
Satu bulan berlalu Olin di sibuk kan dengan tumpukan pakaian calon anaknya,dia bingung mana yang akan dia bawa nanti saat persalinan karena begitu banyak baju sang baby hingga memenuhi satu lemari besar.
"Sayang,bawa yang perlu saja"
"Kamu sih beb beli nya nggak kira-kira sampai sebanyak ini, kapan di pakainya coba, pasti nanti banyak yang mubazir"oceh Olin kesal pada suaminya yang selalu memborong baju bayi.
"Ya aku lihat di aplikasi Online bagus semua sayang jadi nya rugi kalau nggak di ambil"
"Tapi nggak sebanyak ini juga beb, pembantu juga kenapa kamu tambah tiga,bukan nya kamu bilang hanya dua"
"Sayang,anak kita kembar jadi biar suster nya Pegang satu-satu terus yang satu lagi buat bantu-bantu bibi di dapur,lagian pasti makin banyak kerjaan nya sayang kalau si. Twist sudah lahir"
"Terus aku kerjanya apa?"tanya Olin sewot
__ADS_1
"Temeni aku di ranjang,biar mereka cepat ada adek nya" jawab Satria tanpa dosa membuat Olin geram dengan sang suami, yang di perut saja belum keluar sudah memikirkan yang berikut nya.
Olin Sudah di jadwal kan untuk operasi Caesar besok pagi,jadi semua persiapan harus sempurna bahkan sang mertua sudah mengirim kan beberapa keperluan untuk Olin melarikan nanti,ini cucu pertama untuk mereka jadi harus di sambut dengan meriah.
Terkadang Olin sendiri kebingungan menghadap sikap mertua dan suaminya yang terlalu antusias dengan kehadiran baby nya ini bukan Olin tidak bersyukur tapi mereka terlalu berlebihan mungkin karena suaminya ini anak Orang kaya hingga tidak merasa rugi mengeluarkan uang sebanyak apapun.
****
Kini dia juga lebih pendiam tidak mau bercerita banyak karena masih malu dengan keadaan nya saat ini tapi kini Galih jauh berubah dia lebih menata hidup nya dengan baik.
Maya sendiri sebenarnya tidak mempermasalahkan soal anak pada Galih tapi saat mereka sampai ke kampung Galih justru menalak nya,Maya meminta ganti rugi uang yang dia keluarkan untuk Galih dan ibu nya awalnya Galih tidak mau tapi karena terus di serang oleh Maya akhirnya Galih membayar dengan uang hasil penjualan rumah dan kini dia bisa bebas dari Maya.
"Lih kenapa kamu tidak coba menikah lagi?" ucap ibu nya
__ADS_1
"Bu,aku sedang memperbaiki diri saat ini,belum ada niatan menikah,biar begini saja dulu bu"jawab Galih
"Tapi bagaimana pun juga lebih enak memiliki pasangan lih,,ada yang mengurus,kalau kamu mau biar ibu lamarkan anak Bu Denis mantan RT kita dulu"
"Jangan bu,aku tidak mau di jodoh-jodohkan begitu, nanti saja jika sudah ada jodoh yang pas"
"Kalau nggak di cari kapan pas nya Lih,kamu masih ingat Olin atau si Gina pelacur itu"
"Bu, sudah masuk sana jangan bikin ribut di sini" ucap Galih membuat ibu nya kesal dan masuk ke dalam rumah.
Tiba-tiba terlintas di benak Galih bagaimana kabar Olin sekarang apa sudah lahiran,dan apa anak nya, tentunya cantik seperti Olin.
"Astaga, kenapa jadi ingat Olin" gumam Galih menggeleng kan kepala nya lalu kembali merapikan barang jualan nya.
__ADS_1