KESATUAN YANG TAK BISA MENYATU

KESATUAN YANG TAK BISA MENYATU
THE RESPECT EARNS POWER...


__ADS_3

Bagaimana jika dunia ini dipenuhi orang-orang berkekuatan istimewa, seperti pada jaman para dewa dan heros?


Pertanyaan yang begitu mengusik, kan?


Dunia adalah ladang amal bagi setiap manusia yang ingin berbuat kebaikan. Dan juga merupakan kesempatan bagi manusia lainnya untuk berbuat kejahatan dan kejelekan. Ada banyak kisah yang bertebaran menceritakan perjuangan manusia mengangkat kebenaran dan juga kisah-kisah manusia durjana yang menunggangi kejahatan.


...******...


Gorontalo, Desember Tahun 2004.


Beberapa hari ini jalanan sunyi sebab teror kerusuhan menghantui kota malam itu. Kerusuhan yang disebabkan oleh adanya kekerasan aparat hukum terhadap masyarakat membentuk gunung es kemuakan masyarakat kepada pihak pengendali hukum itu sendiri.


Kejadian dipicu oleh aparat pemerintah yang melakukan kekerasan kepada pihak mahasiswa sehingga menimbulkan perlawanan hingga berkobar selama dua hari yang puncaknya adalah penyerbuan skala besar ke kampus Universitas Negeri Gorontalo.


Empat lelaki duduk tenang diatas kendaraannya yang menjejaki jalanan di perempatan utama depan kampus UNG. Mereka mengenakan pakaian khas.


Orang pertama mengenakan pakaian taktis, menyandang senjata bowgun besar dengan anak panah yang panjang pula. Sebuah surban putih menghalangi bagian hidung dan mulutnya. Kendaraannya adalah sebuah sepeda motor gede jenis Vixion keluaran Yamaha warna putih. Di spatboard depan tertulis kalimat VICTORY.


Orang kedua mengenakan pakaian pembalap serba lengkap dengan pelindung tubuh. Ia mengenakan helm balap yang menutup keseluruhan wajahnya. Ditangan kanannya tergenggam golok besar. Ia mengendarai sebuah motor gede jenis trail Kawasaki KLX warna merah kecoklatan. Di Spatboard depannya tertulis kalimat FURY.


Orang ketiga mengenakan pakaian montir. Ia mengenakan topi pet dan masker respirator untuk menutupi bagian kepala dan wajahnya. Ditangannya tergenggam rantai yang ujungnya dipasangi gir kecil. Ia mengendarai sepeda motor trail Honda CRF warna hitam pekat. Spatboard depannya tertulis kalimat FAMINOUS


Orang keempat mengenakan pakaian bertudung. Wajahnya ditutupi masker ninja bergambar tengkor. Kedua tangannya menggenggam sebilah sabit besar. Ia mengendarai motor Cubby warna hijau pucat. Di spatboard depannya tertulis kalimat PALLITHOS dan di spatboard belakangnya tergambar kepala setan.


"Masih ingat, apa yang diinginkan oleh pelanggan?" ungkit lelaki berpakaian merah.


"Apa kau pikir, kami orang dungu sehingga harus diingatkan lagi?" balas lelaki berpakaian putih. "Meski kau pimpinan Apocalyps, bukan berarti kau bisa mendikte kami sekehendakmu, Pyro!"


"Aku hanya mengingatkan misi kita saja, Divine." jawab Pyro kepada lelaki bersenjata bowgun itu. "Kita harus bisa menciptakan isu dengan gerakan ini bahwa A.R. Koniyo memiliki ambisi menduduki kursi nomor satu dipemerintahan kota."


"Aku tak perduli dengan itu semua. Siapapun yang berdosa akan mendapatkan imbalannya." sahut lelaki bersenjatakan sabit.


"Yang dikatakan Calvatorch ada benarnya. Kita hanya membantu tugas takdir melakukan hal ini." timpal lelaki berpakaian montir biru gelap mendukung pendapat lelaki bersenjatakan sabit itu.

__ADS_1


"Oke... dari sini kita akan berpencar. Divine akan menyusuri wilayah sebelah utara. Cari target bernama Sudirman." ujar Pyro menatap lelaki berpakaian putih tersebut.


"Aku bergerak sekarang." sambut Vick yang langsung menyalakan mesin kendaraannya sambil menyandangkan bowgun dipundaknya, ia menarik gas dan Victory meninggalkan kawanannya.


"Orchido dan aku akan menyusur wilayah dalam kampus ini, sedang kau, Calvatorch.... kau sudah tahu tugasmu, kan?" ujar Pyro.


Calvatorch hanya mendengus dan melesat mengendarai Pallithos, meninggalkan kawanannya. Lelaki bersenjatakan sabit itu akan menebar maut ditempat yang ditentukannya.


Langkah keempat penunggang takdir akan menebar penaklukan, amarah, teror dan maut di wilayah itu


...*******...


Lelaki itu membuka matanya. Kenangan berpuluh tahun silam itu melintas kembali dibenaknya. Sudah lama ia melepaskan diri dari kutukan Apocalyps itu. Semenjak kelompok Pengsen'k menjalin persekutuan dengan seseorang bernama The Foundman, sejak itu mereka menjadi tangan-tangan perpanjangan kekuasaan yang menyelimuti wilayah tersebut.


Netralitas dalam sepak terjang mereka seketika berubah menjadi tangan-tangan tak terlihat milik The Foundman yang memiliki kekuasaan mengatur kota dibelakang layar. Para punggawa negeri itu sebenarnya hanyalah pion-pion yang berdiri dipapan caturnya. Ketika The Foundman sudah bosan dengan mereka, maka dia akan mengirim Apocalyps untuk menunaikan tugas suci menyebar takdir.


Bersama Pyro, Divine melakukan aksi-aksi intelijen tingkat tinggi, melibatkan para kriminal dan pengacau keamanan untuk menciptakan rasa takut. Orchido mengendalikan para spekulan yang kemudian menaikkan harga-harga bahan pokok hingga menimbulkan kesenjangan dan tugas Calvatorch adalah mengeksekusi mati para pialang yang tidak mematuhi keinginan The Foundman.


Namun, bagaimanapun Foundman menguasai mereka. Dia bukanlah tuhan yang berkuasa atas segalanya. Makhluk tak akan bisa menguasai makhluk lainnya sekuat apapun dia. Dan itu terbukti.


Pyro membuat adegan dramatis dengan meledakkan gedung milik The Foundman sehingga menimbulkan kesan keempat Apocalyps tewas bersama-sama dengan The Foundman dan Organisasi akan berlega hati sebab para penghalang itu tak akan bisa menghalangi mereka untuk membuat agenda baru lagi untuk menguasai Gorontalo.


...******...


Lelaki itu mendesah pelan. Bulir-bulir tasbih dijemarinya terus bergerak setiap dia melantunkan dzikir. Itu masa lalu. Harus dilenyapkan sampai tak bersisa. Lelaki itu kemudian melepaskan rosario itu dan bangkit menuju lemari. Ia menyibak pakaian yang bergelantungan bagai tirai itu. Didinding lemari itu, nampak sebilah sabit besar kebanggaannya. Senjata itu telah menemaninya hingga saat ini meskipun ia tak lagi aktif sebagai seorang Apocalyps.


Apocalyps sudah tidak ada... Pengsenk juga sudah tiada... semua itu hanyalah kenangan yang menjadi i'tibar.


Semua hanyalah ilusi kehidupan. Kebanggaan yang dikejar sebenarnya hanyalah jebakan hidup yang menggiring pribadi menuju jurang neraka. Cara satu-satunya untuk memutus kutukan itu hanyalah melepaskan diri dan menjauh sejauh-jauhnya dari masa lalu.


Lelaki itu mengulurkan tangan dan jemarinya mengusap bilah sabit yang masih terlihat tajam itu. Lelaki itu tersenyum.


Osiris... terima kasih tetap menemaniku... kamu akan tetap bersamaku kan? meskipun aku bukan lagi seorang Apocalyps, kita akan terus bersama-sama, kan?

__ADS_1


Getaran nada panggil gawai menyentakkan lelaki itu dari lamunannya. Ia menatap sakunya dan merogoh mengeluarkan gawai itu. Sejenak senyumnya tersungging.


📲 "Assalamualaikum... Umi cantikku." sapa lelaki itu.


📲 "Wa alaikum salam, Abi gantengku." balas Azizah dengan senyum terkembang. "Lagi ngapain sih?" tanya wanita itu.


📲 "Sudah sholat maghrib belum?" tanya lelaki itu tiba-tiba.


📲 "Ya sudah laaah... kalau Abi, sudah juga, kan?" ujar Azizah balik bertanya dan hanya direspon sekehan tawa oleh lelaki itu.


📲 "Bagaimana kabar putriku?" tanya lelaki itu melangkah keluar kamar dan menyeberangi ruangan menuju beranda.


📲 "Ichi baik-baik saja." jawab Azizah. "Aku hanya kuatir... anak itu mulai terbawa iklim pergaulan. Aku kuatir, Bi." sambungnya dengan nada cemas.


📲 "Santailah, jangan terlalu diseriusi seperti itu." sahut sang suami. "Kasus seperti Ichi, sudah hal yang biasa dijaman ini, dan itu wajar menurut kelaziman saat ini. Umi tahu? bahkan dijaman ini, anak-anak Taman Kanak-kanak pacaran, itu juga sudah hal yang biasa."


Terdengar suara batuk-batuk disana. Sang suami menebak, Azizah pasti tersedak mendengar hal tersebut.


📲 "Kita hanya melakukan hal-hal preventif semisal mengawasi dengan ketat penggunaan gawai. Itu saja. Selebihnya, kita harus percaya dengan putri kita sendiri." ujar sang suami.


📲 "Abi ini, putrinya sudah berani mengenal laki-laki, Abi malah santai saja." tegur Azizah menggerutu.


📲 "Lalu mau Umi, aku harus mengekangnya begitu rupa?! justru disitu bahayanya. Ichi nantinya malah mencari pengetahuan tentang cinta diluaran dan Umi sudah tahu bahwa pelajaran cinta diluaran sana justru lebih liar dan menakutkan!" ujar lelaki itu memperingatkan. "Sudahlah. Aku pribadi hanya berprasangka baik pada putriku. Insya Allah dia tak akan melakukan hal-hal yang dapat mempermalukan kita."


📲 "Semoga saja begitu." tukas Azizah.


📲 "Okey, Abi tunda dulu pembicaraan ini. Abi masih punya pekerjaan yang harus diselesaikan." ujar sang suami.


📲 "Memangnya apa sih yang dilakukan?" tuntut Azizah.


📲 "Ada webinar yang harus Abi ikuti lewat aplikasi YouTube. Itu berhubungan dengan kompetensi Abi sebagai guru." jawab lelaki itu.


Azizah paham dan langsung pamit mengakhiri percakapan selular itu. Lelaki itu menghela napas sejenak lalu menatap langit yang sudah menggelap. Malam itu tak ada awan menghampar. Sebaliknya, taburan bintang gemintang bagai permata malam menghampar diangkasa.

__ADS_1


Legenda itu sudah berlalu... mitos tentang Apocalyps sudah terkubur... Kecuali .... Allah menghendaki yang lain... []


__ADS_2