Ketika Pembantu Jadi Madu

Ketika Pembantu Jadi Madu
Kasmaran


__ADS_3

Satria terus menggenggam tangan Olin, seperti sedang kasmaran lelaki tampan ini tak ingin berpisah dari Olin.


"Sat banyak orang" bisik Olin malu


"Biarkan saja sayang, mereka juga tau kalau kita pengantin baru" jawab Satria santai membuat Olin memukul lengan sahabat nya ini.


"Gila loe, pengantin baru apaan" ketus Olin membuat Satria terkekeh kecil


Olin menghela nafas berat ntah dia sanggup atau tidak terus di perlakukan manis seperti ini.


***


"Hati-hati di jalan ya May selamat bersenang-senang" ujar mama Galih tersenyum manis memeluk sang menantu saat berpamitan, sebenarnya hati Galih tidak ingin pergi sama sekali tapi mau bagaimana lagi dia harus menuruti ucapan Maya agar uang mereka terus lancar bahkan Galih meninggal kan uang 5 juta untuk Gina dari Maya agar perempuan nya ini tidak merajuk.


"Iya bu, do'a kan kami semoga cepat dapat momongan ya bu" ucap Maya

__ADS_1


"Amiin,ibu selalu berdo'a karena itu yang ibu ingin kan"


Gina menatap kesal kepergian sang suami tapi mau bagaimana lagi dia tidak bisa berbuat apa-apa selain diam karena memang Maya yang memenuhi kebutuhan mereka sekarang.


Setelah kepergian Galih dan Maya ibu Galih segera masuk.


"Kenapa masam gitu wajah kamu?"


"Siapa yang nggak masam bu suami pergi dengan istri baru nya,aku rasa kalau ibu di posisi aku juga akan begitu" jawab Gina ketus


"Hey jangan kamu harap Galih menjadi milik kamu satu-satunya ya,dia anak saya! Salah sendiri kamu menikah tanpa restu ibu nya"


"Saya tidak pernah merestui Galih dan Olin,Galih saja tuh yang di pelet oleh Olin"


"Kalau Olin melet Galih terus Maya apa? Guna-guna gitu! Secara Maya gembrot dan dekil nggak mungkin mas Galih bisa suka kalua nggak di guna-guna"

__ADS_1


"Jangan sembarang bicara kamu ya Gin saya bisa usir kamu dari rumah ini!"


"Selagi bukan mas Galih yang usir saya, saya tidak akan takut tidak ada pengaruh nya untuk saya" jawab Gina meninggal kan sang mertua.


****


Satria dan Olin sampai di Bandara, Satria membantu Olin membawa barang bawaan nya, lelaki ini terus menggenggam tangan Olin.


"Sat nanti ada yang lihat,ini Jakarta" bisik Olin tidak nyaman


"Kalau gitu kita berangkat ke Lombok saja lagi" jawab Satria asal membuat Olin menghela nafas berat


"Bukan begitu ada waktu nya Sat, bagaimana kalau kita bertemu orang kantor mereka tau posisi ku sudah bersuami dan pasti mereka akan mengira aku perempuan murahan yang berselingkuh dengan atasan nya sendiri" jelas Olin


Meskipun dengan sedikit perdebatan akhir nya Satria mengerti dan melepaskan genggaman tangan nya membuat Olin sedikit lega.

__ADS_1


"Sayang,besok aku jemput ke kantor ya" pinta Satria


"Jangan kita ketemu di kantor saja,jangan jemput aku takut mama juga curiga" tolak Olin cepat lagi-lagi Satria hanya bisa menuruti kemauan Olin dia takut jika Olin berubah pikiran,di beri kesempatan saja Satria sudah bahagia.


__ADS_2