Ketika Pembantu Jadi Madu

Ketika Pembantu Jadi Madu
cerita


__ADS_3

"Lin....Olin..." panggil Satria sambil mengetuk pintu kamar Olin


Cukup lama Satria mengetuk pintu kamar nya lalu Olin keluar dengan wajah yang terlihat mengantuk.


"Sudah tidur?" tanya Satria kaku


"Ngantuk gue" jawab Olin cepat, sejujurnya dia malu untuk bertemu Satria saat ini jadi Olin beralasan ngantuk.


"Makan malam di luar yuk" ajak Satria


"Jam berapa? Loh nggak ngantuk?"


"Ini masih pukul 8 lin,masa udah ngorok aja,kebo loe"


"Enak aja! Elu yang kebo"


"Yuk makan di luar"


Olin tampak berpikir sejenak, ingin menolak tapi Olin juga lapar.


Tiba-tiba terdengar bunyi kriuk dari perut Olin.


"Cacing loe aja udah demo,yuk makan jangan sok kuat loe, kenyataan hidup itu pahit"


"Loh tunggu di luar jangan masuk" ucap Olin menutup pintu kamar nya cepat.


Olin segera mengganti pakaian nya dan mereka turun ke lantai bawah.


"Makan di sini?"tanya Olin


"Di kafe dekat pantai aja yuk,kaya' kencan gitu" goda Satria membuat Olin menunduk malu.


Satria menggenggam tangan Olin dan mengajak nya keluar hotel, perasaan Olin saat ini tidak karuan padahal tadi dia sudah bertekad untuk menjauh dari Satria dulu tapi saat melihat wajah sang sahabat membuat Olin tidak fokus dan justru tidak bisa menjauh.


Semilir angin malam membuat tubuh Olin meremang.


Satria mencari tempat makan yang memang sedikit terbuka agar pemandangan malam terlihat jelas.


Selesai makan mereka masih duduk menikmati angin malam.

__ADS_1


"Dingin?" tanya Satria dan di anggukki Olin pelan


"Gue lupa bilang kalau jangan pake dress,angin nya kenceng banget"ujar Satria membuka jaket nya lalu memasangkan pada Olin.


"Minum ini aja" lanjut Satria memberikan minuman jahe yang dia pesan pada Olin


"Buat loe?"


"Gue mah gampang,loe dulu yang penting"


Olin meneguk minuman dari gelas Satria, suasana sedikit canggung membuat kedua sahabat ini banyak diam.


"Besok kita ada pertemuan Lin jam delapan pagi,bangun cepet ya"


"Gue bangun nya pagi,elu tuh yang kebo bangun nya suka siang"


"Tadi gue capek banget makanya bangun siang, biasanya pagi kok"ucap Satria tidak mau di salah kan


"Lin,jalan yuk"


"Kemana?"tanya Olin menatap wajah Satria yang sialnya malam ini terlihat sangat tampan.


"Ini malam Sat"


"Yang bilang siang siapa lin,anak TK juga tau kalau langit gelap itu artinya malam,yuuk ah jangan banyak bacot"ajak Satria meraih tangan Olin


"Nggak ada romantis nya" gumam Olin pelan,dia dan Satria seperti tom and Jerry tapi jika berjauhan kangen.


Satria dan Olin berjalan pelan menelusuri tepi pantai,Olin terlihat beberapa kali menendang pasir.


"Lin,elu percaya cinta?" tanya Satria tiba-tiba


"Dulu iya tapi sekarang udah nggak" sahut Olin


"Kenapa? Apa karena Galih?"


Olin menghela nafas panjang mungkin sudah waktunya dia melepaskan beban di hati nya ini mungkin sedikit bercerita dengan Satria bisa membuat nya lega apalagi Satria memang sahabat nya dari dulu.


"Jujur gue menghargai yang namanya ikatan apalagi pernikahan sakral tapi Gue juga nggak bisa jadi perempuan bodoh terus menerus"

__ADS_1


"Siapa yang bilang loe bodoh,elu pintar Lin" potong Satria


"Gue berusaha tutup mata dan telinga selama ini Sat tapi makin kesini makin sesek gue"Ungkap Olin jujur


"Kenapa loe nggak coba lepasin aja Lin"


"Gue malu Sat,malu karena semua itu pilihan gue,gue nggak mau mama tambah sakit karena mikirin gue tapi kalau gue paksain hati gue nggak mampu Sat,gue perempuan biasa, sekuat-kuatnya gue tetep hati gue rapuh" aku Olin lagi


"Lin,loe percaya nggak setelah hujan ada pelangi?"


"Hidup gue beda Sat setelah hujan malah badai" ujar Olin berusaha terkekeh kecil


"Loe pesimis!"


"Percuma optimis tapi kenyataannya pahit" jawab Olin cepat


"Kalau nggak kuat lambaikan tangan lin jangan sok jago kalau akhirnya juga kalah"


"Gue mau berusaha Sat tapi mas Galih yang terus menerus melakukan kesalahan hingga gue ngerasa lelah dan terakhir kesalahan nya sangat fatal"


"Main tangan?" tanya Satria menyelidiki dan di jawab gelengan oleh Olin


"Terus?"


"Selingkuh" jawab Olin membuat Satria kaget, sekelas Galih menyelingkuhi Olin yang jelas-jelas sempurna di mata nya.


"Loe punya bukti?" tanya Satria dan diangguki Olin


"Bahkan gue pergokin sendiri" jawab Olin menarik nafas dalam dan menitikkan air mata


Olin cepat-cepat menghapus nya.


"Loe masih mau sama dia Lin?"


"Gue sendiri juga nggak tau Sat,gue ngerasa juga sebagai perempuan belum sempurna,belum bisa kasih dia anak mungkin itu alasan mas Galih selingkuh"


"Jangan jadikan anak alasan selingkuh Lin,itu semua sudah di takdir kan Tuhan kita manusia hanya menjalani nya,gue bukan sok ustad Lin tapi kalau urusan selingkuh gue nggak bisa terima"


"Lin berpisah lah dan nikah sama gue" ujar Satria memberanikan diri membuat Olin terkejut dengan permintaan sang sahabat.

__ADS_1


__ADS_2