
Tangan kekar melingkar di perut sang istri yang masih ramping, Satria mencium aroma tubuh sang istri yang selalu menjadi candu nya dan tak ingin menjauh.
"Beb,kata nya mau makan mie instan lepas dulu dong nanti malah nggak enak mie nya" ujar Olin berusaha melepaskan tapi Satria terus mengeratkan pelukannya.
Satria terus mencium tengkuk Olin tanpa melepaskan pelukan nya,dia mengikuti langkah kaki sang istri dari belakang.
"Beb,susah gerak aku nya kalau kamu kaya' gini" protes Olin lagi tapi sama sekali tidak di dengar kan Satria justru dia membalikkan tubuh sang istri dan mencium nya membuat Olin yang mendapat serangan mendadak terdiam.
Satu tangan lelaki tampan itu mematikan kompor dan satu lagi bermain di tubuh sang istri tanpa melepaskan tautan bibir mereka.
Olin yang ikut terpancing gairah nya mengalungkan tangannya di leher Satria, Daster yang di kenakan Olin di koyak begitu saja oleh sang suami hingga menampakkan bagian favorit sang suami.
******* yang terdengar di dapur itu menjadi alunan merdu untuk kedua insan yang sedang mabuk cinta ini, beruntung sang pembantu sudah pulang dan tidak melihat kelakuan majikan nya ini.
Satria mendudukkan Olin di kitchen set lalu menarik benda yang menjadi penutup surga dunia itu.
Erangan terdengar jelas di dalam dapur itu membuat suasana semakin panas dan Satria bertambah semangat.
Cairan yang keluar saling bertabrakan hingga nafas keduanya saling memburu, Satria mengecup kening Olin setelah menyelesaikan hajatnya.
"Terimakasih sayang" bisik nya lembut
Olin melirik ke arah panci nya dan melihat mie yang sudah mengembang membuat nya mencebik.
__ADS_1
"Kita pesan gofood aja sayang, sebentar aku ambil hape dulu" ujar Satria membuat Olin menghela nafas panjang, suaminya benar-benar tidak tau tempat, hari ini dapur menjadi tempat pertama di luar kamar mereka setelah ini di mana lagi?
Olin mengambil daster yang di sobek Satria tadi dan melihat nya dengan menggelengkan kepala sambil cemberut melihat nasib daster nya berakhir malang.
"Bisa-bisa aku tidak punya baju lagi kalau terus begini" gumam Olin berjalan masuk kedalam kamar mereka.
Setelah mandi Olin keluar untuk makan malam karena pesanan Satria sudah datang,Olin dam Satria makan dengan lahap nya karena memang tenaga mereka terkuras habis hari ini selain membersihkan rumah Olin juga harus melayani Satria.
Olin mengeratkan pelukannya dia sangat bahagia menjadi istri Satria,dia berharap pernikahan nya ini yang terakhir dan akan awet sampai tua.
Satria sedang memainkan ponsel nya untuk mengecek pekerjaan sesekali mencium kening Olin.
"Beb,kapan kita masuk kerja?" tanya Olin
"Yah kok gitu beb,aku juga mau kerja bosan kalau di rumah"
"Untuk seminggu ini kamu di bebas tugas kan dari kantor sayang,tugas mu hanya melayani ku" ujar Satria sambil meremas satu P******a Olin.
"beb.......sakit!"ringis Olin
"Tapi kamu suka kan? Tadi aja sampai merem-melek gitu" goda Satria membuat Olin malu dan membenamkan wajahnya di dada lelaki tampan ini.
Satria tertawa kecil melihat tingkah malu-malu sang istri.
__ADS_1
"Sayang kenapa kamu bisa seperti anak P*****n?" tanya Satria penasaran
"Aku perawatan beb, memang sengaja di buat sempit biar kamu nggak macem-macem" jawab Olin jujur
Satria mencium kening Olin dan tersenyum manis menatap sang istri.
"Kamu perempuan pertama dan terakhir yang akan selalu aku cintai" ujar Satria membuat Olin mengeratkan pelukannya lagi.
"Tidur yuk beb ngantuk" ajak Olin dan diangguki Satria, sepasang pengantin baru ini pindah ke dalam kamar.
"Sayang kalau bobok nggak usah pake apa-apa ya"
"Yang ada aku masuk angin,mana AC nya dingin banget lagi"
"Kan ada selimut sayang,aku mau ini" tunjuk Satria pada Dada Olin.
"Ha! Gimana cara nya aku tidur kalau kamu gini beb"
"Tidur saja sayang tidak ada yang ganggu kok"
Olin menggeleng kecil bagaimana cara dia bisa memejamkan mata kalau Satria terus memainkan bagian favorit nya itu seperti bayi yang kehausan.
Olin berusaha memejamkan mata nya tapi tetap tidak bisa alhasil terjadi ronde kedua malam ini karena tongkat sakti itu sudah menegang sempurna.
__ADS_1