Ketika Pembantu Jadi Madu

Ketika Pembantu Jadi Madu
Tidak fokus


__ADS_3

"Saya harap kinerja kalian terus di tingkat kan lagi meskipun bulan ini sudah banyak peningkatan,saya akan berikan bonus untuk akhir tahun jika pencapaian nya melebihi target perusahaan kita" ujar pak Hasad tersenyum kecil


"Prok...prok....prok..." tepukan tangan dari para karyawan dan sorakan bahagia.


Satria tidak peduli dengan ucapan sang papa dia terus memandang Olin yang sedang sibuk mendengar kan sang atasan berbicara.


"Bukan hanya sekedar bonus tapi saya akan adakan gathering untuk mempererat hubungan antar karyawan,banyak acara di sana yang bisa kalian lakukan"


"Bagus itu pak,di mana tempat gathering nya?" tanya salah satu karyawan bernama Lisa


"Kalian ada ide di mana?" tanya pak Hasad balik


Satu tangan Satria menggenggam tangan Olin di bawah meja,Olin berusaha melepaskan nya tapi Satria justru mengeratkan genggaman nya.


"Satria kamu punya usul?" tanya pak Hasad menatap sang anak yang terlihat tidak fokus.


Olin menatap Satria yang sedang senyam-senyum sendiri melihat nya.


"Suit" Olin memberikan kode dengan suitan dan memainkan mata nya karena papa Satria sedang bertanya tapi Satria sama sekali tidak mendengar kan nya.

__ADS_1


"Sat,pak Hasad sedang bertanya" ujar Olin pelan lalu mencubit kecil agar Satria tersadar.


"Satria apa kamu punya ide?" tanya papa nya lagi


"He....Ide..ide apa pa?" tanya Satria bingung karena dia memang tidak tau apa yang sedang di bicarakan.


"Kamu punya ide untuk tempat gathering kita nanti?"


"Gathering,papa akan mengadakan gathering?"Tanya Satria membuat Olin tertunduk malu karena Satria sama sekali tidak mendengar kan ucapan papa nya.


"Kamu butuh Aq*a?"tanya papa nya lagi


"Astaga, apa-apa ini" batin Olin malu


"Mungkin maksud Satria dia butuh ide dari saya,iya kan pak Satria" jawab Olin kaku


"Iya maksud nya begitu" jawab Satria malu.


"Ya sudah Olin punya ide?" tanya Pak Hasad pada Olin

__ADS_1


"Bali saja pak" jawab Olin asal


"Ya Bali saja pak"jawab yang lain nya


"Bali! Hmmmm boleh juga usul nya,akan saya pikir kan" ujar pak Hasad membuat Olin menghembus kan nafas lega.


Akhirnya rapat bulanan di tutup dengan ketegangan dari Satria.


****


"Mas,kalau terus menerus begini aku yang tidak bisa mas,si Gembrot itu terus mengumbar kemesraan dengan mu sementara aku hanya melihat nya gigit jari! Kamu juga sudah tidak ada waktu lagi dengan ku,apa kamu menyukai servisan si gembrot itu" marah Gina


"Sayang bukan begitu,kita saat ini bergantung pada Maya,kamu tau sendiri kan bagaimana kehidupan ku jadi mau tidak mau ya kita harus jalani sandiwara ini"jelas Galih


"Dari pada sama si gembrot itu masih mending sama Olin,kamu masih bisa membodohi dia tapi dengan si Gembrot itu dia mau nya bersama kamu terus"


"Sayang aku janji ini hanya untuk sementara waktu,aku juga tidak akan mau terus menerus begini, tolong mengerti aku saat ini Gin,aku sedang banyak masalah!"


"Aku bisa mengerti kamu,tapi aku hati ku terus tidak terima melihat kemesraan kamu mas,aku tidak mau tau malam ini kamu harus tidur dengan ku mas" pinta Gina membuat Galih mengusap wajah nya kasar, sebenarnya hatinya saat ini merindukan Olin sang istri pertama,Galih ingin mendatangi Olin dan membujuk nya untuk tidak berpisah,jika Olin mau dia bisa membuang Maya karena dia tidak mencintai Maya.

__ADS_1


__ADS_2