
"Lin ini untuk loe" ujar Satria memberikan paper bag pada Olin
"Apa?" tanya Olin penasaran
"Hadiah buat loe"
"Gue nggak ulang tahun Sat,kenapa pake' hadiah segala, jangan bilang-"
"Gue ngasih nya ikhlas Lin karena klien tadi senang dengan kerja kita dan papa juga senang"alasan Satria
Olin membuka paper bag nya dan ternyata isinya ponsel iPhone keluaran terbaru.
"Waw......gila keren banget sat" pekik Olin,dia sudah lama menginginkan nya tapi harga nya yang lumayan mahal membuat Olin mengurungkan niatnya untuk membeli.
"Tapi gue nggak bisa terima Sat"ujar Olin tiba-tiba mengembalikan ponsel nya.
"Lin,ini hasil kerja keras loe, nggak ada yang lain kok,suer tekewer-kewer"canda Satria
"Beneran?" tanya Olin memastikan
__ADS_1
"Hmmm.... meskipun loe belum jawab kata cinta gue sih"sindir Satria membuat Olin menghela nafas berat.
"Sat status gue istri orang lagi pula kalau pun gue cere gue yakin keluarga loe nggak bakalan terima status janda gue secara loe mapan, tampan dan bujangan" jelas Olin
"Lin,mama pasti mau loe jadi menantunya,Loe ingat nggak gimana mama memperlakukan loe saat SMA,bahkan beliau sempat ikatin rambut loe saat loe main ke rumah gue,ingat nggak?" ingat Satria membuat Olin terbayang massa-masa itu,memang benar keluarga Satria semua menyukai nya dulu apalagi Satria tidak memiliki saudara membuat kedua orang tua nya kesepian.
"Menikah lah dengan gue Lin,gue pastiin elu bakalan bahagia dari pada dengan Galih yang brengsek itu" pinta Satria membuat Olin lagi-lagi tidak bisa memberikan jawaban nya karena urusan nya dengan Galih belum selesai apa kata orang nanti kalau tau Olin akan menikah.
"Gue nggak minta jawaban loe sekarang tapi setidaknya loe pikirkan lagi Lin, lihat perjuangan gue Lin,loe rasain cinta gue dan loe bandingin dengan Galih pasti loe tau jawabannya" ujar Satria lagi
Olin benar-benar bimbang satu sisi di juga menyukai Satria tapi dia takut dengan keadaan dirinya yang mandul dan janda di sisi lain permasalahan nya dan Galih juga belum selesai.
"Mas kita bulan madu kemana?" tanya Maya membuat Gina yang berada di sana kesal melihat tingkah sok manja Maya pada Galih
"Terserah kamu mau nya kemana tapi kamu tau kan urusan mas dan Olin belum selesai dan uang mas juga sudah tidak ada"
"Mas kan kerja kalau untuk uang mas bulan ini di ambil Olin ya sudah biarkan saja,biar aku yang biayain semua kebutuhan kita sekarang,tapi kalau mas gajian lagi mas harus berikan pada ku ya"
"Kamu tidak keberatan?" tanya Galih
__ADS_1
"Buat kamu tidak ada yang keberatan mas,aku mau" sahut Maya manja sambil bersandar di bahu Galih
"Keberatan berat badan iya!!" sindir Gina ketus membuat Maya menoleh pada sang pembantu.
"Kamu bilang apa?" tanya Maya kesal
"Nggak apa-apa kok,cuma bilang itu ada pemain sinetron yang kelebihan berat badan terus mati dan suaminya nikah lagi"
"Gina! Bicara apa kamu, pembantu kurang ajar kamu mencoba ngatain menantu saya" marah Ibu Galih
"Ti-dak bu,cuma semalam saya nonton sinetron azab suami nikah lagi terus burungnya lepas" jawab Gina asal membuat Galih memegang celana nya
"Saya mau angkat jemuran dulu bu,mau hujan"alasan Gina segera pergi
"Mas,ganti saja pembantu di rumah ini ya, nanti biar aku yang cari"pinta Maya merengek
"Mana bisa begitu May,Gina itu masih sepupu Olin nanti Olin marah May,kamu tau kan kalau kamu istri ke dua ya harus mengalah dengan Olin" bujuk Galih berbohong
"Kamu juga harus tegas mas dengan Olin kalau dia pulang biar dia tidur dengan Gina saja aku tidak mau kita satu kamar mas"
__ADS_1
"Iya-iya nanti aku pikirkan ya" jawab Galih menghela nafas panjang,kalau bukan karena uang dia tidak akan mau menikahi Maya yang gembrot ini,Olin saja yang cantik nya melebihi rata-rata masih du selingkuhi oleh Galih apalagi Maya yang gemuk begini.