
Olin keluar dari kamar pengantin nya dengan mengenakan piyama tidur bergambar kodok membuat Naya tertawa.
"Kenapa mbak?" tanya Olin heran melihat sang kakak justru tertawa.
"Di mana-mana malam pengantin itu pake nya lingerie Lin bukan baju kodok kaya' gini nanti malah Satria takut lihat kamu"
"Biarin masih capek mbak"jawab Olin cuek
"Dosa loe lih nolak suami"
"Bukan masalah dosa nya mbak,tapi malu nya" bisik Olin jujur, setelah membuka beberapa kado dari teman-teman nya tadi Satria mandi sedangkan Olin langsung keluar dari kamar.
"Wah banyak dong mbak dapat kado nya,bagi satu dong" pinta Dani
"Apa nya yang mau di bagi kado dari teman kantor gue banyak nya ****** Dan,loe mau kalau mau ambil aja di kamar" jawab Olin asal membuat Dani cemberut,Dani dan Olin memang sering kali bertengkar karena Dani memang usil tapi di balik semua itu kakak adik yang jarak usia tidak terlalu jauh ini sebenarnya saling menyayangi hanya saja Olin sering gengsi mengatakan nya begitu juga Dani berbeda dengan Gusti yang mereka segani karena Gusti tidak banyak bicara.
"Masuk sana Lin, Satria sudah nunggu tuh" usir Naya sambil menggoda sang adik ipar
"Mau tidur sama mama aja malam ini ma" rengek Olin
"Nggak ada, sudah nikah dua kali juga sok jadi p******n, sana masuk kamar kamu cepat" ucap sang mama membuat Olin cemberut.
Olin berjalan pelan kearah kamar nya,saat masuk dia melihat Satria yang sudah terbaring di ranjang mungkin Satria kelelahan karena acara mereka pikir Olin.
__ADS_1
Pelan-pelan Olin masuk dengan jantung yang berdegup kencang.
Olin berbaring di sebelah Satria yang sudah menutup mata nya,sengaja Olin memunggungi Satria agar Satria tidak melihat wajah nya yang tengah gugup.
Tangan kekar melingkar di pinggang Olin membuat Olin menggigit kuku nya sendiri menahan rasa geli yang menjalar ke seluruh tubuh nya.
"Sayang,aku ingin" bisik Satria serak dia tau Satria sudah menunggu lama untuk malam ini.
Olin membalikkan tubuh nya dan menatap wajah sang suami.
"Jangan sekarang ya,aku masih malu" aku Olin
"Kenapa malu,kita sudah jadi suami-istri loh,tapi kalau kamu belum siap tidak apa-apa aku tidak memaksa, kalau begitu peluk saja"
Olin bingung bagaimana cara memulai nya secara selama ini mereka hanya berciuman saja paling sebatas atas.
Meskipun Olin tidak mengenakan lingerie seperti kebanyakan perempuan di malam pertama Olin tidak mengurangi kadar kecantikan sang istri.
Kecupan yang awalnya lembut lama kelamaan menjadi menuntut,satu persatu kancing pyama nya terbuka, menampakkan gundukan yang sering di mainkan Satria hingga bentuk nya pun sudah semakin membesar.
"Sangat indah" gumam Satria membuat Olin malu,dengan cepat Satria membuka semua nya begitu juga dirinya hingga kedua nya saat ini sudah tidak memakai sehelai benang pun.
Beberapa kali Satria menelan saliva nya memperhatikan tubuh mulus di hadapan nya ini,Olin benar-benar cantik dan terawat bodoh Galih menyia-nyiakan perempuan seperti Olin hanya karena hawa nafsu.
__ADS_1
Satria menarik selimut untuk menutupi tubuh mereka berdua, dengan nafas yang masih memburu Satria mencium bibir sang istri lalu memasukkan perlahan membuat Olin sedikit terpekik tapi Satria cepat-cepat membungkam mulut Olin dengan ciuman nya lagi hingga suara itu tertahan.
Olin berpikir milik Satria jauh lebih besar dari pada Galih karena terasa penuh di bawah sana.
"Kenapa sempit sekali sayang,serasa seperti p*****n" racau Satria saat memompa pelan.
"Punya kamu nya yang besar beb"
"Kamu suka?" tanya Satria tersenyum menggoda dan di anggukki Olin malu-malu.
"Sedikit sakit, pelan-pelan beb" ujar Olin karena terasa sangat penuh, Satria mengurangi tempo nya agar Olin merasa nyaman dia juga mengerti Olin belum terbiasa dengan tongkat sakti itu.
Olin mencoba untuk beradaptasi meskipun terasa kurang nyaman dia tidak ingin membuat Satria kecewa, mungkin ini efek perawatan yang dia lakukan kemarin.
Satria masih bergerak lambat agar Olin tidak merasa kesakitan.
"Ini nikmat sayang" Gumam Satria
Olin mendesah saat semua nya masuk membuat Satria tersenyum kecil melihat wajah Olin yang menggemaskan menurut nya.
"Kamu sangat cantik sayang, hanya aku yang boleh menikmati semua ini"
"Lebih cepat beb" pinta Olin yang mulai menikmati permainan Satria.
__ADS_1
"Aku ingin keluar beb,,," pekik Olin saat Satria menghentak kuat hingga menyemburkan lahar panas lalu tubuh Satria ambruk di atas tubuh sang istri.
Kedua nya tertawa kecil karena sudah berhasil melalui ritual malam ini.