KESATUAN YANG TAK BISA MENYATU

KESATUAN YANG TAK BISA MENYATU
PROLOGUE


__ADS_3

Telah kubaca kisah-kisah lama...mitos-mitos, dongeng dan legenda...


Achilles dan ketenarannya...


Herkules dan anugerahnya...


Kelincahan Spider-Man...dan Batman dengan tinjunya...


Dan pastinya... aku nggak ada didaftar itu....


Namun dia bilang, "Maukah kau maju menantang resiko yang menghadang? aku nggak mencari lelaki yang berkemampuan super. seorang superhero bak kisah dongeng....cukuplah seorang lelaki yang setiap saat dapat kupandangi dan dapat kupeluk...Cukuplah itu keinginanku...."


HANYA ITULAH KEINGINANKU....


Telah kutamatkan kisah-kisah kuno dongeng-dongeng dan legenda...wasiat-wasiat yang tertuang didalamnya...


Superman yang mengibaskan mantelnya sebelum terbang


🤣... Namun aku memang nggak cocok untuk peran itu🤣


namun dia bilang, "Kemana kau melangkah, berani mengambil resiko? Aku nggak mencari lelaki yang berkekuatan hebat, bak superhero dalam kisah-kisah dongengan... hanya lelaki yang mampu membimbingku... dan yang setiap saat bisa kurindu... cukuplah itu saja bagiku...."


CUKUPLAH ITU UNTUKKU....


^^^(I Want Something Just Like This - Chainsmoker & Coldplay)^^^


...*******...


Aku nggak mendambakan kesempurnaan... karena itu hanyalah utopia... nggak ada yang sempurna. semuanya pasti ada cacat...


Aku hanya ingin cinta yang biasa... aku tak ingin apa-apa. aiu hanya ingin kau tahu bahwa aku tak pernah mengharapkan yang lebih kepadamu... cukuplah setiap saat aku menatapmu, cukuplah senantiasa ada disisiku ketika aku membutuhkanmu. aku nggak pernah membayangkan mencari lelaki luar biasa.


Kamu memang bukan Achilles ataupun Herkules. Namun bagiku, kaulah setengah dewa...


Kamu memang bukan superhero seperti Spider-Man yang lincah dan Batman yang perkasa, apalagi bukan alien berwajah manusia seperti Superman... tapi, bagiku kaulah pahlawan.


Bagiku... kau luar biasa dibalik tampang biasamu. mengapa kau harus malu? haruskah aku mengungkap semua agar kau paham bahwa hanya kau yang kuinginkan?


Aku tak mau memacari seorang dewa. bagiku, mereka terlalu sempurna sehingga begitu perfeksionis dan menuntut kesempurnaan.

__ADS_1


lelaki biasa, itu sudah lebih dari cukup.


Dan itu kamu....


KAMU....


Aku mencintaimu apa adanya. tak perlu embel-embel omong kosong semacam itu.


Kamu lebih hebat dari mereka, kamu lebih berbakat dari mereka dan kamu lebih kuat dari mereka... karena sejatinya, mereka hanyalah tokoh fiksi...


Sedang kamu adalah nyata...


...******...


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Buntulia Tengah, 10 Nopember 2021.


Deringan weker yang sengaja disetel keras langsung menarik kesadaran dari alam subsconsius. Namun, gadis itu belum ingin membuka matanya. Ia masih ingin menjelajahi ranah awang tanpa batas yang masih sedikit disajikan dalam kegelapan kelopak matanya yang terpejam.


"Ichi, bangun... so pagi itu." terdengar suara ibunya menyeru memintanya untuk lekas bangun.


"Ichi! te ula'ika ti..." omel ibunya, "Debo ja mo bangu yi'o?" ancamnya.


ancaman sang ibu berhasil membuat mata yang terpejam itu perlahan membuka. Ichi sejenak menggeliat, merenggangkan tubuhnya, merentangkan kedua lengannya lalu menguap dan mendusin dengan malas.


"Umi... itu masih pagi ey..." tegur anak itu dengan kesal. "Umi kan tahu hari ini aku WFH. kok masih dibangunin juga? coba kalau Abi, pasti nggak dibangunin!" omelnya.


Azizah, sang ibu yang sibuk melipat kain yang telah selesai diseterika, langsung menoleh. "Wey, Umi bangunin kamu, bukan karena perkara pagi. tapi kamu belum sholat shubuh!" omel wanita itu. "Alihe'o! ma subulahe ito." sambungnya, "Awasi ja mo tabiya yi'o, u ma kondo-kondo'o mayi." tambahnya dengan ancaman.


Dengan berdecak kesal, Ichi bangun dan melangkah dengan malas meninggalkan kamar itu.


...*****...


Ichi, itu nama kecilnya. lengkapnya, gadis itu bernama Adiratna Ardhanareswari. Itu bukan nama sembarangan. Konon, ayahnya yang seorang sejarahwan itu sampai harus bertapa dan berpuasa selama tiga hari, hanya untuk mempersiapkan nama paling baik untuk putrinya tersebut.


Alkisah, ketika Ichi lahir, ia mengalami sindrom Aspirasi Mekonium, sebab menelan cairan ketuban ketika proses persalinan terjadi. Sang induk yang pasrah hanya bisa istighfar. Sang bayi tak menunjukkan tanda-tanda kehidupan. diam bagai makhluk tak bernyawa. Tidur tenang dalam ketiadaan napasnya.


Suster-suster yang panik langsung menyiapkan loyang yang diisi air hangat nyaris mendidih. Sang bayi yang diam itu diangkat, ditepuk punggungnya beberapa kali dan akhirnya karena tak merespon, para suster itu langsung mengguyurnya dengan air panas itu. Sang bayi tetap tak menunjukkan tanda-tanda kehidupan.

__ADS_1


Sang ayah belum mengetahui kondisi gawat itu sebab dipaksa keluar oleh mertua ketika proses persalinan sementara berlangsung. Lelaki itu hanya bisa duduk sambil membaca tasbih dan menopang dagunya mirip patung Sang Pemikir karya Rodin. Sedang sang mertua laki-laki hanya mondar-mandir. Bayi perempuan itu adalah cucu pertamanya, dari benih keturunannya sendiri.


Semua keluarga panik, namun tak berani memberitahu suami Azizah perihal kondisi Ichi yang tubuhnya mulai membiru, sebab keracunan air ketuban. Hingga akhirnya salah satu kerabat keluarga itu, yang juga agak pandai dalam ilmu-ilmu yang berhubungan dengan kearifan lokal Gorontalo, langsung membaca mantra-mantra berbahasa Gorontalo kemudian meniup keras ubun-ubun bayi yang mati itu.


Seketika keajaiban terjadi. Sang Bayi terlonjak, membuka mata dan meraungkan tangisannya yang menggema diruangan persalinan itu. Semuanya bahagia. Sang Ayah langsung bersujud dilantai koridor sedang ayah mertua mengusap wajahnya dengan tangan.


sang ayah menamainya Siti Qahariah Maia Calvarena. nama itu diambil dengan harapan bahwa sang putri tumbuh menjadi gadis yang kuat dan mampu melakukan penaklukan (🤭) entah penaklukan apa, yang jelas pokoknya bisa menaklukkan apapun. Maia sendiri adalah nama kuno dari bulan Mei, diambil dari nama bulan perayaan bangsa Yunani kuno merayakan hari Demeter.


Namun entah mengapa sang bayi tak mampu menyandang nama tersebut. Sang ayah merasai nama itu mungkin terlalu berat disandang oleh bayi tersebut sebab sedikit mencuri gelar Allah, yaitu Qahhar (Perkasa). maka kedua laki-bini itu kembali berembuk.


Sang Ibu mengusulkan nama Suci Nur Safitri. Sang ayah setuju. namun tetap saja sang anak sakit-sakitan nyaris sekarat. keduanya kemudian sepakat lagi mengganti namanya mengikuti bahasa Jawa, Sichi Prajna Paramitha.


Untunglah, dengan nama itu, Ichi mulai membaik kondisi kesehatannya. namun sang ayah tetap belum puas. Lelaki itu menjalani tirakat. ia mencari wangsit dan menggabungkan nama Prajnaparamitha dengan Ardhanareswari. namun ia belum puas juga.


Hingga akhirnya setelah menjalani tirakat dan sholat dua raka'at, entah kenapa sang ayah serasa dibimbing membuka-buka kamus Bahasa Indonesia. ia akhirnya menemukan padanan kata yang bagus untuk disematkan pada putrinya.


Ichi di aqiqah pada bulan kelima kelahirannya karena keterbatasan biaya waktu itu. sang ayah hanya honor kontrak berpenghasilan enam ratus ribu rupiah (potong pajak/sunat administrasi ☺ sehingga terima tinggal Lima Ratus Empat Puluh Ribu Rupiah) belum mampu membeli kambing hingga bulan kelima, ia mampu membelinya, itupun dengan banyak menawar kepada penjual.


setelah itu, sang ayah mendaftarkan sang putri dalam daftar keluarganya dengan nama Adiratna Ardhanareswari.


...******...


Ichi menyelesaikan ritual sholat subuhnya (yang kepagian🤣) itu dengan agak terburu-buru. ia membaca saja Surah Al-Ikhlas dan An-Naas dalam dua rakaat sholat yang dikerjakannya itu. Setelah menyelesaikan gerakan terakhir dari sholatnya, Ichi hanya melakukan dzikir sekenanya sambil melepaskan mukena dan melipatnya.


ia keluar dari kamar dan melangkah ke ruang tengah. disana ada sebuah figura kalighrafi yang berfungsi ganda sebagai jam dinding. ia menatap jarum-jarum jam itu.


aaaa.... sudah setengah tujuh rupanya...


tak lama kemudian, muncul ibunya dari dapur. "Mayilapato tabiya?" tanya wanita itu.


Ichi menatap ibunya dan mengangguk. gadis itu langsung memasang wajah senyum penjilatnya itu. "Sekarang aku boleh tidur lagi, kan?"


"Ey, Bolonji, itu matahari sudah terbit lama, sudah marathon sama awan-awan dan burung yang beterbangan mencari nafkah. lha ente tidur lagi? nggak malu sama ayam, kau? nanti rejekimu dipatok ayam, baru tahu rasa." tegur wanita itu menuding-nudingkan jarinya kearah gadis itu.


Ichi berdecak kesal, "Iyaaa, nggak jadi tidur!" ujarnya dengan jengkel dan berbalik melangkah hendak meninggalkan ruangan tersebut.


"Eh, eh,... mau kemana?" panggil Azizah, sang ibu.


Ichi menahan langkah dan menoleh setengah badan menatap ibunya. "Kerumah Jenap, main..." jawabnya enteng.

__ADS_1


Azizah menggeleng-gelengkan kepala sambil menggoyang-goyangkan telunjuknya kepada putrinya. "Nehi, nehi, nehi. nggak boleh. Pagi ini, sampai jam 14.00 you harus belajar, nggak boleh kelayapan kemana-mana." tandas Azizah dengan tegas sambil bercakak pinggang. []


__ADS_2