Ketika Pembantu Jadi Madu

Ketika Pembantu Jadi Madu
Sesuai peraturan


__ADS_3

"Aww.....aw...... Sakit Sayang" pekik Satria saat Olin mengompres kaki nya.


"Salah kamu juga sih main peluk saja"


"Mau gimana lagi orang kangen" celetuk Satria


"Kangen apa nya tiap hari juga ketemu"


"Sayang kamu nggak ngerasain apa kangen itu bikin pusing kepala" ujar Satria membuat Olin hanya tersenyum tipis percuma melawan ucapan kekasih nya ini tidak akan pernah menang kalau urusan cinta.


"Gimana udah mendingan?" tanya Olin


"Kalau kamu di sini ya nggak bakalan sakit sayang tapi kalau kamu pergi sakit lagi"


"Sat, gue serius nih"kesal Olin, Satria langsung mengecup bibir Olin sekilas


"Satria!" bentak Olin karena ini di dalam ruangan Satria


"Kenapa? Mau marah! Ini sesuai peraturan sayang, nggak ada panggilan elu gue"


Olin hanya bisa menghela nafas berat sahabat nya ini sekarang berbuat sesuka hatinya tapi sebenarnya Olin juga suka hanya saja Olin ingin hubungan nya dan Galih berakhir dulu.

__ADS_1


****


Galih memikirkan Olin yang tak kunjung pulang ke rumah apa dia harus datang ke rumah mama Olin karena bagaimana pun juga hubungan nya dan Olin belum berakhir.


"Sedang apa mas?" tanya Maya yang melihat Galih duduk sendirian di taman belakang


"Sial! Perempuan itu seperti siluman yang selalu ada di sekitar mas Galih" gumam Gina,tadi dia yang ingin menghampiri Galih tapi Maya sudah duluan.


"Tidak ada apa-apa hanya memikirkan Olin" jawab Galih jujur dia ingin Maya tau kalau bukan hanya Maya yang berhak menjadi istri nya.


"Kenapa mikirin perempuan mandul itu sih mas,kan ada aku" rengek Maya sambil menjatuhkan tubuhnya di paha Galih membuat Galih sedikit meringis karena bobot tubuh Maya lumayan besar tidak seperti Olin dan Gina.


"Kalau begitu cepat ceraikan dia mas,biar hanya aku yang menjadi istri kamu satu-satunya,aku yakin kita akan segera punya anak dan hidup bahagia mas"


"Aku harus pikirkan lagi May"


"Mas nggak perlu di pikirkan lagi mas sudah ada aku perempuan yang akan setia menemani mas sampai kakek nenek nanti"


"Huek......mual gue dengerin nya,belum tau aja kalau mas Galih itu pengangguran cuma modal k****l doang , untung aja bisa muasin kalau nggak udah lama gue tinggal" gumam Gina yang masih melihat Galih dan Maya.


"Hey...ngapain kamu di situ?" tanya ibu Galih

__ADS_1


"Nggak ngapa-ngapain bu,cuma mau bersih-bersih"


"Alasan aja kamu,mau ngintip Galih sama Maya ya!" tebak Ibu Galih


"Kamu itu harus sadar diri Gin, meskipun Maya gembrot tapi dia punya uang banyak dan bisa ngidupin kami sekeluarga nggak kaya kamu yang modal tampang doang tapi kere" ketus ibu Galih


"Bukannya yang seharusnya ngidupin itu lelaki ya bu,kok malah jad perempuan"


"Sekarang sudah zaman emansipasi lelaki perempuan sama saja"


"Matre!!" ketus Gina lalu pergi meninggalkan sang mertua


"Hey jangan kurang ajar kamu ya,kamu mau sama Galih juga karena kamu matre, menantu kurang ajar kamu" oceh perempuan tua ini.


"May, bangun dulu itu ibu kenapa teriak-teriak" ujar Galih meminta May menyingkir dari tubuh nya


"Biarin aja mas,dia dalam juga ada Gina,kalau butuh apa-apa pasti dia minta sama Gina"


"Ya di lihat dulu May,siapa tau butuh kamu" alasan Galih membuat Maya mau tak mau bangkit dari tubuh Galih dengan kesal.


"Kenapa sih nggak bisa lihat orang senang sedikit aja" gumam Maya berjalan ke arah dalam.

__ADS_1


__ADS_2