
Tamu-tamu berdatangan untuk menyaksikan upacara pernikahan Olin dan Satria hari ini.keluarga Olin sibuk menyambut para tamu begitu juga papa dan mama Satria yang sibuk dengan rekan bisnis nya yang berdatangan.
Naya dan Dani sibuk mengatur letak tata makanan untuk para tamu.
Sebentar lagi acara ijab qobul akan di mulai,Olin juga masih di rias.
"Lihat Olin di dalam sayang" perintah Gusti dan di anggukki Naya patuh
Olin tersenyum melihat tubuh nya yang sudah terbalut gaun pengantin sebentar lagi dia akan menjadi nyonya Satria, menjadi istri lelaki yang dulu menjadi sahabat nya.
Tak di pungkiri wanita cantik ini dia sedang gugup meskipun ini pernikahan kedua nya tapi Olin tetap merasakan jantung nya berdegup kencang,semalam saja dia tidak bisa tidur memikirkan hari ini.
Olin berharap ini pernikahan terakhir nya sampai maut memisahkan dirinya dengan Satria.
"Sumpah mbak aku gugup banget" ujar Olin pada Naya yang baru datang
"Kaya' anak perawan aja loe mbak" celetuk Dani yang berada di belakang Naya
"Emang gue perawan" jawab Olin santai
__ADS_1
"Jangan bilang kamu nggak pernah di apa-apain Galih Lin" ujar Naya curiga
"Hahaha.... bercanda mbak,habis nya Dani ngeledekin mulu,tapi aku sudah revarasi loh mbak"
"Maksudnya?" tanya Naya tidak mengerti
"Ya di perbaiki lagi mbak biar lebih kenceng kaya' anak perawan" jawab Olin pelan membuat Naya menggeleng mendengar ucapan sang adik ipar, ternyata Olin sudah mempersiapkan semua nya sebelum menikah dengan Satria.
"Semoga loe bahagia ya mbak dengan mas Satria" ujar Dani tulus pada kakak perempuan nya ini.
"Makasih ya dek, meskipun elu nyebelin tapi masih punya hati"
"Mbak lihat tu si Dani godain aku mulu" rengek Olin
"Dan,nanti riasan Olin malah hancur loh"tegur Naya
"Biarin hancur mbak biar mas Satria tau siapa sesungguhnya calon istri nya ini" canda Dani lagi membuat Naya yang marah ,Dani segera kabur setelah puas menggoda sang kakak.
"Sudah siap sayang? Olin sudah di panggil" ujar Gusti pada sang istri.
__ADS_1
"Sebentar mas lagi benerin makeup nya,Dani ganggu Mulu tadi"
"Cepetan ya Lin,Ijab qobul nya sudah selesai"
"Ha.... secepat itu mas?" tanya Olin tak percaya dia sudah menjadi istri sah dari Satria
Tiba-tiba Olin menangis,bukan karena sedih tapi bahagia Satria menjadi suaminya.
"Lin,kenapa malah nangis,ini riasannya nanti luntur" ingat Naya menghapus dengan Tisu air mata Olin
Proses pernikahan yang berlangsung dengan cepat membuat Olin sedikit syock, dengan di dampingi Naya dan Gusti sang kakak Olin keluar dari kamar pengantin nya menuju pelaminan.
Satria sedikit menganga melihat kecantikan Olin dengan gaun putih yang sudah mereka pilih kemarin, sangat cantik dengan tubuh ramping dan wajah yang memang cantik dari dulu.Olin menatap wajah sang suami yang terlihat tampan lalu menunduk malu.
"Kamu cantik sayang, sangat cantik" bisik Satria pelan membuat wajah Olin semakin tertunduk malu.
Para tamu undangan sedang menikmati hidangan yang sudah tersedia sementara Satria dan Olin sibuk dengan mengabadikan momen penting ini, awalnya Satria ingin pernikahan di gedung tapi mama Olin menolak dia ingin pernikahan dia adakah di rumah nya karena selain halaman mereka luas mama Olin ingat pesan almarhum suami nya yang harus menikahkan anak mereka di rumah yang sudah memberikan banyak kenangan untuk mereka, meskipun di rumah kesan mewah tetap terlihat dari hiasan yang megah dan semua makanan yang nikmat.
Akhirnya Olin dan Satria resmi menjadi suami istri hari ini, terlihat jelas wajah bahagia Olin dan Satria yang sama sekali tak berhenti tersenyum lebar, kebahagiaan itu juga di rasakan keluarga Olin terutama mama nya dia yakin Satria suami yang baik,bisa membimbing Olin dan menjaga anak perempuan nya itu.
__ADS_1