
Malam ini terakhir mereka di Lombok besok Satria dan Olin harus pulang ke Jakarta karena banyak pekerjaan yang sudah menunggu mereka.
"Lin,gue minta jangan jauhi gue ya"
"Apa alasan gue buat jauhi loe? Lagian jauhi loe juga makin dekat" jawab Olin sambil mengunyah makanan nya.
"Gue mau loe ngerasain cinta gue lin, meskipun loe belum bisa balas gue nggak masalah yang jelas gue mau loe nggak jauhi gue" pinta Satria
Olin mengambil air mineral nya dan meneguk hingga tandas.
"Kasih gue kesempatan Lin,gue bakal bahagiain loe,gue janji "mohon Satria menggenggam tangan Olin, lagi-lagi Olin menghela nafas panjang,tiap hari di suguhkan hal manis seperti ini jelas lama-lama dia akan luluh apalagi separuh hati nya memang ada Satria.
"Gue kasih loe kesempatan tapi gue nggak mau sampai mas Galih tau karena gue dan dia belum bercerai tapi jika kita nggak cocok loe jangan marah ya" jawab Olin membuat Satria tersenyum kecil,dia bahagia Olin mau memberikan nya kesempatan meskipun harus bersaing dengan suami sah Olin.
Malam ini mereka menghabiskan waktu berdua bahkan Satria tidur lagi di kamar Olin.
__ADS_1
****
Pagi ini Maya sudah bersiap merapikan semua pakaian nya, sesuai kesepakatan mereka semalam Maya dan Galih akan bulan madu ke Bali besok pagi.
Hati Gina serasa ingin meledak tapi semalam Galih datang memberikan pengertian pada Gina kalau dia hanya mencintai Gina bukan Maya,Maya hanya akan menjadi ATM bagi Galih.
"Ingat janji mu mas sepulang dari Bali aku mau ada pembantu di rumah ini,cukup sudah aku di jadikan pembantu orang ibu mu itu"ucap Gina cemberut.
"Iya sayang nanti aku bujuk Maya supaya ada pembantu lagi,oh ya aku mau minta jatah dulu sebelum pergi besok,aku mau puas-puasin dulu dengan kamu"
"Minta saja sama istri baru mu itu" ketus Gina
"Ck...jangan coba-coba merayu ku mas"
"Ayolah sayang kita main cepat" bujuk Galih yang sudah meraba tubuh Gina,Galih tak sepenuhnya berbohong Gina lebih bisa memuaskan nya di ranjang dari pada Maya dan Olin ini yang menyebabkan Galih tidak bisa melepaskan Gina meskipun dia perempuan yang tidak punya penghasilan.
__ADS_1
Sampai saat ini Maya belum tau kalau Gina juga istri Galih karena semua nya di sembunyikan dari Maya.
****
Olin membuka mata nya perlahan,tangan kekar Satria menempel di perut nya, sudah dua malam ini mereka tidur satu ranjang meskipun tidak berbuat apa-apa Olin merasa bersalah karena sudah mempermainkan pernikahan, munafik memang jika di dengar karena Galih juga berselingkuh dari dirinya tapi Olin ingin semua nya di selesaikan baik-baik terlebih dahulu.
Dia memberikan kesempatan pada Satria bukan berarti memberikan tubuh nya karena status Olin belum ada kejelasan apalagi keluarga Olin belum tau mengenai hubungan mereka.
"Sat,bangun ntar kita telat ke bandara nya" ujar Olin,bukan bangun Satria justru mengeratkan pelukannya pada Olin
"Sat ini sudah jam delapan, penerbangan kita jam berapa?" tanya Olin
"Gue sudah pesan pukul empat sore Lin, tidur lagi aja dulu" jawab Satria menarik Olin dalam pelukan nya"
"Kebo loe" ucap Olin memukul Satria dengan bantal nya, secara dia sudah ketakutan telat ternyata lelaki tampan ini memilih penerbangan sore, terkadang Satria sering kali memberikan nya kejutan.
__ADS_1
"Gue tau kalau sudah tidur sama loe malas bangun jadi gue pilih penerbangan sore," ujar Satria masih dengan mata terpejam dan bibir nya menyentuh kepala Olin.
Perasaan Olin sangat tenang berada dalam dekapan lelaki yang dia cintai ini jauh berbeda dengan Galih yang selalu menyakiti nya.