Ketika Pembantu Jadi Madu

Ketika Pembantu Jadi Madu
berdebat


__ADS_3

"Letakkan di sana saja bik" ujar Olin


"Bibi bisa pulang saat saya pulang pukul 4 sore setelah pekerjaan selesai dan datang jam 7 pagi, untuk sarapan saya bisa membuat nya bik" jelas Olin dan diangguki bik Ida patuh,Olin menjelaskan semua pekerjaan rumah nya dari dapur hingga seluruh rumah kecuali kamar nya,Olin tidak suka kamar nya di masuki orang lain karena selain trauma Olin sedikit risih karena itu ruang pribadi.


Olin menyusun semua baju nya di lemari kamar dan membersihkan kamar Satria, meskipun tidak terlalu kotor tapi tetap ada debu nya karena sudah beberapa pekan tidak di tunggu lelaki tampan itu.


Ceklek pintu terbuka, Satria membawa nampan berisi nasi lengkap dengan lauk yang dia beli Online,Hari ini bik ida belum masak karena mereka belum belanja kebutuhan dapur.


"Makan dulu sayang,mau aku suapi?" tanya Satria meletakkan nampan di atas meja hias.


"Kenapa di bawa ke sini Beb,aku kan bisa turun ke bawah setelah ini selesai" jawab Olin


Satria berjalan mendekati Olin, terlihat peluh di wajah cantik ini membuat Satria tidak tahan untuk tidak mencium nya,Olin terlihat sangat seksi.


Kecupan singkat mendarat di bibir sang istri.


"Ihhh......bau beb, banyak keringat nya" ujar Olin malu


"Justru berkeringat gini tambahan seksi Sayang,mau di suapin nggak?" tanya Satria lagi.

__ADS_1


"Nggak usah aku bisa sendiri,aku cuci tangan dulu ya" jawab Olin dan diangguki Satria.


Olin keluar kamar mandi dengan wajah yang sedikit segar karena sudah di cuci,Olin mengambil nasi yang sudah di bawa oleh Satria tadi.


"Kamu nggak makan beb?" tanya Olin


"Lihat kamu makan aja udah kenyang sayang"


"Gombal" cebik Olin membuat Satria gemas jika saja sang istri tidak sedang makan pasti sudah dia cium.


"Beb,bik ida sudah makan?" tanya Olin teringat akan pembantu mereka.


Olin menghela nafas lega dia tidak mau pembantu nya itu kelaparan bekerja dengan nya.


"Besok kita belanja kebutuhan dapur ya sekalian kamu beli apa yang kamu butuhkan untuk rumah ini, maklum selama ini aku tinggal sendiri jadi masih banyak yang kurang"jelas Satria dan diangguki Olin pelan.


*****


"Gin,kalau masak jangan pedas-pedas dong aku kan ada riwayat asam lambung jadi nggak sanggup makan seperti ini" gerutu Maya

__ADS_1


"Bawel! sudah untung aku mau masak" jawab Gina pelan


"Iya Gin,ibu juga tidak bisa makan terlalu pedas kamu ini gimana sih mau ngeracunin kami semua"


"Bu, kalau nggak bisa makan pedas di tambahin kecap dong"


"Mana enak" kesal ibu Galih membuat Gina mengepalkan tangannya,ada saja salah nya di mata Maya dan sang mertua nya ini.


"Sudah-sudah makan saja jangan terus berdebat" lerai Galih


"Besok jadwal kamu kontrol itu lih,gimana perkembangan kaki kamu sudah bisa bergerak?" tanya ibu nya


"Sudah bu, meskipun sedikit-sedikit sudah bisa bergerak"


"Kamu temani Galih besok May untuk kontrol"


"Kenapa Maya terus sih bu nggak aku saja,aku kan juga istri mas Galih" protes Gina


"Kamu punya uang buat bayar nya?" tanya ibu Galih membuat Gina terdiam, lagi-lagi masalah uang membuat sang mertua membedakan nya dengan perempuan gendut itu,awas saja kalau dia bisa menghasilkan uang nanti sudah pasti sang mertua orang yang pertama dia hina.

__ADS_1


Galih menggenggam satu tangan Gina di bawah meja makan agar sang istri nya ini sedikit tenang,jujur jika di bandingkan dengan Maya Galih jauh mencintai Gina tapi di bandung kan Olin,Galih masih menyimpan harapan banyak agar Olin mau kembali pada nya.


__ADS_2