
"Yang" panggil Satria saat mereka masuk kedalam rumah,Olin menoleh tapi wajahnya masih terlihat kesal.
"Maaf yang" ujar Satria mengekori Olin saat masuk kedalam kamar
"Buat apa?"
"Buat semua nya, semua nya aku yang salah sayang,bukan kamu,kamu boleh mukul aku tapi jangan diamkan aku begini yang, bisa mati aku" jawab Satria cepat,dia mau cari aman tidak mungkin tidur memeluk guling malam ini.
"Terserah kamu mau ngapain" kesal Olin
"Yang,udahan dong ngambek nya, lebih enak sayang-sayangan lebih asik"
"Aku nggak ngambek kok cuma sedang nggak mood aja sama kamu"
"Nggak mood kamu mengerikan yang,kaya Suzanna pemain film horor itu loh tatapan nya"
"Sembarang aja kalau ngomong" jawab Olin bertambah kesal.
****
"Mas aku nggak bisa terus-terusan ngasih kamu dan ibu kamu uang, sekarang ayah ku nggak jadi kades lagi"ucap Maya membuat Galih terkejut.
"Terus dari mana kita bisa makan?"
"Aku juga nggak tau mas, mungkin kamu bisa kerja"
__ADS_1
"Kalau ujung-ujungnya aku kerja buat apa kau nikahin kamu"ketus Galih
"Mas,kamu itu lelaki kepala keluarga seharusnya kamu yang memberikan nafkah di rumah ini,bukan malah Keluarga aku terus mas" protes Maya
"Siapa suruh kamu datang ke Jakarta buat ganggu hubungan aku dan Olin,aku,Olin dan Gina sudah damai hidup di rumah ini kamu justru datang menghancurkan semua nya"
"Mas apa-apaan kamu! Berani-beraninya kamu marah sama aku mas,kamu sadar aku yang mengurus kamu saat kamu lumpuh,aku yang kasih semua biaya nya dan sekarang kamu bentak aku! Wajar Olin dan Gina meninggal kamu mas,kamu hanya benalu"
"Plak" satu tamparan di layangkan Galih untuk Maya
"Kamu tampar aku mas, kamu tampar aku" ujar Maya mengisak
"Galih,Maya! Apa-apaan kalian"
"Mas Galih Tampar aku bu" adu Maya
"Bu dia sudah berani menghina aku bu" jawab Galih
"Apapun alasannya kamu minta maaf pada Maya, Minta maaf Lih"
"Nggak bu,aku kepala keluarga di rumah ini,bukan dia atau ibu" tegas Galih lalu meninggalkan Ibu nya dan Maya.
Galih memilih pergi menenangkan diri malam ini,dia tidak ingin khilaf lagi.
***
__ADS_1
Satria menggeliat kan tubuh nya, semalam dia tidak tidur dengan nyenyak karena tidak bisa memeluk tubuh sang istri karena Olin masih marah.
Satria membuka mata nya melihat di sebelahnya tidak ada lagi Olin, kemana istri nya pergi.
Satria segera keluar kamar mencari Olin tapi tidak terlihat di dalam rumah.
"Bik,mana istri saya?" tanya Satria
"Ibu sedang di luar pak menyiram tanaman" jawab sang bibi, memang sejak tidak ke kantor lagi Olin banyak menghabiskan hari nya dengan tanaman,Olin lebih suka dengan bunga saat ini.
Satria memeluk tubuh sang istri dan mengecup pipi Olin dari belakang.
"Sayang, nggak enak banget kalau kamu marah, semalam aku nggak bisa tidur nyenyak sayang" rengek Satria
"Beb, lepas malu di lihat tetangga"
"Kenapa harus malu kita suami istri kok,kalau ada yang iri tanda tidak mampu" jawab Satria
Galih yang pagi itu baru pulang tidak sengaja melihat kemesraan Olin dan Galih dari luar,Galih tadi ingin membuka pintu pagar tapi justru melihat Olin dan Satria berpelukan membuat hatinya semakin panas apalagi Satria tengah mengelus perut Olin yang membesar.
"Sayang,masuk yuk mandi bareng" ajak Satria
"Tapi aku masih mau siram tanaman dulu beb, lihat tu yang di sana belum di siram,ini juga belum" tunjuk Olin
"Biar di lanjut bibi saja kamu temani aku mandi" ajak Satria menggendong Olin.
__ADS_1
"Beb,turun! Aku berat loh, nanti jatoh" pekik Olin ketakutan
Satria dengan berhati-hati terus membawa sang istri ke dalam kamar.