Ketika Pembantu Jadi Madu

Ketika Pembantu Jadi Madu
Kedatangan ibu Galih


__ADS_3

Mata olin sedikit sembab mungkin karena semalam terus menangis.


"Kenapa mata loe, berantem sama si Galih?" tebak Satria


"Nggak, semalam gue jatoh di kamar mandi jadi nangis sampai sembab gini" bohong Olin


"Bohong banget loe,anak kecil yang bisa loe kibulin"


"Nggak percaya ya sudah" jawab Olin cuek dia kembali fokus pada layar laptop nya.


Satria menatap Olin dari kejauhan terlihat wajah Olin sendu tidak seperti biasanya,Dulu saat mereka SMA senyum Olin lepas hingga banyak lelaki tergila-gila dengan nya,Olin anak periang bahkan Satria yang selalu meminta Olin untuk mengurangi senyuman nya karena hampir semua lelaki menyalah artikan kebaikan Olin tapi kini justru senyum itu sulit di lihat oleh Satria lagi.


Olin memijat pelipisnya pelan memikirkan rumah tangga nya bersama Galih,apa mungkin dia bertahan dengan rumah tangga yang tidak sehat ini?


***


Bunyi Bel pintu membuat aktivitas Galih dan Gina terhenti


"Siapa mas?" tanya Gina


"Mana mas tau"


"Olin pulang mas?" tanya Gina


"Kalau Olin tidak mungkin membunyikan bel dia punya kunci sendiri" jawab Galih


"Galih.....Olin" pekik seseorang di luar sana


"Mas lihat dulu ya"

__ADS_1


"Tanggung mas,aku belum keluar"


"Tapi tidak mungkin di diamkan, Bunyi bel nya terus menerus"


"Selesai dulu lah mas" kesal Gina


"Nanti saja,mas lihat dulu,kalau tidak penting langsung mas usir dan segera kembali lagi"ucap Galih bangkit dari atas tubuh Gina dan mengambil pakaian nya lalu segera keluar.


Wajah Gina terlihat kesal,dia tidak suka jika sedang bercinta dia ganggu dulu saja pernah saat di kantor mereka sedang bermesraan tapi di ganggu dengan kedatangan staf lain nya membuat Gina murka dan meminta Galih memecat karyawan tersebut.


Gina termasuk perempuan hiperseks hingga tiap hari ingin selalu bercinta,dia dan Galih hampir sama hanya saja Galih di saat bercinta sering dengan fantasi-fantasi liar dan berbeda hingga membuat kedua nya klop jika di satukan.


"Ibu" gumam Galih kaget melihat ibunya yang sudah ada di depan pintu rumah Galih.


"Kemana saja kamu dari tadi ibu ketuk pintu dan bel nya tidak ada jawaban" oceh ibu Galih


"It-u....he itu bu aku di belakang"


"Olin sedang kel-uar bu"


"Keluar? Kemana perempuan pelit itu?"


"Bu Olin istri ku ibu tidak boleh mengatakan hal buruk tentang dia, bagaimana pun dia menantu ibu"


"Jangan terus membela nya Lih,jangan bodoh kamu terus menerus membelanya.


"Bu-"


"Bukan nya mempersilahkan ibu masuk tapi kamu malah mengajak ibu berdebat di luar,mau jadi anak durhaka kamu?"

__ADS_1


"I-ya bu maaf, ayo masuk" tawar Galih


"Ayo Maya masuk"


"Maya!"


"Ya ibu kesini bersama Maya,apa kamu tidak lihat Maya duduk di teras dari tadi"


"Mana aku lihat bu, pintu terbuka ibu langsung ngoceh-ngoceh nggak jelas"jawab Galih


"Siapa mas?" tanya Gina keluar dengan pakaian seksi nya


"Siapa dia Galih?" tanya ibu Galih histeris melihat perempuan dengan pakaian seksi


"I-tu bu pembantu ku"jawab Galih bingung


"Pembantu! Bagaimana bisa pembantu dengan pakaian kurang bahan seperti ini


"Mungkin dia belum ganti pakaian bu"


"Sudah jam berapa ini belum mandi dan beres-beres,apa saja pekerjaan nya, tidur! Hey kamu pembantu bawa semua barang-barang ku dan calon menantu ku ke dalam kamar tamu" perintah Ibu Galih membuat Gina kesal,enak saja membentak nya.


"Gin,ayo bantu aku sekarang" ucap Galih membuat Gina mau tidak mau mengikuti perintah Galih.


"Ayo Maya anggap saja rumah sendiri karena memang ini akan jadi rumah kamu nanti nya"ajak Ibu Galih dan di anggukki Maya pelan


"Siapa dia mas?" bisik Gina tidak suka dengan perempuan separuh baya di hadapan nya ini.


"Ibu ku" balas Galih pelan membuat Gina kaget, kenapa bisa ibu Galih datang ke rumah Galih saat ini.

__ADS_1


"Bagaimana ini mas?" bisik Gina lagi


"Nanti aku yang akan bicara pada ibu untuk sekarang biarkan ibu tau kamu pembantu nya" ujar Galih pelan


__ADS_2