
Olin pulang sedikit larut karena memang pekerjaan nya menumpuk saat pulang Olin sengaja mampir dulu buat beli makanan sang suami tapi Olin sedikit bingung saat memarkir kan motor nya di garasi dia mendengar suara tawa perempuan dari dalam rumah membuat Olin penasaran siapa yang tertawa begitu bahagia nya.
Saat Olin membuka pintu rumah nya terdengar suara tawa lebih dekat lagi dan Olin terkejut melihat kehadiran sang mertua yang sedang duduk di depan televisi dan ada perempuan di sebelah nya yang Olin tidak mengenali nya.
"Ibu" sapa Olin mendekat dan mencoba meraih tangan sang mertua untuk di cium.
"Baru pulang kamu?" tanya ibu Galih ketus meskipun tangan nya di cium Olin dia tetap tidak akan suka!
"Iya bu"
"Jam segini baru pulang,kamu tau nggak dari pagi suami kamu di rumah sedangkan kamu keluyuran di luar, istri macam apa kamu ini Lin?" marah Ibu Galih
"Bu,Olin baru pulang dia masih capek jangan di ajak ribut" bela Galih
"Jangan terus kamu bela dia lih,ini yang membuat nya ngelunjak dan kurang ajar sama kamu sama ibu, nggak tau balas Budi perempuan ini"tunjuk ibu Galih membuat Olin tertunduk ingin melawan tapi Olin masih berpikir,dia tidak ingin di cap sebagai menantu durhaka, tidak melawan saja sudah di durhaka di katakan mertua nya apalagi melawan.
"Bu,aku lelah" jawab Olin,dia benar-benar stress akhir-akhir ini menghadapi sikap Galih dan kini sang mertua datang untuk berdebat dengan nya.
__ADS_1
"Aku ini mertua mu Lin,jangan belagu kamu ini rumah anak ku dan kamu bisa saja aku usir kapan pun aku mau jadi jangan sok kamu ya" tekan ibu Galih membuat Olin menghela nafas berat,Olin sudah sering mendengar kalimat itu baik langsung maupun dengan media telpon jadi dia tidak masalah lagi.
Olin meninggalkan ibu Galih dan segera masuk kamar, Olin capek pikiran dan capek badan jadi dia tidak mau berdebat dengan sang mertua hanya menambah beban hati nya saja.
Galih menyusul Olin ke dalam kamar dia takut Olin tersinggung dengan ucapan sang ibu.
"Sayang maaf kan ibu ya,kamu tau sendiri kan ibu bagaimana"
"Sudah lah mas aku sudah terbiasa dengan ucapan ketus ibu mu jadi ya biasa saja tidak masalah untuk ku"jawab Olin mencoba tersenyum paksa
"Lin,kamu tau sendiri kan mama bagaimana? tidak suka di bantah"
"Harap di maklumi lah sayang, jangan merajuk ya"bujuk Galih menarik Olin kedalam pelukan nya
"Mas aku baru pulang jadi tolong jangan berikan aku beban pikiran dulu ya,aku lelah mas"tolak Olin mendorong pelan tubuh sang suami
"Oke-oke maaf kan mas ya,kamu istirahat saja mas temani mama di luar,nanti mas akan kembali lagi untuk temani kamu"ucap Galih dan di anggukki Olin pelan.
__ADS_1
Galih keluar dari kamar dan duduk di samping ibu nya yang tengah menonton televisi.
"Sudah kamu bujuk istri manja mu itu,nanti nyonya itu malah murka dan ibu di usir nya "sindir ibu Galih
"Bu, sudah donk bahas olin mulu"
"Gimana ibu mau Selesai bahas dia orang dia topik utama,dia inti permasalahannya"
"Tapi nggak gini juga bu,Olin istri ku jadi dia berhak dengan rumah ini"
"Yang bilang nggak ada hak siapa? Nggak ada kan Lih,kamu nya aja yang sensitif sama seperti dia"
"Lih, Maya ini mau jadi istri kedua kamu loh,ibu rasa kamu harus mencoba nya Lih"
"Bu-"
"Lih,kalau kamu menikah dengan Maya otomatis di kampung ibu punya besan dan ibu punya saudara buat berbagi Lih,coba kamu pikirkan itu"potong ibu Galih
__ADS_1
"Tapi bu-"
"Lih,ibu beri waktu dua hari untuk membujuk Olin karena ibu tidak ingin kecewa,ibu butuh cucu segera " tekan ibu Galih tanpa mereka tau kalau Gina mendengar semua nya,Gina kesal dengan kedatangan sang mertua yang benar-benar memaksa suami nya untuk menikah lagi.