Ketika Pembantu Jadi Madu

Ketika Pembantu Jadi Madu
Uang


__ADS_3

"Jadi kapan proyek nya akan di lakukan Sat?" tanya pak Hasad papa Satria,saat ini ayah dan anak itu sangat terlihat kompak dalam bekerja apalagi Satria sudah semangat kembali ke Indonesia.


"Minggu ini sudah mulai jalan pa, mungkin aku akan jarang ke sini lihat mama karena pekerjaan ku akan sangat padat sekali ,mungkin akan lebih banyak di luar ma" jawab Satria dengan raut wajah sedih


"Ini yang mama tidak setuju kamu beli rumah sendiri Sat, rumah ini cukup besar dan penghuni nya hanya mama dan papa beserta pembantu bertambah sepi sejak kamu pergi" protes sang mama


"Ma, itu hanya aset saja,lagi pula kan aku sudah lama tinggal di luar Negri mama sudah terbiasa lah tanpa aku,nanti kalau kangen bisa cari di kantor,iya kan pa?"


"Mama sudah tua Sat, butuh cucu untuk menghibur mama,papa juga begitu mau cucu dari kamu, segera lah menikah mumpung papa dan mama masih ada"


"Ma,jangan bahas masalah cucu terus dong kalau sudah waktunya pasti akan ada jalan nya sendiri dan mama tidak akan kesepian lagi,beri aku waktu dulu ma untuk menikmati kesendirian ini"

__ADS_1


"Kamu kalau di bilangin ngeyel! Itu mulu jawaban nya nanti mama keburu mati baru kamu nyesel"oceh bu Rahmi membuat Satria menghela nafas panjang,mama nya selalu saja begitu tidak.


****


"Kapan istri kamu bisa kirim uang Lih buat Jihan?" tanya ibu Aida dari seberang sana


"Bu,bulan ini kan sudah di kirim oleh Olin,kenapa harus kirim lagi bu?" tanya Galih


"Nanti aku bicarakan dengan Olin ya bu,sabar dulu karena kami sedang banyak pengeluaran bulan ini bu jadi aku harus cari tambahan di luar"jawab Galih


"Lih,ini yang ibu tidak suka dengan istri kamu,dia perempuan matre! Cuma mau nya uang kamu saja,sudah uang kamu dia yang kuasai,rumah kamu dan sekarang malah kamu yang dia kuasai,tegas dong Lih jadi suami jangan mau di atur istri mulu" oceh ibu Galih

__ADS_1


"Bu Olin istri ku-"


"Ibu tau Lih tapi jangan terus di manja dia, apa-apa harus di bicara kan kamu dong yang kasih keputusan jangan Olin mulu,kalau begini ibu tambah nggak suka sama dia"potong sang ibu


"Mumpung kalian belum punya anak cerai saja lah Lih,masih banyak perempuan lain yang lebih baik dari Olin apalagi kamu tampan dan pekerjaan mu cukup mapan banyak perempuan yang mau dengan mu Lih,tu anak pak Kades aja masih mau nunggu kamu sampai sekarang,pikir kan lagi Lih! Pernikahan mu tidak sehat tanpa anak"lanjut ibu nya,selama ini memang Keluarga Galih tidak tau kalau Galih sudah tidak bekerja karena Galih malu,Olin pun juga tidak pernah membahas tentang itu pada keluarga nya mau pun Keluarga Galih,Olin cukup pintar menyimpan aib sang suami.


"Nanti aku suruh Olin kirim uang buat ibu ya"bujuk Galih


"Ya,harus itu jangan mau nya enak saja tu perempuan" jawab ibu Galih kesal lalu menutup panggilan nya sedangkan Galih menghela nafas berat ibu nya memang dari awal tidak menyukai Olin karena dia ingin Galih menikah dengan Maya anak kades di kampung nya tapi Galih justru memilih Olin perempuan yang dia incar dari sejak SMA.


Galih bingung bagaimana cara nya dia harus bicara soal uang lagi pada Olin.

__ADS_1


__ADS_2