Ketika Pembantu Jadi Madu

Ketika Pembantu Jadi Madu
Bawa aku kerumah mu


__ADS_3

"Sayang maaf kan aku" ucap Galih memeluk tubuh sang kekasih yang terlihat sedang merajuk pada nya pasalnya malam tadi Gina menunggu kedatangan Galih tapi Galih justru tidak bisa di hubungi.


Gina menghembuskan nafas kasar sambil menepis tangan Galih


"Sayang aku benar-benar minta maaf, semalam aku harus membujuk Olin"jelas Galih


"Sudah lah mas kamu memang tidak memperdulikan aku,kamu hanya menjadi kan ku pelampiasan nafsu mu saja" kesal Gina


"Bukan begitu sayang aku harus membujuk Olin supaya dia percaya pada ku,kamu tau sendiri kan aku baru saja meminta uang pada nya untuk perawatan mu dan sekarang malah ibu menghubungi nya minta uang untuk Jihan jadi aku takut Olin curiga"jelas Galih


"Kamu selalu saja mementingkan perasaan nya sedangkan aku mas selalu di nomer dua kan" Gina menatap Galih dengan air mata berderai seketika Galih menghapus air mata nya.


"Aku janji tidak akan mengabaikan kamu lagi sayang,maaf ya"Bujuk Galih lagi


"Bukan itu yang aku ingin kan mas tapi aku ingin kamu ada dengan ku setiap malam hingga pagi bukan setelah mendapatkan apa yang kamu inginkan kamu pergi!"

__ADS_1


"Tidak bisa Gin kamu tau sendiri kan aku tidak punya pekerjaan seperti dulu lagi,aku tidak punya alasan untuk tidak pulang ke rumah sayang"


"Kalau begitu bawa aku ke rumah mu"


"Gin,kamu gila bagaimana mungkin aku bisa membawa mu ke rumah ku, sudah pasti Olin akan minta cerai! Tidak bisa" tegas Galih


"Ya sudah kalau memang tidak bisa ceraikan saja aku"


"Gina! Aku tidak akan pernah menceraikan mu" jawab Galih cepat.


"Pilih aku atau perempuan mandul itu mas?" tanya Gina


"Gina jaga ucapan mu,Olin tidak mandul hanya kami belum dapat keturunan saja"ucap Galih tidak suka dengan perkataan Gina


"Apa bedanya mas, pernikahan kalian sudah tahunan bukan! Jika kamu tidak suka dengan ucapan ku silahkan tinggalkan aku" marah Gina

__ADS_1


"Gin,tolong mengerti aku, aku tidak bisa membawa mu ke rumah sekarang,beri aku waktu ya sayang ,kita bisa cari solusi lain"


"Kapan mas? Satu tahun,dua tahun atau lima tahun lagi,aku capek mas terus begini,aku capek sembunyi-sembunyi dari perempuan itu sedang kan dia bebas menguasai dirimu, lebih baik aku yang mengalah mas"


"Kamu harus sabar Gin,kita tidak boleh gegabah kita masih butuh uang dan tenaga Olin,kamu tau sendiri kan kondisi ku sekarang bagaimana! jadi please ngalah ya sampai aku dapat pekerjaan lagi"bujuk Galih sambil memeluk tubuh Gina


"Itu selalu menjadi alasan mu mas, memang apa hebatnya wanita itu di bandingkan aku hingga dia bisa mendapatkan urutan pertama bukan kah itu rumah hasil pencarian kamu dulu dan aku juga istri mu,aku mau keadilan mas biarkan aku juga tinggal di sana"kekeh Gina membuat Galih pusing


"Sayang aku mohon bersabar sedikit saja,aku pasti akan menunjukkan pada orang di luar sana kalau kamu istri ku,tapi tidak sekarang" janji Galih


"Terserah kamu lah mas,aku lelah dengan janji manis mu" Balas Gina dengan wajah kecewa.


Galih mencium kening Gina menunjukkan rasa sayang nya pada istri ke duanya ini.


"Aku lelah mas" alasan Gina pergi meninggalkan Galih sendiri di ruang tamu.

__ADS_1


Gina mengontrak rumah kecil yang tidak jauh dari kawasan rumah Galih,Gina sering melihat Olin sendiri keluar menggunakan motor dia sangat iri pada Olin yang bisa hidup enak di rumah besar milik Galih sedangkan dia di kontrakan dan Olin bebas jika sedang berdua dengan Galih sementara mereka harus sembunyi-sembunyi jika keluar rumah.


__ADS_2