
Galih sengaja berjemur sore ini karena ingin melihat Olin,siapa tau mantan istri nya itu keluar dia hanya ingin sekedar menyapa untuk menghilang kan rasa rindu yang selama ini dia tahan.
"Mas kamu sudah bisa berdiri?" tanya Maya yang melihat Galih sudah belajar berjalan.
"Ya aku sedang belajar berjalan May,kalau terus di kursi roda makin lama makin kaku" jawab Galih yang sedang bergantung di sisi tembok.
Galih melihat mobil mercy keluaran terbaru masuk kedalam pagar rumah Satria,ya pengusaha kaya raya itu selalu berganti mobil, selama Satria tinggal di komplek perumahan itu sudah tiga mobil mewah yang dia punya, mungkin ada lagi di rumah papa nya, memang sungguh beruntung Olin bisa menikah dengan lelaki itu.
Gina memperhatikan dari balkon lantai dua rumah Galih betapa mesranya pasangan pengantin baru itu membuat nya iri.
Satria merangkul pinggang Olin dan mencium bibir istrinya itu sekilas sedangkan Olin tersenyum manis pada Satria, benar-benar sempurna,siapa saja yang melihat pasangan ini akan iri dengan keromantisan mereka.
Satria dan Olin sudah sepakat tidak memusingkan soal anak, mereka juga belum mau memeriksa kan kesehatan mereka karena Satria yakin kalau Olin tidak mandul.
Mereka sepakat menjalani hari-hari dengan kebahagiaan saling cinta dan hangat,Olin bisa mengimbangi nafsu *** Satria yang bisa di bilang panas karena Satria selalu menginginkan dirinya bahkan Olin merasa bangga karena sang suami sangat memuja dan menghargai nya.
Beberapa pekan menikah membuat Olin tau bagaimana karakter Satria sebenarnya, mereka juga saling terbuka mengenai apapun itu,Olin merasa kalau kali ini dia tidak salah memilih pasangan.
Sore ini Olin memilih mengenakan daster pendek di atas lutut dia menyiram tanaman di teras depan dan tiba-tiba Satria datang dan memeluk nya dari belakang.
__ADS_1
"Beb.....ntar basah loh"
"Biarin,biar basah sama-sama sayang,kita kan belum mandi juga"Jawab Satria yang terus mengeratkan pelukannya.
"Kamu lihat nggak tadi beb wajah nya Dania gimana? Kalau kamu lihat pasti kamu kasihan deh" pancing Olin
"Terus kalau aku kasihan harus nikahin dia juga gitu?"
"Enak aja,mau aku sunat dua kali kamu? Coba saja kalau berani kamu nggak akan bisa ketemu aku lagi"ancam Olin membuat Satria terkekeh geli
"Mana mungkin aku bisa mendua kan istri ku yang paling cantik ini" rayu Satria
"ck gombal"
"Aku masih nyiram tanaman beb,kamu duluan aja nanti aku susul ya,yang di samping belum aku siram juga tuh" tunjuk Olin pada tanaman di sebelah kiri rumah mereka, biasanya tugas sang bibi tapi tadi Olin memang sengaja memulangkan sang bibi lebih cepat karena cucu nya demam di rumah.
"Tapi aku juga mau nyiramin rumput aku yang ini sayang"tunjuk Satria pada bagian sensitif Olin
Satu tangan Satria sudah meremas b*k*n* sang istri membuat Olin menggelinjang geli.
__ADS_1
"Beb ini di luar loh entar ada yang lihat,malu!" ingat Olin
"Kenapa harus malu kita suami istri juga,kalau ada yang lihat paling mereka ngamar juga"
"Kamu ya, pikiran nya itu mulu"
"Hehehe.......habis nya kamu makin seksi sayang"
Satria mencium pipi sang istri lalu menggendong tubuh Olin ala bridal style.
"Beb,itu selang nya" pekik Olin karena meninggal kan selang dalam keadaan hidup.
"Nanti aku matikan kamu temani aku Mandi dulu ya" bujuk Satria
Satria menggendong sang istri sampai masuk ke kamar mandi yang ada di kamar mereka.
"Buka semua pakaian mu aku mau matikan kran air nya dulu sayang" ujar Satria mencium bibir Olin sekilas lalu pergi.
Satria mematikan kran air nya tanpa sengaja menoleh ke arah atas, terlihat Gina yang tengah memperhatikan nya, ternyata istri Galih itu masih betah melihat pertunjukan pengantin baru ini.
__ADS_1
Satria hanya tersenyum kecil lalu masuk ke dalam rumah nya kembali.
"