
Hari menunjukkan pukul sepuluh pagi Satria sudah uring-uringan di dalam ruangan nya,dia menyesal tidak memperbolehkan Olin bekerja karena dia sendiri tidak bisa jauh dari sang istri.
Satria mengusap wajah nya kasar karena tidak fokus baru beberapa jam di kantor dia sudah merindukan Olin.
"Tok....tok...."
Ketukan pintu membuyarkan lamunan Satria.
"Maaf mengangguk,pak Hasad memanggil anda pak" ujar sekretaris papa nya
Satria segera beranjak dari kursi kebesaran nya.
"Ada apa pa?" tanya Satria
"Apa kamu sudah merencanakan bulan madu"? Tanya sang papa membuat Satria kaget kalau dia memang melupakan hal itu.
Satria menggeleng pelan.
"Papa sudah menyiapkan dua tiket bulan madu ke Singapura"
"Kenapa repot-repot pa"
"Ini permintaan mama mu dia ingin segera punya cucu" ujar pak Hasad terkekeh kecil sedang kan Satria terdiam dia memikirkan kondisi kesuburan Olin.
"Pa,aku dan Olin tidak menunda tapi juga tidak ingin segera memiliki anak karena kami masih ingin menikmati waktu berdua" alasan Satria.
"Sat,kamu sudah berumur begitu juga Olin papa rasa sudah waktunya memiliki anak jika kalian keberatan untuk mengasuh nya berikan pada mama dan papa"
"Tapi pa-"
"Sudah ambil tiket ini dan berangkat"
"Aku harus bicarakan pada Olin dulu pa,takut nya Olin tidak mau karena pekerjaan kantor sedang menumpuk"
"Tidak usah pikirkan kantor pikirkan saja rumah tangga kalian dulu" ucap pak Hasad membuat Satria tidak bisa membantah lagi,dia tau niat baik keluarga nya tapi jujur Satria takut Olin tersinggung jika membahas bulan madu dengan tujuan momongan.
__ADS_1
Tiba-tiba ponsel Satria berbunyi dia langsung keluar dari ruangan papa nya.
"Kenapa sayang?" tanya Satria
"Kamu jadi pulang beb?"tanya balik Olin, Satria melihat jam di pergelangan tangan nya sudah pukul sebelas lebih dia harus pulang.
"Jadi,ini sebentar lagi sayang"
"Ya sudah aku tunggu di rumah ya,bye"
"Bye sayang, dandan yang cantik! I love you"ucap Satria tapi tidak di balas Olin dia keburu mematikan ponsel nya membuat Satria merenggut kesal.
****
"Mas langsung pulang ya" tanya Maya
"Iya May"
"Nggak mau mampir dulu ke restoran?"tawar Maya
"Gina sudah masak di rumah May, kasihan kalau nggak di makan" jawab Galih membuat Maya cemberut lagi-lagi Galih memikirkan Gina di rumah padahal sekarang Galih tengah bersama nya.
"Mubazir May" ujar Galih membuat Maya terdiam.
***
"Clek" pintu kamar terbuka dan Olin langsung tersenyum manis sedangkan Satria cemberut.
"Apa gerangan yang membuat bos tampan ku ini cemberut?" tanya Olin dengan tatapan menggoda.
"Tidak peka" gerutu Satria
"Kenapa beb?" tanya Olin dengan memeluk tubuh sang suami
"Tadi aku bilang I Love you tapi kamu malah menutup panggilan nya" jelas Satria membuat Olin tertawa kecil
__ADS_1
"Kenapa tertawa, tidak ada yang lucu"
"Kamu yang lucu beb, hanya perkara kecil saja ngambek! Malu sama bulu yang di bawah" ujar Olin membuat Satria menutup s********n nya dengan dua tangan.
"Mau di sunat lagi?" tanya Olin
"Kalau di sunat lagi kamu yang rugi sayang semakin mengecil"jawab Satria
"Jadi pergi nggak?" tanya Olin lagi yang hendak keluar
"Jadi tapi jawab dulu pernyataan ku tadi"tahan Satria
"Pernyataan apa?"goda Olin
"Ayo lah sayang,di jawab jangan pura-pura amnesia" rengek Satria seperti anak kecil membuat Olin tertawa kecil melihat tingkah sang suami yang bucin abis pada nya.
"I Love you to Mr.Satria" bisik Olin mesra membuat Satria tersenyum manis.
"Lain kali jangan mengabaikan pernyataan ku sayang,aku bisa saja pulang ke rumah hanya karena ini"ujar Satria membuat Olin menggeleng kecil.
"Kamu duluan saja beb,aku ambil tas dulu"
"Aku tunggu di luar ya"
"Iya" jawab Olin
Satria menunggu Olin di kursi teras mereka,dia melihat taksi berhenti di depan pagar rumah Galih dan melihat Galih keluar dia sengaja berjalan menuju pagar dan membuka nya lebih lebar lagi.
"Sayang,ayo cepat" pekik Satria membuat Maya dan Galih melihat ke arah lelaki ini.
"Nanti telat sayang" pekik Satria lagi
"Iya beb,bawel deh ini juga sudah siap" sahut Olin yang keluar dari pintu rumah mereka sambil memasukkan ponselnya ke dalam tas.
Satria tersenyum manis lalu mendekat ke arah mobil dan membuka pintu nya agar Olin bisa masuk sementara Galih dan Maya terkaget melihat Olin yang baru keluar rumah Satria.
__ADS_1
"Silahkan masuk ratu ku"
"Terimakasih raja ku" jawab Olin terkekeh geli dengan tingkah mereka yang cukup lebay seperti abge tua.