
Olin keluar dari kamar mandi dengan melirik kiri kanan.
"Hufs.... "Olin bernafas lega karena tidak ada lagi Satria di kamarnya.
"Gila hampir copot jantung gue" gumam nya pelan.
"Kok bisa ya" lanjut nya bermonolog sendiri sambil memegang bibir nya yang sedikit membengkak akibat ciuman panas tadi.
"Goblok! Kok bisa kelepasan gitu,malu nya Olin" ujar nya lagi sambil mengusap wajah nya.
Olin memukul kepala nya sendiri merutuki kelakuan nya dengan Satria tadi.
Satria tersenyum sendiri mengingat ciuman panas mereka ,Dia tersenyum sambil menggeleng kecil.
"Kenapa nggak gue masukin aja biar Olin terikat sama gue terus dan cere tu sama si Galih, goblok loe Satria! Olin pasti bisa bahagia bersama loe" ucap Satria
"Gue harus buat Olin terikat sama gue, nggak peduli di bilang pebinor,Olin harus bahagia dengan gue" lanjut Satria bertekad.
__ADS_1
****
"Siapa mereka mas?" tanya Gina pada Galih,Gina terlihat kesal pasalnya dari pagi sang mertua memerintahkan dia untuk masak banyak dan sekarang rumah Galih ramai dengan orang -orang kampung yang datang untuk mempersiapkan pernikahan Galih dan Maya besok.
"Sttttt.....jangan keras-keras Gin nanti ibu dengar"
"Terserah mas,aku capek begini! Aku nggak mau ya mas di suruh-suruh lagi sama ibu kamu itu,kapan dia pulang mas?"rengek Gina
"Gina.....sabar ya,ini cuma sebentar saja! Setelah ibu pulang kamu yang jadi nyonya di rumah ini" bujuk Galih
"Mas kamu tau kan aku ini istri kamu bukan pembantu jadi aku nggak bisa di giniin mas,kalau kamu masih bertahan membiarkan ibu kamu di sini biar aku yang pergi,aku muak dengan semua ini" ancam Gina
"Istri!! Siapa yang jadi istri kamu Lih?" tanya ibu Galih yang tidak sengaja melewati kamar Gina karena dia ingin Gina menambah minuman untuk tamu nya.
"Bu- I-tu bu"
"Jadi dia istri kamu Lih? Hebat kamu ya menikah lagi tidak bilang-bilang ibu" marah ibu Galih menunjuk Gina.
__ADS_1
"Jadi gini bu,aku bisa jelaskan semuanya"
"Apa lagi yang mau di jelaskan mas, mengaku saja agar kamu dan si gembrot itu tidak jadi menikah" tekan Gina
"Plak" satu tamparan keras di layangkan ibu Galih untuk Gina membuat perempuan itu meringis kesakitan memegang pipi nya.
"Bu...-"
"Diam kamu jangan coba-coba membela nya" tunjuk ibu Galih pada Galih membuat Galih terdiam.
"Kalian menikah diam-diam dan sekarang kamu menghina calon menantu saya,apa hebatnya kamu? Punya harta? Punya jabatan atau hanya punya tubuh mu ini untuk merayu anak ku?" tanya ibu Galih marah, memang Gina tidak memiliki apa-apa selain tubuh nya yang indah.
"Kamu jangan coba-coba menguasai Galih ya,saya ibu nya dan saya tidak akan pergi dari rumah ini, sekelas Olin saja saya tidak suka apalagi kamu yang jelas-jelas tidak tau asal usul nya,jika ingin pergi silahkan tinggalkan rumah ini" caci ibu Galih membuat Gina menitikkan air mata,Galih sama sekali tidak membela nya.
"Ayo Galih temui keluarga Maya, besok kamu mau menikah jangan perduli kan ****** ini" ujar nya menarik tangan Galih keluar,hati Gina terasa di tercabik-cabik,sang suami tercinta tidak membela nya sama sekali.
Galih bingung dengan keadaan sekarang jika membatalkan pernikahan nya dengan Maya dari mana sumber uang nya nanti jika melangsungkan pernikahan ini bagaimana dengan Olin dan Gina, pikir Galih benar-benar gila permainan ini.
__ADS_1
Belum selesai urusan nya dengan Gina kini sudah datang Maya, bagaimana cara Galih menjelaskan semua ini pada Olin.