
Satria menjelaskan pada papa dan mama nya kalau dia dan Olin memang menjalin hubungan serius dan setelah perceraian Olin dia akan menikahi Olin, Meskipun Papa dan mama Satria mendengar nya sedikit tabu tapi dia menyetujui nya karena mama Satria memang menyukai Olin dari dulu.
Beberapa hari berlalu Galih dan Maya sudah pulang dari berbulan madu dan Olin sudah memasukkan gugatan cerai nya ke pengadilan meskipun dia belum bertemu langsung pada Galih dia berpikir juga tidak akan mungkin mempertahankan rumah tangga yang akan membuat nya Gila itu.
"Bawa itu semua jangan di liatin aja" kesal Maya pada Gina
"Masuk saja May nanti mas yang bawa" sahut Galih
"Kenapa harus mas yang bawa sih mas,dia kan pembantu di rumah ini ya dia yang bawa mas,ayo kita masuk" ajak Maya menarik tangan Galih
Terlihat kesal di wajah Gina tapi dia tidak bisa berbuat apa-apa karena dia bukan istri yang di inginkan keluarga Galih.
"Bawa! Tunggu apa lagi" bentak ibu Galih
Galih bak kerbau yang di colok hidung nya menurut saja dengan ibu dan Maya sang istri.
"Bu nanti ya kita bongkar oleh-oleh nya aku lelah sekali mau tidur dulu,aku sudah belanja banyak buat ibu"
"Iya May, tidur saja dulu ya,ibu tau kamu dan Galih lelah nanti saja soal oleh-oleh nya" sahut ibu Galih membuat Gina semakin geram.
****
Satria yang baru datang langsung melingkar kan tangan nya di pinggang Olin membuat Olin tersentak kaget karena ini di kantor.
"Sat,lepas deh nanti di lihat orang nggak enak"
__ADS_1
"Sayang,aku sudah nggak sabar buat nikahin kamu,nikah yuk!" bisik Satria mengecup lembut tengkuk Olin
"Sat,lepas deh nggak enak sama yang lain kalau ada yang lihat" ujar Olin lagi tapi Satria sama sekali tidak mengindahkan nya justru dia makin mengeratkan pelukannya membuat Olin gerah,Olin menginjak kaki Satria dengan hells nya agar Satria melepaskan pelukan nya karena ada lewat.
"Awww" pekik Satria melepaskan pelukan nya
"Kenapa pak Satria?" tanya salah satu karyawan nya yang mendengar pekikan Satria
"Iya kenapa pak?" tanya Olin pura-pura tidak tau sambil menahan senyumnya
"Tidak ada apa-apa hanya kepentok meja" jawab Satria ketus
"Hati-hati dong pak di sini banyak benda tajam" ingat Olin lagi lalu pergi meninggalkan Satria yang kesakitan sendiri.
****
"Kamu memang menantu ibu yang paling the best deh May makin sayang sama kamu" puji ibu Galih lagi sambil terkekeh kecil,Gina yang melihat nya mengepalkan tangan kesal bahkan dari tadi Galih tidak beranjak dari tempat duduk nya untuk menghampiri Gina.
"Awas kamu mas,malam ini akan aku kunci pintu nya, tidur saja terus sama si gembrot itu" gumam Gina kesal
Ibu Galih masih terus memilah oleh-oleh yang di berikan Maya
"Kalau begini pasti Jihan bakalan suka ini Lih"
"Kenapa Jihan nggak di bawa ke sini saja bu?" tanya Maya
__ADS_1
"Dia masih kesekolah nanti setelah tamat dan mau kuliah Jihan bakalan tinggal di sini May,kamu nggak keberatan kan?"
"Ya nggak lah bu,Jihan kan adik mas Galih ya berarti adik ku juga bu" jawab Maya lembut
"Kamu memang baik May nggak salah ibu pilih jadi menantu,oh ya Lih ibu lupa Jihan minta kirim uang jajan kata nya habis"
"Bu,aku mana ada uang kan ibu tau sendiri aku baru pulang bulan madu nggak kerja, uang tabungan di bawa Olin semua" alasan Galih
"Terus gimana Lih, kasihan kan Jihan kalau nggak ada uang jajan nya"
"Hemat dulu lah bu,bilang sama Jihan"
"Mana bisa Lih,dia harus sekolah"
"Bu,jangan khawatir nanti aku yang kirim uang jajan Jihan,ibu kasih aja nomor rekening nya ya,besok aku kirim kan" potong Maya
"Yang bener May?" tanya Ibu Galih
"Iya bu,tenang aja ya"
"Astaga May, kamu memang baik sekali, nggak sia-sia perjuangan ibu bawa kamu ke Jakarta, makasih ya May"
"Ibu nggak usah muji terus,Aku jadi nggak enak bu" sahut Maya
Gina mendengar percakapan itu membuat hati nya semakin kesal,Maya bisa mengendalikan semua nya karena uang sedangkan dia apa? Dia juga butuh uang.
__ADS_1