
"Beb kamu kenapa sih jadi ngambekan gini?" tanya Olin menyusul sang suami kedalam kamar
"Pikir aja sendiri,suami mana yang tidak marah saat istri membela mantan suami nya" ketus Satria
"Kamu cemburu beb?"
"Ya iya lah cemburu" jawab Satria cepat,dia tidak mau munafik mengatakan tidak cemburu sementara hatinya dongkol, Satria bukan tipe lelaki naif apalagi pada Olin perempuan yang dia cintai.
"Uluh-uluh.....maaf ya sayang,bukan maksud ngebelain tapi hanya memperjelas saja,papa nggak kasihan sama dedek kalau papa ngambek" bujuk Olin manja sambil mengelus-elus dada Satria lembut membuat Satria kegelian.
"Sayang sana, aku nggak mau ya nanti khilaf terus terkam kamu di sini" ingat Satria
"Kenapa emang nya? nggak ada yang salah kan dengan kamar ini, ranjang nya juga masih kuat kok" goda Olin
"Sayang, jangan menggoda iman ku" tepis Satria saat tangan Olin sudah menjalar di dada nya
"O....jadi papa Satria nggak mau nih jengukin dedek bayi nya? Oke kalau nggak mau" jawab Olin hendak beranjak pergi tapi segera di tahan Satria dan menarik Olin dalam pelukan nya.
Satria ******* bibir Olin rakus membuat Olin kewalahan karena mendapat serangan mendadak.
****
__ADS_1
"Nggak lucu bercanda nya Dan, minta maaf sama mbak mu"
"Biasanya mas Satria nggak gitu ma,kok sekarang malah sensitif sih"
"Setiap orang punya mood naik turun Dan, nggak semua orang bisa di anjakin becanda, mungkin mas mu Satria lagi banyak pikiran jadi mumet,kamu harus bisa menempatkan diri" ingat sang mama membuat Dani tertunduk.
"Nggak asik ah" gumam Dani pelan
"Nay,coba lihat bibi sudah belum masak nya,kalau sudah panggil Olin sama Satria buat makan siang mungkin belum makan jadi emosi" perintah sang mertua
"Iya ma" Sahut Naya lembut
Beruntung Naya mendapatkan mertua sebaik mama Olin,dia tidak pernah menuntut banyak meskipun Naya belum bisa memberikan nya cucu hingga saat ini.
"Pengantin baru kalau ngambek bujukan nya cuma itu" ujar Naya menggeleng kan kepala nya sambil tersenyum kecil,dia dan suaminya juga begitu karena menurut Naya itu cara yang ampuh membujuk suami apalagi sudah halal akan semakin nikmat.
"Ah kepala ku traveling ke mana-mana,mas Gusti nggak ada lagi" batin nya menggeleng kepala pelan.
"Mana Olin Nay?"
"Sebentar lagi juga keluar ma"
__ADS_1
"Mas Satria marah beneran ya mbak?" tanya Dani khawatir
"Iya" sahut Naya singkat
"Ya, gagal deh motor gede nya" ujar Dani kecewa
"Makanya Dan punya mulut itu di jaga jangan asal ngomong aja" oceh mama nya
15 menit kemudian Olin keluar dengan rambut yang basah dia lupa kalau hairdryer nya di bawanya kerumah mereka.
Dani menatap Olin lekat melihat kakak nya itu habis mandi.
"Laguan nya ngambek keluar-keluar udah basah rambut aja" sindir Dani mencibir kecil
"Hahaha....maklum Dan bawaan bayi pengen dekat bapak nya mulu" jawab Olin sambil mengusap perut nya yang masih datar.
"Bawaan bayi" ujar Dani dan Naya serentak
"Kamu hamil lin?" tanya mama nya dan diangguki Olin sambil tersenyum kecil
"Alhamdulillah,kamu hamil sayang? apa mama nggak salah dengar"
__ADS_1
"Iya ma,kata dokter Olin hamil dua bulan dan anak nya kembar " sahut Satria membuat sang mama bersyukur, akhirnya tuduhan Galih tidak terbukti pada anak perempuan nya ini.
"Yes....... gue jadi om,bakalan ada yang panggil Om Dani" pekik Dani kesenangan karena kakak perempuan nya itu hamil, semua bahagia mendengar kabar kehamilan Olin.