Ketika Pembantu Jadi Madu

Ketika Pembantu Jadi Madu
Bucin


__ADS_3

"Beb,aku kok bisa nggak ngeh ya kalau sedang hamil" ucap Olin,saat ini suami istri itu tengah bersiap untuk tidur.


"Mungkin karena terlalu bahagia sayang" jawab Satria


"Mungkin beb! Memang jadwal menstruasi ku tidak teratur jadi aku tidak terlalu memikirkan nya, dulu juga pernah telat tapi tau-tau nya besok haid" cerita Olin


"Sayang,kita belum lama menikah dan kamu hamil sedangkan bersama Galih kamu sudah beberapa tahun tidak hamil-hamil, bahkan ada dua istri Galih lagi yang tidak juga hamil berarti Galih yang mandul dong" ungkap Satria curiga


"Bisa jadi beb karena memang aku pernah cek kesehatan dan aku bagus,mas Galih yang selalu nolak buat di cek" ujar Olin


"Terserah dia sayang yang jelas aku bahagia akan jadi papa, terima kasih ya sayang kamu sudah hadir dalam hidup aku,aku nggak nyangka langsung di kasih bonus dua anak, pasti lucu-lucu kaya' mama nya" ucap Satria tersenyum manis


Satria memeluk tubuh Olin,dia menatap istri cantik nya ini dengan penuh kasih sayang,tak ada nafsu malam ini yang terlihat tapi Satria kebahagiaan.


Olin pun mengusap wajah sang suami dengan lembut, lelaki ini sudah memberi kan nya sejuta kebahagiaan,Olin sangat berterima kasih pada Tuhan yang sudah mempercayai nya untuk mengandung benih dari Satria,tak ada lagi yang lebih bahagia dari pada ini.


"Bobok yuk" ajak Satria dan diangguki Olin pelan, mereka memejamkan mata sambil berpelukan.


****


Matahari sudah menampakkan sinarnya membuat Olin membuka matanya perlahan,di lihat nya sang suami yang masih tertidur pulas.

__ADS_1


"Alhamdulillah Satria tidak muntah lagi" batin Olin karena jujur meskipun itu pembawa hamil nya dia juga kasihan pada sang suami.


Olin bangkit dan segera ke kamar mandi dia segera membersihkan diri nya,hari ini libur jadi Olin ingin main kerumah mama nya sekalian memberitahu kalau dia tengah hamil, pasti mama nya akan senang.


"Sarapan apa bi?" sapa Olin yang baru keluar kamar


"Ini bu ada nasi goreng,terus juga ada bubur bu buat pak Satria" jawab sang bibi sopan


"Bubur!"


"Iya,bukan nya pak Satria masih sakit bu?"


"Bukan sakit bi tapi saya yang sedang hamil jadi Satria yang merasakan ngidam nya" jelas Olin tersenyum manis


"Iya bi"


"Selamat ya bu, semoga sehat sampai lahiran"


"Amin, makasih bi"


"Sayang" pekik Satria yang baru keluar dari kamar nya,dia hanya mengenakan celana pendek dan kaos singlet.

__ADS_1


"Kenapa beb,aku di dapur" sahut Olin


Satria mendatangi Olin dan langsung mencium bibir nya sekilas.


"Beb,ada bibi" ujar Olin malu tapi Satria tidak cuek saja,sang bibi hanya senyam-senyum sendiri melihat kemesraan sang majikan.


"Kenapa kamu sudah rapi sayang?" tanya Satria


"Mandi sana beb,bau! Hari ini aku ingin mengajak kamu ke rumah mama,mau Kasih surprise"


"Tapi aku masih ngantuk sayang,kamu tau sendiri kan dua hari ini tidur ku tidak nyenyak karena mual"


"Ya, nanti di rumah mama tidur lagi"bujuk Olin


"Tapi kalau kamu nggak kuat nyetir aku naik taksi aja ya"


"Nggak!! Enak aja mau pergi sendiri,aku antar kamu tunggu di sini aku mau mandi" ucap Satria cepat lalu segera bangkit menuju kamar mereka.


"Pak Satria bucin ya bu" ujar sang bibi


"Bibi tau bucin?" tanya Olin terkekeh kecil

__ADS_1


"Tau lah bu,biar tua gini bibi juga ikut trend bu,bibi punya hape yang sedang bisa nonton YouTube" jawab sang bibi membuat Olin menggeleng kecil.


Olin juga merasa kan kebucinan Satria yang tidak mau jauh-jauh dari nya, apalagi sekarang dia tengah mengandung keturunan Satria mungkin kebucinan dan posesif nya Satria akan lebih parah lagi nanti tapi jujur Olin menikmati semua perlakuan sang suami karena sewaktu menikah dengan Galih,Olin mengalami perlakuan yang sangat cuek hingga membuat nya butuh di manja Satria.


__ADS_2