
"Ini pasti ulah ibu" tuduh Galih
"Kok jadi ibu sih Lih, salah mereka dong yang nggak kasih tau warga kalau mereka sudah menikah" jawab ibu Galih tidak terima dengan tuduhan anak nya itu
"Bu, masalah ibu apa sama Olin sampai segitu benci nya ibu sama dia? Aku dan dia sudah berpisah seperti permintaan ibu kan" ujar Galih menghela nafas panjang
"Mau nya ibu dia tidak menikah lagi Lih,habis nya sok banget berani cerai dari kamu"
"Bu,Olin juga manusia yang punya batas sabar mungkin ini juga kesalahan ku"
"Kenapa kamu jadi bela dia sih lih,saya ibu kamu!" bentak ibu Galih
"Mungkin maksud mas Galih itu jangan urusin Olin lagi bu" potong Gina
"Diam kamu,jangan ikut campur semua ini juga gara-gara kamu" tunjuk ibu Galih
"Kol jadi aku sih bu,aku juga nggak suka kalau Olin nikah sama mas Satria"ungkap Gina jujur karena baru saja merencanakan ingin mendekati Satria eh malah sudah menikah dengan Olin.
"Kenapa kamu jadi nggak suka juga? Jangan bilang kamu suka dengan Satria" tuduh ibu Galih
"Apaan sih buk kok malah ngomong ngawur begitu" ucap Gina lalu pergi meninggalkan Galih dan sang mertua.
****
__ADS_1
"Kok bisa kepikiran ngeliatin buku nikah kita sayang?" tanya Satria saat mereka sudah di kamar setelah makan malam.
"Hanya itu senjata satu-satunya agar mereka percaya dan langsung pergi beb,lagian aku juga enek lihat tu nenek lampir"
"Hahahaha....mantan mertua kamu itu sayang, nggak baik ngomong sembarangan"goda Satria
"Jangan mengejek ku,aku menyesal pernah menikah dengan anak nya dan semua ini juga karena kamu beb" tuduh Olin membuat Satria kaget
"Kok aku?"
"Coba kamu nggak pake kuliah jauh pasti kita nggak akan pisah,ini karena kamu pergi aku jadi sendirian dan Galih memberikan perhatian pada ku ya aku terima"
"Kamu nya aja yang nggak bisa nunggu,aku kan kuliah demi masa depan kita juga,kalau karir ku bagus kan kamu juga yang bangga"
"Tau ah" kesal Olin menarik selimut dan menutupi tubuh nya membelakangi Satria
"Nggak usah ngambek lagi sayang, semua nya sudah berlalu yang terpenting kedepannya rumah tangga kita"
"Sayang jawab dong jangan ngambek" rengek Satria memeluk tengkuk Olin dan mengecup nya lembut.
"Beb,aku lelah"
"Jangan ngambek sayang,aku ingin bicara tentang bulan madu kita" ucap Satria membuat Olin membalikkan tubuhnya menghadap sang suami
__ADS_1
"Gitu dong,aku mau lihat wajah cantik istri ku ini" rayu Satria
"Ck...gombal! Tadi hape kamu bunyi tuh,Dania telpon"
Satria menghela nafas panjang jika salah-salah bicara bisa-bisa istri nya ini akan merajuk kembali.
"Palingan juga bahas pekerjaan"
"Kenapa nggak di kantor aja?"
"Mana aku tau sayang, lagian nggak usah di angkat juga"
"Aku pusing dengerin hape kamu bunyi mulu"
"Tinggal di sailent sayang"
"Ntar ada telpon penting"
Satria menghela nafas berat lagi-lagi Olin memancing nya, Satria segera mengambil ponselnya dan menyerahkan pada Olin.
"Kamu blok aja nomer nya biar nggak ribet sayang"
Olin tersenyum kecil mengambil ponsel Satria,di lihat nya foto profil di layar ponsel Satria, foto pernikahan mereka.
__ADS_1
"Ini"ujar Olin lagi mengembalikan ponsel sang suami setelah memblokir nomor Dania.
"Sudah di blok?" tanya Satria dan di anggukki Olin dengan tersenyum kecil lalu memeluk tubuh Satria.