Ketika Pembantu Jadi Madu

Ketika Pembantu Jadi Madu
Sakit


__ADS_3

"Sayang kaya' nya aku nggak enak badan deh,mual gitu bawaan nya" ujar Satria lemas


"Mungkin efek kebanyakan makan buah deh beb semalam,kan udah aku bilangin kamu nya ngeyel!" oceh Olin mendekat ke arah Sang suami yang masih terbaring di ranjang.


"Mungkin sayang,perut nya nggak enak banget sayang,huek....." Ucap Satria berlari ke kamar mandi memuntahkan isi perutnya.


"Nggak usah ngantor deh beb,aku panggil kan dokter ya"


"Jangan! Mungkin masuk angin biasa sayang,di bawa istirahat sambil peluk kamu juga siang sehat"


"Mau minum teh hangat " tawar Olin


"Boleh deh,tapi jangan manis-manis ya sayang,,lihat kamu juga udah manis"


"Gombal! Sakit-sakit masih aja jago ngerayu" gumam Olin menggeleng pelan.


Olin segera keluar kamar membuat kan teh dan bubur untuk Satria untuk meredakan rasa mual sang suami.


***


"Kamu berhenti saja bekerja" ujar Galih


"Tidak mas! semakin lama waktu ku di rumah membuat kewarasan ku hilang"tolak Gina

__ADS_1


"Kamu pikir kami ini orang gila apa" ketus Ibu Galih tidak terima dengan ucapan sang menantu


"Aku hanya ingin mencari aktivitas di luar bu, kepala ku mumet terus berhadapan dengan kalian"


"Kamu kira kami mau terus berhadapan dengan mu,lihat tu piring kotor menumpuk,baju juga,ibu tidak sanggup terus menerus mencuci"


"Ibu saja tidak sanggup kenapa memberikan pekerjaan pada ku,kata nya orang kaya cari pembantu dong kaya' tetangga sebelah,ada security nya lagi" ujar Gina memanasi


"Kamu kira aku tidak mampu membayar pembantu, lebih dari itu aku mampu,jangan meremehkan ku ya" ucap Maya ikut angkat bicara.


"Di buktikan bukan hanya omongan" ketus Gina lalu segera pergi.


"Itu perempuan yang kamu cintai Lih,cere kan saja dia, bisa nya cuma jadi benalu saja, mending Maya kemana-mana, istri Sholehah,baik dan pengertian" puji ibu Galih membuat Maya tersenyum malu.


****


"Aaaaaa"


"Bau nya nggak enak sayang" rengek Satria


"Tapi kamu belum makan nasi loh beb,ntar malah di rawat lagi"


"Tapi aku nggak suka bau nya sayang,aku lebih suka bau tubuh kamu"

__ADS_1


"Beb,ntar aku marah loh,makan dulu" tegas Olin membuat Satria membuka mulut nya.


"Gitu kan enak"ujar Olin tersenyum manis tapi baru saja masuk tiga suapan Satria sudah berlari ke kamar mandi membuat Olin khawatir,apa yang terjadi dengan suaminya ini.


"Beb, periksa aja yuk,aku takut kamu kenapa-kenapa" aku Olin khawatir


"Nggak usah sayang,aku takut,gimana kalau aku punya penyakit? Terus ganas lagi" jawab Satria bergedik ngeri


"Aku belum siap buat jauh dari kamu sayang,aku cinta banget sama kamu,aku nggak mau mati" ucap Satria memeluk tubuh Olin membuat Olin terdiam,dia juga belum siap jika harus berpisah dari Satria,baru saja meneguk manis nya rumah tangga mereka harus di hadapi dengan permasalahan.


Tanpa Olin sadari dia menitikkan air mata


"Clek" pintu terbuka lebar membuat Satria dan Olin melepaskan pelukannya


"Kata nya sakit tapi kok malah peluk-pelukan gini" ucap Mama Satria,Olin segera menghapus air mata nya


"Kamu apain menantu mama Sat,kamu siksa ya sampai Olin nangis gini"tuduh maa Satria sambil memukul lengan anak lelakinya itu lalu memeluk Olin.


"Aww....sakit ma,kan aku yang sedang sakit kok malah Olin yang di peluk" protes Satria


"Habis nya kamu nakal sih sama menantu kesayangan mama"


"Ma,Olin nangis sendiri bukan karena aku" jawab Satria membela diri tapi tetap tidak di terima oleh sang mama.

__ADS_1


__ADS_2