KESATUAN YANG TAK BISA MENYATU

KESATUAN YANG TAK BISA MENYATU
POLITAINMENT ASMARA


__ADS_3

*Bukan yang terkuat yang menang. Bukan pula yang terbesar yang mampu bertahan, melainkan yang mampu beradaptasi saja yang akan mampu bertahan dari seleksi alam.


^^^Charles Darwin*^^^


...\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=...


Selina tak menyangka jika ia harus bertemu dengan Ishak ditempat itu pula. Pemuda itu hanya mengenakan kaos hoodie abu-abu dan celana training hitam yang dilengkapi dengan obi yang menjulur panjang ke paha. Diujung obi bagian kanan tertulis namanya dalam aksara kanji, Toshisada Fujimoto Imagawa.



Aldi berdiri dan menatap Ishak dengan tatapan memicing. Ishak sendiri hanya berdiri santai dengan kedua tangan yang dimasukkan kedalam kantung bajunya.


"Siapa kau, kawan?" sapa Aldi dengan datar, mempertahankan emosi yang nyaris menggelegak keluar dari batok kepalanya yang terasa pening.


Ishak tersenyum. "Aku, Ishak Rompies... dan aku bukan kawanmu." jawab pemuda itu.


Aldi adalah seorang pemuda matang berusia 22 tahun. Ia seorang pengusaha muda yang bergerak dibidang gadget. Ia adalah salah satu pemasok ponsel dicounter-counter yang ada di Pohuwato dan Moutong, bekerja sama dengan distributor utama perusahaan gawai tersebut.



Aldi menjalin hubungan dengan Selina sejak lima tahun lalu ketika gadis itu masih duduk dibangku Tsanawiyah kelas 8, dan kala pemuda itu masih duduk dibangku menengah umum kelas 11. Kini setelah hubungan serius yang diketahui oleh kedua keluarga dan mereka mencapai kata sepakat (meskipun belum melalui acara lamaran atau khitbah), tiba-tiba Selina meminta hubungan tersebut diakhiri, ditambah kemunculan pemuda misterius membuat Aldi nyaris kelepasan emosi.


"Selina..." panggil Aldi kepada gadis yang duduk menunduk tersebut. Selina mengangkat wajah menatap Aldi. "Apakah lelaki ini yang membuatmu memilih mengakhiri hubungan yang sekian lama terjalin ini?" tukasnya.


Selina memejamkan mata. Tubuhnya gemetar. Soal berkata iya, hendak terlontar dari bibir mungilnya, namun yang dikuatirkan adalah aib persetubuhan terpaksa diruangan UKS itu akan dibeberkan Ishak didepan Aldi.


"Selina..." panggil Aldi, kali ini agak keras.



"Bro... nggak usah maksa, kalau dia nggak mau jawab." sela Ishak masih dengan sikap tenang.


"Diam, jangan ikut campur." ancam Aldi pelan menudingkan telunjuknya kepada Ishak.


Nampak dari beberapa sudut, para pengunjung mulai tertarik menyimak pertengkaran itu, bahkan ada yang meviralkannya melalui rekaman video.


"Aku berhak ikut campur, Aldi. Dia sekarang milikku." tandas Ishak dengan senyum.


Aldi keluar dari tempat duduknya. Selina sudah tahu bagaimana karakter Aldi. Gadis itu bangkit pula dari tempat duduknya berupaya menenangkan Aldi.


"Di... nanti aku jelasin... please, kita pulang." pinta Selina memelas.


"Lho? Sel? Kok pulang?" tukas Ishak. "Penyelesaiannya bagaimana nih?"


"Diam kau! Aku benci kamu!" sergah Selina dengan murka.


"Ssssstttt...." desis Ishak menyela dan menudingkan telunjuknya kepada Selina. "Ini urusan laki-laki, Sel."


"Kau benar... ini urusan laki-laki..." sahut Aldi. "Jelaskan padaku segalanya." pintanya.


"Aku bisa menjelaskan segalanya untukmu, Di. Please, kita pulang." pinta Selina memelas.


Aldi menatap Selina dan akhirnya menghela napas lalu mengangguk. "Baiklah... kita akan bicarakan ini ditempat lain."


"Nggak perlu, aku yang akan jelaskan semuanya." sela Ishak.


"Ishak Rompies!" sergah Selina dengan wajah membesi. "Ini urusanku dan dia. Kau tak berhak ikut campur disini. Kalau kau masih ngeyel juga..."


"Kau mau apa?!" tantang Ishak sambil mengeluarkan kedua tangannya dari kantung dan bercakak pinggang.

__ADS_1


"Aku akan melaporkanmu ke polisi, kau dengar?! AKU AKAN MELAPORKANMU KE POLISI!!!!" sergah Selina dengan emosi.


Ishak tertawa panjang lalu menjawab tantangan tersebut. "Aku tak keberatan jika kau laporkan ke pihak yang berwajib. Tuduhannya apa ya?" ejek Ishak kemudian berlagak merenung memijiti dagunya, dan akhirnya tersenyum. "Aaahhh... tuduhannya adalah pencurian hati... iya, kan?"


Selina benar-benar muntab dan tak mampu lagi bicara. Akal sehatnya sudah blank dan eror disebabkan oleh emosi yang membuncah. Hanya gigilan tubuhnya saja yang memberitahu siapapun ditempat itu bahwa sang gadis memang berada dalam angry mode.


"Sel???" panggil Aldi.


Suara pemuda itu hanya terdengar sayup saja ditelinga gadis itu. Kepalanya berdenging pertanda ia mengalami self paralysis dan hanya bisa berdiri terdiam ditempat itu dengan tubuh yang gemetaran.


"Sel???" panggil Aldi lagi kali ini menyentuh pundak gadis itu.


BLUGHHH....


SEL!!!!


SELINA!!!!


Akibat emosi yang tak mampu dibendungnya, Selina akhirnya jatuh pingsan. Kedua lelaki itu terhenyak dan sama-sama berespon hendak menggapai gadis itu. Namun langkah Ishak tertahan saat telunjuk Aldi kembali terarah kepadanya.


"Kau diam ditempat! Ini semua karenamu!" seru Aldi.


Ishak kembali tegak membiarkan Aldi membopong Selina yang pingsan keluar dari restoran itu menuju ke kendaraannya. Dengan terburu-buru, Aldi langsung melajukan kendaraannya meninggalkan tempat itu karena panik.


Ishak kembali mendesah dan menggeleng-gelengkan kepala. Tak lama kemudian pemilik restoran datang.


"Itu kenapa langsung pergi?! Lalu makanannya siapa yang bayar?!" tukas pemilik restoran itu marah-marah.


Ishak menatap pemilik restoran itu dengan wajah keruh. "Kamu hanya mengurusi soal bayaran?! Itu ada pelanggan yang pingsan ditempat makanmu! Kau mau tanggung jawab?!"


Pemilik restoran itu hanya bisa tergagap saja disergah sedemikian rupa oleh Ishak. Pemuda itu merogoh saku bajunya mengeluarkan dompet mini dan membukanya.


Pemilik restoran itu hanya bisa mengangguk-angguk saja. Dengan mengumpat-umpat dalam bahasa jepang, pemuda itu meninggalkan tempat tersebut.


...******...



Kedua orangtua Selina telah dihubungi Aldi. Mereka sekarang berada di Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Bumi Panua Pohuwato.


Ayah dari Selina sedang diskusi dengan dokter yang menangani putrinya itu.


"Anak anda mengalami kelepasan emosi." ungkap dokter itu membuat sang ayah tambah risau. "Amygdala dalam jaringan otaknya tak mampu menampung gejolak emosi hingga menyebabkan fungsi kelistrikan dalam tubuhnya lumpuh alih-alih merangsang kelenjar adrenalnya melepaskan hormon cortisol secara berlebihan. Akibatnya ia mengalami kelumpuhan fungsi motorik menyebabkan pingsan." tuturnya.


"Apakah anak saya akan lumpuh selama-lamanya, Dok?" tanya lelaki parobaya itu dengan cemas.


Dokter itu tersenyum dan menggeleng. "Nggak... saya sudah memeriksa dan memastikan tak ada yang rusak pada jaringan syarafnya. Tapi... saya sarankan untuk tak mengungkit-ungkit masalah yang membuatnya pingsan tadi. Selina masih harus menjalani terapi psikologis untuk memastikan ia tak mengalami gangguan apapun dalam kejiwaannya."


Lelaki parobaya itu hanya bisa mendesah lemah dan bersyukur. Dokter itu tersenyum dengan teduh dan menampar pelan-pelan pundak lelaki itu, memberinya penguatan moril bahwa putrinya akan baik-baik saja.


Sepeninggal dokter, lelaki itu melangkah mendekati ranjang dimana putrinya terbaring diam. Kulit Selina yang seputih bengkoang itu berubah seputih kapas, mirip mayat yang baru saja melepaskan nyawanya.


Disisi ranjang itu duduk sang istri yang hanya bisa terisak-isak sedih menyaksikan kondisi Selina yang pingsan. Ibunya sangat tahu karakter putrinya. Selina Candra Qomaruddin paling tidak tahu berbuat masalah. Dia gadis yang periang dan paling bodoh untuk membuat keonaran disekolahnya. Tak ada tipe-tipe pemberontak pada diri gadis itu.


Candra, nama lelaki parobaya itu, menarik napas. "Aldi pasti tahu penyebab masalah ini." ujarnya kepada istrinya. "Aku akan mengorek keterangan itu darinya."


Setelah mengucapkan pernyataan itu, Candra keluar dari ruangan dan menemui Aldi yang juga sementara mondar-mandir dengan cemas dikoridor luar ruang IGD.


Kemunculan Candra, membuat Aldi menghentikan kegiatannya dan mendekati pria parobaya tersebut.

__ADS_1


"Bagaimana keadaan Seli, Oom?" tanya Aldi dengan cemas.


Candra menyuruh Aldi mengikutinya duduk dibangku yang terdapat di koridor itu. Keduanya duduk. Aldi baru saja hendak bertanya kembali ketika Candra menutur.


"Selina mengalami pingsan sebab kelepasan emosi. Itu menurut penjelasan dokter. Tapi dokter mengatakan bahwa Selina tidak akan mengalami apa-apa. Anak itu hanya syok saja." tutur Candra membuat Aldi seketika menyerukan kalimat tahmid dengan pelan dan menyapu dadanya yang terasa lega.


Candra menatap Aldi. "Katakan padaku sebenarnya, Aldi." tuntut pria itu. "Ada apa dengan kalian berdua? Pertengkaran itu hal yang biasa dalam sebuah interaksi sosial, tapi kok sampai separah ini? Ada apa sebenarnya?"


Aldi menghela napasnya dan mulai bertutur awal mula peristiwa yang menyebabkan Selina jatuh pingsan. Berkali-kali urat di dahi Candra berkedut-kedut saat Aldi menceritakan bagaimana Selina berupaya melerai pertengkaran dirinya dengan pemuda bernama Ishak Rompies.


Candra mengangguk-angguk sejenak sambilmenundukkan wajah. Setelah itu, Candra mengangkat wajah menatap Aldi. "Siapa Ishak Rompies itu? Apa Nak Aldi mengenalnya?"


Aldi hanya tersenyum hambar dan menggeleng. Candra mengencangkan rahang dan kembali mengangguk-angguk. "Berarti... Selina tahu, siapa pemuda itu." gumamnya.


Aldi kembali mendesah. "Oom... kelihatannya, Selina memendam sebuah masalah dengan pemuda itu sehingga tiba-tiba meminta pemutusan hubungan kami berdua." ujarnya dengan nada kecewa.


Candra mengencangkan rahangnya. "Nanti Oom yang tanya sendiri kepada Selina."


Aldi hendak bicara lagi namun disela oleh Candra. "Kamu nggak usah kuatir... Oom nggak akan memaksa anak Oom untuk bicara... tapi... lelaki bernama Ishak Rompies itu harus memberikan penjelasan yang logis untuk itu." ujarnya disertai geraman halus.


...*****...


Lelaki itu sedang mengikuti webinar tentang penerapan kurikulum baru di tingkatan satuan pendidikan. Kurikulum ini digagas oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) untuk mengantisipasi kembali proses pembelajaran yang berlaku dimasa pandemi virus Corona jenis Omicron yang telah merajalela sejak beberapa tahun, kemarin.


Kurikulum yang diterapkan adalah Kurikulum Darurat, yaitu Kurikulum edisi tahun 2013 yang disederhanakan dan Kurikulum Prototip yang mulai dijalankan dibeberapa sekolah perintisan.


Kurikulum Darurat diberlakukan kembali dimasa pandemi agar pembelajaran disetiap satuan pendidikan lebih terfokus pada penguatan karakter kompetensi mendasar dari peserta didik.


Adapun kurikulum prototip adalah kurikulum berbasis kompetensi yang menerapkan pembelajaran berbasis proyek untuk mendukung pengembangan karakter sesuai dengan profil pelajar pancasila. Secara umum, berhubungan dengan kurikulum ini, maka pihak satuan pendidikan diberikan keleluasaan dan kemerdekaan untuk memberikan proyek-proyek pembelajaran yang relevan dekat dengan lingkungan sekolah itu sendiri.


Mengutip pernyataan Charles Darwin tentang seleksi alam, Dewi Coryati yang merupakan anggota DPR Komisi X mendukung penuh program tersebut. Pembelajaran berbasis proyek sangat penting bagi pengembangan karakter peserta didik sebab mengajarkan mereka mempelajari ilmu melalui pengalaman.


Peserta didik akan mengalami sendiri bagaimana bertoleransi, bekerja sama, saling menjaga juga mengintegrasikan kompetensi esensial dari berbagai disiplin ilmu.


implementasi kurikulum prototip disetiap daerah akan didampingi oleh Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) yang ada disetiap daerah itu juga diperkuat dengan aturan main yang tertuang dalam Keputusan Mendikbud Ristek Nomor 162/M/2021 tentang Sekolah Penggerak.


Sedang seriusnya lelaki itu menyimak penjelasan narasumber tentang penerapan kedua kurikulum tersebut, gawai satunya bergetar membuat konsentrasi si lelaki sedikit teralihkan dengan menatap layar gawai itu.


"Skullen? Masalah apa lagi yang diperbuat anak itu?" gumamnya dengan ketus melihat sebuah pesan singkat pada layar gawai itu. Lelaki itu menekan ikon pesan (📧) dan muncullah kalimat:


Oyasumi Nasai Sensei...


Kurasa, aku dapat masalah lagi gara-gara perempuan itu. Dapatkah Sensei memberiku solusi untuk memilikinya? Aku juga tak mau disebut sebagai lelaki tak bertanggung jawab. Kumohon, Sensei... bantulah aku menyelesaikan masalah ini.


Lelaki itu menggeram sejenak. "Mengganggu saja a****g ini!" umpatnya kemudian menelpon seseorang.


📲 "Assalamualaikum, Endi..." panggil lelaki itu.


📲 "Wa alaikum salaam... kenapa Bang?" balas Endi kemudian bertanya maksud dari telepon malam itu.


📲 "Aku ingin kamu menghubungi Kenzie. Aku ingin bicarakan sesuatu dengannya."


📲 "Tapi ini sudah malam, Bang." elak Endi. "Apa ini sangat penting?"


📲 "Hubungi saja dulu. Katakan aku akan menemuinya besok di Buana Asparaga." ujar lelaki itu.


📲 "Okelah Bang. Saya hubungi dia sekarang." ujar Endi.


Lelaki itu kemudian menutup pembicaraan seluler itu dan mengumpat-umpat jengkel. Setelah itu, ia menulis pesan singkat melalui aplikasi sosial media yang ditujukan kepada grup madrasah bahwa ia belum dapat mengikuti pembelajaran sebab mengerjakan sebuah pekerjaan yang berhubungan dengan urusan administrasi kepegawaiannya.

__ADS_1


Lelaki itu menyelesaikan dulu webinarnya dan setelah itu beristirahat sejenak. Ketika waktu menunjukkan pukul 2 dinihari, lelaki itu bangkit dan berwudhu kemudian melakukan ritual sholat Qiyamul lail. Setelah menyelesaikan ritual sholat sunnah itu, Si Lelaki itu kemudian mengenakan jaket dan celana kulit serta helm kemudian meluncur ke jalanan yang masih gelap menuju arah timur. []


__ADS_2