
"Lin kamu kenapa?" tanya mama Yati saat Olin pulang kerumah mama nya dengan air mata berlinang.
"Ma aku ke kamar dulu ya" pamit Olin membuat sang mama bingung apa yang sedang terjadi pada anak perempuan nya ini.
Olin menghempas kan tubuh nya di ranjang sambil menangis sesenggukan,apa yang dia pikirkan tentang sang suami selama ini salah besar,dia menyangka sang suami sangat setia dan baik tapi kenyataannya nol besar.
"Goblok kamu Lin, mempertahankan pernikahan yang jelas-jelas sudah buruk, mertua yang tidak menyetujui kamu dan sekarang suami berselingkuh apa yang kamu harapkan dari Galih" umpat Olin pada dirinya
Olin mengusap air mata nya bayangan perselingkuhan Galih masih terekam jelas di otak nya hingga membuat Olin tidak bisa tidur.
Panggilan telpon berulang kali dari Galih tapi tidak di angkat oleh Olin.
Olin mengambil ponselnya dan menghubungi Satria.
"Hallo lin?"
"Aku mau berangkat ke Lombok besok"
"Bukan besok lin tapi Lusa"
"Percepat saja aku mau nya besok kita berangkat" pinta Olin lalu memutuskan panggilan nya membuat Satria bingung.
"Nggak jelas banget! Perempuan selalu saja ingin menang sendiri kalau bukan karena cinta nggak bakalan gue turuti" umpat Satria
__ADS_1
Satria segera menghubungi sekretariat papa nya dan meminta keberangkatan nya di percepat besok sesuai permintaan Olin.
****
"Wah...wah....ada yang borong belanjaan nih" ujar Gina saat melihat Maya dan ibu Galih masuk kedalam rumah.
"Kamu mau?" tanya ibu Galih
"Tapi sayang nya nggak ada buat kamu,ini semua buat saya dan Maya terus Galih anak saya" lanjut nya tersenyum mengejek.
"Saya juga nggak butuh bu, yang begituan mah saya banyak"
"Pembantu saja belagu,yang kamu pakai juga barang murah nggak seperti yang di beli Maya mahal-mahal,iya kan May"
"Iya bu,dia mana mampu beli yang mahal orang dia pembantu palingan gaji nya cuma cukup buat beli ****** bu" ejek Maya terkekeh kecil di ikuti ibu Galih membuat Gina geram, ingin mengatakan kalau dia adalah istri Galih agar si Maya gembrot ini tau diri.
"Mas,mas Galih sini deh"Panggil Maya manja
"Ini loh mas tadi aku beli baju kemeja untuk mas terus ini juga ada parfum sama dompet kulit mas,coba mas lihat ini asli loh mas,kata nya keluaran terbaru" pamer Maya membuat Gina bertambah geram
Galih melihat kemeja nya dengan label harga tiga juta, lumayan mahal untuk sebuah kemeja.
"Lih kamu hargailah perjuangan Maya kamu lihat itu sampai-sampai Maya beli baju untuk kamu, ibu rasa si Olin nggak pernah beliin kamu baju mahal begitu"
__ADS_1
"Hmmmm.....bagus ya baju nya" potong Gina menatap Galih dengan sinis
"Ya bagus lah orang mahal, sekelas pembantu masa sanggup beli" jawab ibu Galih ketus sedangkan Galih hanya diam saja di serba salah saat ini, apakah dia harus melepaskan Olin dan menikahi Maya untuk memenuhi kebutuhan nya,lalu bagaimana dengan Gina? Apa perempuan ini mau di madu dengan Maya.
Galih bingung sendiri jika di minta memilih karena rasa cinta nya masih pada Olin,Gina hanya perempuan yang dia gunakan untuk bersenang-senang karena Olin tidak bisa memberikan nya kepuasan lebih sedangkan Maya sama sekali bukan kriteria Galih.
"Bu,aku pamit dulu"ucap Galih
"Lih ini di bawa" ujar Ibu Galih sambil memberikan barang-barang yang di beli Maya tadi
"Iya pan Galih di bawa saja,sayang loh sudah di belikan mahal-mahal malah nggak di ambil" sindir Gina membuat Galih bertambah bersalah
"Bawa ke kamar kamu tapi minta terimakasih dulu sana Maya"
"Terimakasih May" ucap Galih pelan dan di anggukki Maya
"Kamu mau kemana Lih?" tanya sang ibu saat Galih keluar lagi dari kamar nya.
"Keluar sebentar bu,ada urusan" jawab Galih
"Pulang nya jangan malam-malam Lih,kalau bisa kamu itu ajak Maya jalan-jalan agar kalian makin dekat dan bisa menikah"
"Iya bu,lain kali ya" jawab Galih lalu segera pergi.
__ADS_1
"Kamu dengar kan May,kata Galih lain kali seperti nya dia mulai luluh,ibu yakin lambat laun Galih akan memilih kamu menjadi istri nya dan menceraikan Olin,kamu yang sabar ya" ujar ibu Galih dan di anggukki Maya patuh
"Enak saja si tua bangka ini ingin menikahkan mas Galih dengan perempuan gembrot ini! Aku istri nya tidak akan aku biarkan ada istri ke tiga,Olin saja akan aku singkirkan" batin Gina.