KESATUAN YANG TAK BISA MENYATU

KESATUAN YANG TAK BISA MENYATU
SAYAP YANG PATAH


__ADS_3

Faisal mulai dilanda perasaan rindu. Tak biasanya ia begitu. Ini yang pertama kalinya ia merasakan hal semacam itu. Seperti biasanya ia menanyakan kabar gadis itu. Bagaimanapun dipertemuan kemarin, Faisal berhasil mendapatkan nomor panggilan Natasha.


Keduanya terlibat aktif dalam percakapan selular. Namun tak seperti Faisal yang antusias selalu menenggelamkan diri dalam percakapan itu, Jamal memperhatikan dan terkadang hanya menatap sinis.


Lelaki parobaya itu termasuk orang yang memahami fisiognomi, dan dapat menyimpulkan bahwa gadis itu memiliki selera yang sangat tinggi tentang strata sosial.


Lelaki itu hafal benar. Suatu ketika, Faisal kembali menemani Natasha di League Hub, di Ketabang, Genteng, berhadapan dengan sungai Kali Mas di Kota Surabaya.


Seperti biasanya, Faisal hanya berpakaian biasa saja sebagaimana kaum muda menengah kebawah. Tak ada yang mewah dalam penampilannya, meskipun Faisal bisa saja merubahnya jika ia ingin. Namun sekali lagi, ia ingin tampil seadanya dihadapan Natasha.


Jamal sendiri diminta Faisal hanya memata-matai dari jarak aman. Natasha melihat-lihat deretan gantungan pakaian berkelas. Jamal mengamatinya. Lelaki itu sudah berpengalaman benar dengan model-model wanita. Natasha sendiri sempat melihat beberapa pakaian yang tergantung. Faisal dengan gerak tak kentara mendekati tempat dimana Jamal mengamati mereka. Ia lewat disebuah meja dimana beberapa majalah berhamparan.


Tatap Faisal menabrak sebuah sampul majalah dimana wajah pemuda itu nampak jelas sebagai seorang pengusaha belia yang masih menimba ilmu. Pemuda itu meraih majalah itu dan membalikkannya.


Singkirkan benda itu. Bagaimana caranya Natasha tak boleh melihat dan menyadari kenyataannya...


Jamal meraih majalah itu dan menatap sang majikan muda. Ia memprotes lewat percakapan batin pula.


Tuan Muda... mengapa tidak jujur saja kepadanya? Bukankah itu lebih baik?


Faisal hanya menatapnya sekilas.


Aku ingin mengujinya....


Pemuda itu kemudian pergi meninggalkan Jamal yang sibuk mengumpulkan majalah tersebut setelah itu melangkah meninggalkan Jamal dan mendekati Natasha. Faisal berdiri dibelakang Natasha. Gadis itu membalikkan tubuh, memegang sebuah pakaian.


"Bagus ya?" komentar Natasha mengangkat pakaian itu ke dada.


Faisal hanya tersenyum dan Natasha langsung kecewa melihat senyum pemuda itu. Gadis itu tahu sang lelaki tak memiliki budget cukup untuk memenuhi keinginannya memiliki pakaian itu. Natasha menghela napas dan tersenyum.


"Aku bisa memilikinya.... lain kali." ujarnya meletakkan kembali pakaian itu pada gantungannya lalu mengajak Faisal meninggalkan mall tersebut.


...*******...


"Tuan... cobalah kau nyatakan cintamu kepadanya." usul Jamal saat Faisal duduk disofa diberanda lantai kedua. "Lihatlah bagaimana reaksinya terhadap pernyataan cintamu."


Faisal diam mendengarkan lelaki itu hingga ia kemudian tersenyum dan menatap Jamal. "Untuk apa terburu-buru, Jamal? Masih banyak waktu." ujar Faisal.


"Waktu kebersamaan anda dengannya hanya tinggal empat hari lagi." tukas Jamal mengingatkan. "Saya tahu, ini terkesan terburu-buru. Tapi, sampai kapan anda bisa bertahan lama? Wanita itu tidak bisa dibiarkan menunggu. Mereka akan mencari cadangan. Sebelum anda mengklaim hak cinta anda kepadanya, wanita itu keburu mencari orang yang lebih sepadan untuknya."


Faisal terdiam mendengar penuturan pengawal keluarganya itu. Lama juga pemuda itu terdiam dan sesekali mengamati Jamal yang juga menatapnya tanpa berpaling sedikitpun. Akhirnya Faisal mengangguk pula.

__ADS_1


"Baiklah... aku akan mencoba menyatakan perasaanku." ujar Faisal.


Jamal mengangguk-angguk. "Saya akan terus mengamati dari jarak aman."


Faisal mengangguk mengamini ujaran pengawalnya.


...******...


Taman Kota Surabaya. Pukul 16.15 WIB.


Senja itu sepanjang jalan Gubeng Pojok agak lengang. Faisal menyandarkan punggungnya pada batangan pembatas jembatan, berdua dengan Natasha menikmati bantaran sungai yang membelah kota Surabaya itu. Sepeda ontel lelaki itu terparkir beberapa meter dari tempat mereka berdiri menatap arus pelan sungai Kali Mas tersebut. Natasha sendiri tak mengendarai sepedanya. Ia justru datang menggunakan taksi online.


"Sudah tiga hari kebersamaan kita. Apakah kau merasakan sesuatu yang lain?" pancing Faisal.


Natasha hanya tertawa.


Faisal ikutan tertawa, "Apa sih yang membuat kamu tertawa? Apa ada yang lucu dengan ucapanku?"


Natasha menganggukkan kepala. "Ucapanmu barusan seperti orang yang menginginkan kencan."


"Katakanlah seperti itu." ujar Faisal. "Bagaimana menurutmu, jika aku jujur akan diriku bahwa aku mulai menyukai keberadaan kamu disisiku. Bagaimana menurutmu?"


"Aku nggak mempuitisasi perasaanku. Ini benar-benar dari hatiku." Tandas Faisal. "Aku menyukaimu."


Natasha menatap lama kearah Faisal. Tak lama kemudian ia tersenyum dan menggelengkan kepalanya. "Kurasa... kita tidak akan sekufu, Fais." tukas Natasha kemudian tersenyum.


Faisal tersenyum. "Kenapa bisa begitu?"


"Kita nggak bisa bersatu." ujar Natasha. "Jalan hidup dan gaya hidup kita berbeda Fais."


Faisal mendatarkan senyumnya. "Apakah... karena aku miskin?" pancing Faisal.


Natasha menghela napas. Tak berapa lama muncul sebuah Ferarri Pista Spider. Faisal mengenal kendaraan itu. Pengendaranya juga. Itu si lelaki yang pernah menumpahkan minuman mineral ke pakaiannya. Kendaraan itu berhenti beberapa meter dari keduanya. Pengendara itu keluar dan melambaikan tangan ke arah Natasha sambil menyandarkan punggungnya ke kendaraannya.


Faisal kehilangan senyumnya, justru disaat Natasha menyunggingkan senyum. Ia menghela napas lagi.


"Selamat tinggal Fais." ucap gadis itu pamit. "Ini pertemuan kita yang terakhir kali."


Fais menatap Natasha yang membalikkan tubuh pergi mendekati lelaki pemilik Ferarri Pista Spider tersebut. Si lelaki sejenak melempar senyum kemenangan kearah Faisal yang berdiri tegak. Begitu Natasha tiba disisinya, lelaki itu membukakan pintu mempersilahkan gadis itu untuk masuk.


Sesaat kemudian muncul sebuah Rolls-Royce Phantom Extended yang dikemudikan Jamal, melaju pelan mendekati Ferarri Pista Spider tersebut tepat dalam pandangan Natasha.

__ADS_1


Jamal keluar dari kendaraan itu dan sejenak gadis itu terkejut menyadari bahwa si lelaki parobaya yang keluar dari mobil itu pernah dilihatnya beberapa kali ditempat yang sama disaat Faisal dan dirinya bercengkrama.


Jamal mendekati Faisal yang masih menatap Natasha yang menatap nanar kearah mereka berdua. Jamal memasangkan jas mantel ke bahu Faisal lalu membuang pandang ke arah Natasha dan melemparkan senyum sinis.


Kau tertipu penampilan nak....


Jamal kemudian mempersilahkan Faisal masuk kedalam Rolls-Royce Phantom Extended itu, disusul dengan Jamal yang juga masuk kedalam kendaraan itu. Tak lama kedua kendaraan bergerak saling berpapasan dan pada saat itu Faisal berbenturan tatap dengan Natasha. Senyum lelaki itu tak ada lagi untuknya.


Rolls-Royce Phantom Extended itu meninggalkan jalan Gubeng Pojok itu, juga meninggalkan sepeda onthel yang masih terparkir di pagar pembatas jembatan.


Semenjak itu, Faisal menjadi seorang Vagabond.... pengembara yang mencari cinta.


Jamal menjulurkan jemarinya ke dashboard mobil, menekan tombol play pada perangkat head unit. Tak lama kemudian melantunlah lagu Cash Cash yang dinyanyikan Christina Perri.


🎶🎶🎶....🎶🎶🎶


🎶 I let my soul fall into you, i never thought i'd fall right throught, i fell for every word you said....


🎶 You made me feel i needed you, and forced may heart to think it's true, but i found i'm powerless with you....


🎶 Now i don't need your wings to fly. No, I don't need a hand to hold in mine this time... you held me down, but i broke free. I found the love inside on me, Now i don't need a hero to survive... 'cause i ready save may life.... 'cause i ready save my live...


🎶 🎶 🎶....


🎶 I fell into your fantasy, but that's all our love will ever be i lost hope in saving you and me....


🎶 You think i'm lose falling a part but your lies just made a stronger heart, my life is just about to start....


🎶 Now i don't need your wings to fly... No, i don't need a hand to hold in mine this time...


🎶 You held me down but i broke free. I found the love inside on me....


🎶 Now i don't need a hero to survive, 'cause i ready save my life.... ready save my life... i ready save my life.... ready saved may life... i ready saved my life...


🎶🎶🎶🎶🎶.....


Selamat Tinggal Natasha....


Kau akan menyesal suatu saat....


Faris menatap pemandangan kota dari jendela temlat duduknya berpijak. Kendaraan mewah itu menyusuri jalan menuju kawasan Ampeldenta. []

__ADS_1


__ADS_2