Ketika Pembantu Jadi Madu

Ketika Pembantu Jadi Madu
Bucin


__ADS_3

Galih mengeram kesal karena mendapat kan surat dari pengadilan agama untuk perceraian nya padahal dia tidak ingin bercerai dari Olin.


"Sudah lah Lih, ikuti saja mau nya perempuan Mandul itu toh sudah ada Maya pengganti yang lebih baik dari dia"


"Bu,aku dan Olin sudah lama menikah bu"


"Lih,kamu buka mata kamu lebar-lebar,Olin tidak memberikan kamu anak jadi apa yang harus kamu pertahankan"


Galih menghela nafas panjang jika untuk urusan ranjang bisa dia dapatkan dari Gina tapi jika urusan hati dia mencintai Olin, awalnya dengan Gina pun Galih hanya bermain-main saja untuk Maya sedikit pun tidak ada rasa hanya karena keterpaksaan ekonomi saja saat ini.


****


"Sayang malam nanti kita diner yuk"ajak Satria


"Diner? Tumben kamu ngajak diner" tanya Olin yang sedang membereskan berkas di atas meja Satria, Satria melingkar kan tangan nya di pinggang ramping sang kekasih.


"Sat,ini kantor" ingat Olin lagi


"Pintu nya sudah aku kunci" bisik Satria dengan suara berat,Olin bukan perempuan polos yang tidak mengerti tatapan dan suara serak dari seorang pria dia sendiri juga sudah lama tidak merasakan nya tapi Olin harus sadar dengan status nya saat ini.


"Sat,lepas dong aku mau kerja"


"Sayang setelah menikah kita tinggal di mana?" tanya Satria


"Di rumah kamu lah,kamu kan tau aku nggak punya rumah" jawab Olin Santai


"Kamu tidak keberatan bersebelahan dengan mantan suami mu itu "

__ADS_1


"Tidak masalah,bisa saja jadi tontonan seru antara istri kedua dan ketiga nya" jawab Olin terkekeh kecil


"Galih punya tiga istri?" tanya Satria


"Iya,tiga istri" jawab Olin mengangguk


"Kenapa kamu juga mau punya tiga istri? Kalau iya aku yang mundur!" tegas Olin


"Jangan,satu kamu saja cukup" jawab Satria cepat lalu ******* bibir Olin,Olin awalnya tidak mau membalas tapi ciuman lembut Satria membuat nya terbuai juga.


Satria mengangkat tubuh Olin dan mendudukkannya di atas meja tanpa melepas tautan bibir mereka.


Satu tangan Satria meremas bokong Olin dan Satu lagi membuka kancing kemeja Olin, Ciuman itu semakin panas.


Ciuman itu menjalar ke arah leher Olin membuat Olin mendesah dan Satria bertambah semangat,Olin perempuan normal yang juga butuh kehangatan, beberapa kali dia mencoba membuat pikiran positif tapi Satria selalu saja menggoda nya.


Satria mengeluarkan benda kenyal yang menyembul itu dan melihat nya dengan takjub, benar-benar indah bodoh seorang Galih mau melepaskan Olin padahal tubuh sahabat nya ini sangat cantik.


Satria menyusu seperti bayi kehausan,Olin yang sudah terbuai membiarkan saja perlakuan Satria toh masih di area atas nya.


Olin menggigit bibir bawahnya menikmati setiap sentuhan sahabat yang kini jadi kekasih nya ini.


"Tok...tok....." ketukan pintu membuat Olin tersadar dan mendorong tubuh Satria.


"Sayang, ayolah" rengek Satria


"Buka pintu nya dulu" ujar Olin sambil merapikan penampilan nya.

__ADS_1


"Sial,siapa sih yang mengganggu" gumam Satria kesal, selalu saja ada yang mengganggu aktivitas nya jika bersama Olin.


"Kenapa?" tanya Satria ketus


"Saya ingin menyampaikan informasi kalau jam dua ini ada meeting bersama pak direktur dan petinggi lain nya pak" jawab salah seorang karyawan


"Meeting apa? Kenapa mendadak?"


"Pak Direktur yang meminta pak, Meeting akhir bulan"


"Ya" jawab Satria singkat lalu menutup kembali pintu nya.


Olin berjalan hendak keluar ruangan Satria tapi di tahan oleh lelaki tampan itu.


"Lanjut lagi yuk" goda Satria dengan menaikkan satu alis nya


"Mesum!"


"Mesum dengan pacar sendiri tidak ada salah nya"


"Halal kan dulu baru bisa" jawab Olin terkekeh kecil lalu segera pergi membuat Satria senyam-senyum sendiri, apakah ini pertanda Olin sudah menerima dia.


"Aku pasti akan segera menghalalkan kamu Lin" ucap nya bahagia


Andai saja tidak ada masa Iddah pasti Satria akan menikahi Olin hari ini juga.


Satria menggeleng kan kepala nya kecil menyadari kebucinan nya pada Olin.

__ADS_1


__ADS_2