Ketika Pembantu Jadi Madu

Ketika Pembantu Jadi Madu
tabungan


__ADS_3

"Mau apa ibu datang mencari Olin?" tanya Yati melihat ibu Galih dan seorang perempuan yang di yakini nya sebagai istri Galih sesudah Olin.


"Saya mau meminta hak anak saya yang di bawa Olin pergi"


"Hak anak ibu, seharusnya ibu sadar sudah banyak hak anak saya yang di makan oleh Galih dan sekarang justru kalian menanyakan hak Galih pada Olin,apa kalian waras?" jawab Ibu Yati ketus


"Olin pergi membawa tabungan Mas Galih dan sekarang Mas Galih kecelakaan dia butuh uang banyak untuk operasi, kondisi nya koma bu" jelas Maya


"Seharusnya kamu malu sebagai pelakor datang ke rumah istri sah nya tapi sepertinya kalian memang tidak tau malu" potong Naya kak ipar Olin


"Kamu jangan ikut campur" marah ibu Galih


"Bagaimana saya tidak ikut campur adik ipar saya di perlakukan tidak baik oleh keluarga anda,bagus Olin mengambil keputusan untuk berpisah dari Galih"


"Saya ke sini baik-baik ya meminta hak anak saya kenapa kalian malah menyerang saya" tuduh nya


"Siapa yang menyerang? siapa yang merasa di serang, sekarang silahkan keluar sebelum kami seret paksa Anda, jika ingin meminta tabungan pada Olin kembalikan uang yang sudah Olin berikan pada keluarga kalian hingga Galih berani menikah lagi di belakang Olin" tegas mama Yati membuat ibu Galih mengepalkan tangannya marah.


"Hey anak saya bekerja ya,anak saya yang menghidupi anak kamu selama ini,jika dia menikah lagi itu wajar tapi kembali kan semua yang sudah Galih berikan pada Olin" tunjuk ibu Galih marah

__ADS_1


"Tunggu Galih sadar dari koma nya tanyakan apa yang dia berikan pada Olin nanti akan saya minta anak saya kembalikan sekarang kamu keluar" bentak mama Olin membuat Ibu Galih dan Maya pergi.


"Benar-benar gila keluarga Galih itu ma, berani-beraninya datang kemari" ucap Naya


Mama Yati memijat pelipisnya memikirkan nasib Olin,dada nya terasa sedikit sesak membuat Naya khawatir.


"Ma ayo ke kamar, minum obat dan istirahat" ajak Naya membimbing sang mertua.


****


"Sekarang kita harus bagaimana May,Olin pasti tidak akan mau memberikan nya apalagi gugatan cerai sudah masuk ke pengadilan"


"Apa yang kalian ingin temui,Olin! Mas Galih tidak punya tabungan sama sekali karena dia sudah lama tidak bekerja justru Olin lah yang membiayai hidup kami selama ini" jelas Gina yang memang tau cerita nya


"Tutup mulut busuk mu itu Gina kamu tidak tau apa-apa" marah ibu Galih


"Kalau kalian ingin dapat malu dari Olin silahkan temui yang jelas mas Galih sudah lama tidak bekerja"


"Jika anak ku tidak bekerja tidak mungkin kamu mau dengan nya"

__ADS_1


"Ibu mertua ku tersayang ibu tau kalau sebelum kehadiran kalian Olin yang membiayai hidup kami dan aku berpura-pura menjadi pembantu di rumah mas Galih,mas Galih menjanjikan ku separuh dari rumah mewah nya itu karena hanya itu yang dia punya"


"Enak saja kamu! sepeserpun kamu tidak akan dapat apa-apa dari Galih"


"Ya sudah kalau begitu silahkan urusi mas Galih sendiri sampai sembuh" jawab Gina santai lalu melangkah hendak pergi


"Mau kemana kamu Gina?"


"Kalau aku tidak dapat apa-apa untuk apa aku di sini" jawab Gina


"Bu,jangan marah pada nya kita masih membutuhkan dia bu" bisik Maya, bagaimana pun juga Gina bisa di andalkan untuk bekerja di rumah.


"Gina,kamu tidak bisa pergi begitu saja,mas Galih juga suami mu jadi kamu juga harus membantu merawat nya, untuk urusan rumah nanti kita pikirkan sekarang kita sembuhkan dulu mas Galih" ujar Maya membuat Gina terdiam bagaimana pun juga Gina mencintai Galih.


"Turun jan dulu ego mu Gin"


"Bukan aku yang harus menurunkan ego tapi mertua mu itu" tunjuk Gina pada ibu Galih tidak suka.


"Kita rawat mas Galih dulu sama-sama Gin" ajak Maya

__ADS_1


Ibu Galih menatap Gina tidak suka.


__ADS_2