Ketika Pembantu Jadi Madu

Ketika Pembantu Jadi Madu
bertengkar


__ADS_3

"Ngapain kamu datang ke sini?" tanya ibu Galih ketus saat melihat Olin masuk ke pekarangan rumah nya.


"Saya masih istri sah mas Galih bu,ibu tidak berhak melarang saya masuk kerumah ini karena masih ada yang harus kami bicarakan" jawab Olin tegas


"Ck..masih berharap kamu dengan anak saya,sadar diri Lin galih Sudah mendapatkan istri yang jauh lebih baik dari kamu jadi tidak usah berharap lagi"


"Maksud ibu Gina?ck dia hanya perempuan murahan bu yang bisa nya menjadi pelakor" jawab Olin


"Asal kamu tau ya Galih itu tampan,mapan bukan Gina saja yang tergila-gila pada nya banyak lin! Kamu nya saja yang sombong mau pergi dari rumah ini dan sekarang menyesal kan terus pulang lagi" tebak ibu Galih membuat Gina menghela nafas panjang


"Bu, perempuan mana yang mau di bagi cinta nya oleh lelaki pengangguran seperti anak ibu,saya tidak mau mengumbar aib rumah tangga kami selama ini ya tapi ibu terus memojokkan saya" jawab Olin kesal, sudah lama dia menyimpan aib suaminya ini tapi sang mertua terus menerus memancing kemarahan nya.


"Apa maksud kamu mengatakan anak saya pengangguran? Rumah ini milik anak saya, dia punya mobil mewah sedangkan kamu apa? Kamu hanya perempuan biasa yang menjelma jadi Ratu karena di nikahi anak saya kalau tidak karena Galih kamu tidak akan seperti ini Olin, sadar diri dong!"


"Ya ratu ini yang sudah memberi makan anak ibu dan Ratu ini juga yang sudah membiayai semua kebutuhan keluarga ibu" pekik Olin kesal membuat Gina keluar melihat suara itu,Gina mengintip dari sudut dinding melihat pertengkaran ibu Galih dan Olin.

__ADS_1


"Jangan kurang ajar ya kamu, bicara seenaknya,anak saya juga bekerja, mentang-mentang kamu baru bekerja sudah sesumbar kamu, istri durhaka"


"Kalau ibu tidak percaya tanya sendiri dengan anak ibu, panggil dia,Mas Galih.....,mas keluar kamu" pekik Olin


"Keluar kamu mas,jelas kan dengan ibu mu ini kalau kamu selama ini makan dari uang siapa? Kami bisa bergaya dengan hasil keringat siapa? Keluar kamu mas jangan jadi lelaki pengecut" ujar Olin berteriak di dalam rumah nya


Bukan malah Galih yang keluar tapi Gina,dia ingin semua nya terbongkar Karena terlanjur basah agar satu persatu bisa tersingkir.


"Mas Galih tidak ada" jawab Gina ketus


"Bukan aku yang menyembunyikan nya tapi ibu nya yang meminta nya untuk pergi" jawab Gina santai


"Mas Galih sedang bulan madu di Bali" lanjut Gina membuat Olin terkejut.


"Apa maksud mu?" tanya Olin

__ADS_1


"Kamu tau sendiri kan kalau Galih itu tampan banyak yang mau jadi kalau kamu pergi meninggalkan nya banyak perempuan yang mengantri di belakang nya, tidak seperti kamu Mandul!" jelas Ibu Galih sombong membuat Olin menggeleng kan kepala nya pelan dia sudah bisa menebak kalau Maya lah perempuan yang menjadi istri ketiga Galih saat ini pilihan sang mertua.


"Jadi untuk apa lagi kamu pulang ke sini, silahkan ambil barang-barang mu dan urus perceraian dengan anak saya" tegas nya membuat Gina tersenyum kecil


"Terimakasih ibu mertua yang baik karena anda saya jadi tidak ragu untuk bercerai dengan Galih anak anda,dan untuk kamu pelakor nikmati rasanya di madu karena aku yakin akan ada banyak lagi istri Galih yang lain nya karena kelakuan bejat nya" ingat Olin membuat Gina mengepalkan tangannya.


"Selamat karena sudah mendapatkan mas Galih dan selamat untuk pernikahan nya" lanjut Olin lalu segera pergi masuk ke arah kamar nya,dia ingin mengambil semua barang-barang nya tapi sudah tidak ada.


"Kamu cari apa? Barang-barang mu sudah diletakkan di gudang ini kamar Galih dan Maya" ujar ibu Galih membuat Olin mengepalkan tangannya kuat


Dia mencoba menahan emosi nya dan keluar dari kamar itu.


"Hey....kamu mau ambil barang mu ada di gudang" pekik Gina


"Ambil saja untuk kamu,sampah seperti mu memang layak mendapatkan barang bekas"Jawab nya lalu segera pergi.

__ADS_1


Keputusan nya bulat ingin segera bercerai dari Galih karena tidak ada juga yang harus di pertahankan.


__ADS_2