ayahnya dipanggil dengan beruang cina oleh kedua keponakannya.


"Hahaha.. Ayahanda jadi beruang cina!" celutuk Fino dan diangguki oleh Filona.


"Hooh bener! Ayahanda jadi beruang cina euuy!" timpalnya yang membuat suasana di dalam rumah itu menghangat seketika.


Panglima Dani yang melihat Kakek Filip kembali seperti sedia kala tertegun melihat kedua orang itu.


Ia jadi mengerti kenapa Malda dan Satria langsung berlari kesini. Ternyata inilah tujuan nya.


Tujuannya hanya ingin membuat Sang Kakek sehat kembali.


Masih teringat olehnya jika dulu Kakek Filip seorang pemuda yang sangat baik dan juga santun. Entah apa yang terjadi dengannya hingga ia tega membunuh keponakannya sendiri hanya karena kedudukan dan harta kerajaan milik keponakannya itu sendiri.


Panglima Dani tersenyum haru melihat Kakek Malda itu kini sudah kembali lagi seperti biasanya.

__ADS_1


"Haha.. Sudah, sudah. Katakan dulu apa yang menjadi kabar baiknya?" lerai Malda yang membuat semuanya berhenti tertawa.


Nenek Kinanti tersenyum pada Malda. "Selamat sayang. Sebentar lagi kamu akan memiliki adik lagi dari kedua orang tua mu!"


Deg!


Deg!


Membuat Malda terkejut bukan main. "Maksud Nenek eh Neknda Mami Kinara hamil lagi??" tanya nya dengan wajah sumringah.


Sang Nenek mengangguk. "Ya, mami kamu. Mami Kinara yang kata kamu sangat mirip dengan kami berdua. Bukan begitu Kanda??"


Kakek Filips tersenyum lembut padanya. "Benar Dinda. Kedua orang tua kalian saat ini sedang hamil. Beda tiga bukan saja dengan mu." Jelas Kakek Filips yang membuat Malda senang bukan main.


"Kapan kami bisa kembali Kek? Kami sudah tidak sabar ingin menemui mereka. Teringat kepergianku dulunya yang pergi tanpa pamit, aku yakin kedua orang tuaku itu sangat lah shock.." lirih Malda dengan mata mengenang.

__ADS_1


Satria segera merangkul bahunya. "Sabar sayang.. Tunggu sampai anak kita lahir ke dunia. Setelah keduanya bisa kita tinggal, maka kita akan segera pulang ke Indonesia lagi. Untuk sekarang, bersabarlah. Hanya itu yang bisa kita lakukan saat ini." Ucap Satria yang memang benar adanya.


Keduanya harus bersabar sampai anak mereka terlahir ke dunia dengan selamat.


__ADS_2