Ketika Pembantu Jadi Madu

Ketika Pembantu Jadi Madu
Tidak tenang


__ADS_3

Olin mengirim kan pesan pada Satria kalau hari ini dia tidak bisa masuk ke kantor karena sedang tidak enak badan padahal Satria sudah tau kalau Olin dan Galih berdebat pasti Olin tidak masuk karena itu tapi Satria tidak mau bertanya lebih lanjut dia hanya mengiyakan pesan Olin saja.


"Bu aku belum bisa menikahi Maya"


"Kenapa tidak bisa Lih bukan nya kamu punya penghasilan dan untuk keuangan biarkan Maya yang mengatur nya nanti kamu tinggal bekerja saja"


"Bu banyak hal yang tidak bisa aku ceritakan pada ibu"ucap Galih lagi


"Lih ibu tidak menuntut banyak dari kamu ibu hanya butuh cucu menikah lah dengan Maya" tegas ibu Galih membuat Galih memijat pelipisnya memikirkan permintaan sang ibu


Galih menghela nafas panjang lalu pergi meninggalkan ibu nya sedang kan Gina mendengar kan semua nya membuat nya kesal,dia ingin Keluarga Galih tau kalau dia istri kedua Galih.


***


"Aku ingin di sini dulu ma"


"Nak banyak hal yang harus kamu ketahui dalam pernikahan meninggalkan rumah tidak di perbolehkan untuk perempuan" nasehat mama Olin


"Ma,aku hanya ingin tenang sejenak"


"Mama tau kamu banyak masalah tapi Galih adalah suamimu kamu punya kewajiban sebagai seorang istri Lin tidak boleh main keluar rumah tanpa izin suami" nasehat nya lagi


Olin menghela nafas panjang dia bingung saat ini,jika bercerita tentang rumah tangga nya sudah pasti mama nya akan ikut terbeban memikirkan nya Olin tidak mau itu terjadi,mama nya sekarang sudah tua tidak wajar memikirkan masalah rumah tangga nya.


"Hanya pertengkaran biasa ma,aku hanya rindu menginap di kamar ku dulu" alasan Olin


"Mama tidak melarang kamu menginap di sini tapi suamimu harus mengizinkan nya"


"Mas Galih tau kalau aku di sini ma"

__ADS_1


"Ya sudah tapi tidak lebih dari tiga hari Lin,mama tidak bisa membiarkan rumah tangga mu berlarut-larut kacau"


"Iya ma" sahut Olin mengerti,Olin juga hanya ingin menenangkan diri sejenak sebelum dia mengambil keputusan.


***


Satria tidak bisa bekerja dengan tenang karena memikirkan Olin tapi menghubungi nya Satria tidak berani karena Olin pasti sekarang sedang rapuh


"Aaaaarrrrggg....." kesal Satria dia terus teringat Olin yang menangis tadi pagi, Satria segera mengambil tas nya dan mengambil satu berkas di bawa pergi dia ingin melihat kondisi Olin saat ini, Satria tidak peduli apa yang di katakan Olin pada nya nanti yang jelas dia mau tau kondisi Olin.


Satria tau Olin pasti pulang kerumah orang tua nya karena tidak mungkin Olin pergi ke tempat lain menurut Satria,Olin perempuan baik-baik yang pandai menjaga dirinya.


Satria sampai di depan pagar rumah berwarna kuning gading itu di lihat nya dari luar suasana rumah mama Olin terlihat sepi tanpa pergerakan lama mengamati tiba-tiba sebuah motor masuk kedalam pekarangan rumah mama Yati dan Satria melihat nya ternyata Dani, Satria segera turun dari dalam mobil dan mendekat.


"Mas Satria" sapa Dani


"Dan,mbak Olin ada di dalam?" tanya Satria


"Boleh"


"Oke,masuk dulu mas"


"Mas nunggu di luar aja Dan,gerah" alasan Satria padahal dia merasa tidak enak hati pada keluarga Olin.


Sekitar 15 menit Satria menunggu di luar dan akhirnya Olin keluar.


"Kok elu sampai ke sini Sat,kan gue udah bilang kalau hari ini gue izin"


"Kalau bukan karena berkas penting ya gue nggak sampai ke sini Lin,ini masalah nya menyangkut keuntungan perusahaan" sahut Satria sok cool

__ADS_1


"Berkas apaan?"tanya Olin bingung setau nya semua berkas sudah di tanda tangani dan di cek kemarin


"Ada beberapa berkas yang gue nggak ngerti Lin,mau tanya lewat telpon tambah ribet nanti,malah ujungnya salah paham" alasan Satria


"Berkas yang mana?"tanya Olin penasaran


"Sebentar" ujar Satria berjalan kearah mobil nya


"Untung aja gue ingat bawa berkas" batin Satria sambil menghembuskan nafas lega


"Ini,gue bingung dengan hitungan nya Lin,kok bisa jadi segitu padahal kemarin kan nggak segini,gue banyak kerjaan Lin bukan ini aja tapi gue nggak mau juga rugi besar" ujar Satria mengeluarkan berkas nya


"Yang ini" lanjut Satria memperlihatkan nominal angka yang tertera di kertas putih itu


"Kan gue udah bilang sama pak Andi kalau ada penambahan biaya untuk mandor nya,elu juga udah ACC kata pak Andi"


"Masa iya" elak Satria


"Loe inget nggak gue bilang kalau mandor nya keberatan dengan upah segitu,masa loe lupa jangan buat gue ngulang berkas lagi ya Sat, kemarin gue juga bahas keuntungan nya dan pengeluaran nya sama pak Andi" jelas Olin lagi


Satria hanya menggaruk kepalanya yang tidak gatal karena memang Satria sudah cukup tau dia yang Acc sendiri saat manager keuangan minta tanda tangan dari dirinya.


"Loh ada nak Satria,ajak masuk Lin kok malah di luar"


"Cuma bahas kerjaan ma,ada yang Satria salah paham" sahut Olin cepat


"Ya di ajak masuk Lin, buatin minum dulu,capek loe dari kantor cariin kamu ke sini,iya kan nak Satria?ayo masuk!"


"Iya ma" jawab Satria cepat membuat Olin terkejut pasalnya tadi Satria bilang mau cepat banyak pekerjaan sekarang malah mau di ajak masuk ke dalam.

__ADS_1


Olin menatap tajam sahabat nya ini bukan tidak suka tapi kini Satria malah justru mengobrol asik dengan mama nya sampai-sampai Satria melupakan dirinya.


__ADS_2