
"Sama siapa kamu pulang?" tanya Galih mencengkram erat lengan Olin yang baru masuk ke dalam rumah.
"Apa-apaan kamu Mas,sakit!!! lepaskan mas" rintih Olin mencoba menarik tangan nya
"Kamu pulang sama siapa?" tanya Galih lagi tak melepas kan cengkraman nya di lengan Olin hingga perempuan bertubuh langsing itu menjerit kesakitan sedangkan Gina mengintip dari dapur karena mereka bertengkar di ruang tamu.
"Kamu sudah mulai berani ya sekarang membantah perkataan ku,aku izinkan kamu bekerja bukan berarti kamu bisa seenaknya begini Lin"
"Mas kamu kenapa sih,aku hanya pulang dengan Satria mas dia kasihan dengan ku karena ini sudah larut malam lagi pula dia tetangga kita"
"Kemana kalian?" tanya Galih dengan tatapan tajam
"Aku lembur mas, sudah aku katakan pada mu kalau belakang ini aku lembur" jelas Olin tapi tetap saja Galih tidak terima, pasalnya tadi Galih dan Gina sedang bermesraan di ruang tamu tapi mendengar mobil berhenti di depan rumah Galih segera mengintip nya dan ternyata mobil Satria lalu Olin yang turun membuat nya meradang karena Galih sudah mewanti-wanti Olin agar tak terlalu dekat dengan Satria tapi kini Olin justru pulang bersama Satria.
__ADS_1
Sebenarnya Olin juga tidak mau pulang bersama Satria tapi ban motor nya bocor di tengah jalan dan ini sudah pukul sebelas malam tidak ada taksi atau ojek yang lewat untung saja Satria berbaik hati memberikan nya tumpang jadi Satria menitipkan motor Olin di salah satu rumah warga yang menjadi Rt di sana,mau tidak mau Olin ikut Satria pulang tapi dia tidak ingin bercerita detail karena percuma Galih tidak akan percaya juga.
"Apa kamu selingkuh dengan lelaki itu? Apa kamu memberikan tubuh mu ini untuk nya!"bentak Galih
"Mas kamu gila menuduh ku selingkuh dengan sahabat ku sendiri,aku dan Satria sudah lama kenal mas dan aku bukan perempuan murahan yang seenaknya memberikan tubuh ku pada lelaki"
"Alah jangan jadikan sahabat sebagai alasan mu Lin,aku tau Satria menyimpan perasaan suka pada mu,aku tidak bodoh aku bisa lihat dari tatapan mata nya" Olin terdiam sejenak apa benar Satria menyukai nya tapi Satria tidak pernah berkata apa-apa tentang perasaan nya.
"Kamu harus aku hukum" marah Galih menarik tangan Olin menyeret nya kekamar sedang kan Gina antara senang dan kecewa,dia senang melihat Olin menderita tapi dia kecewa karena permainan mereka baru saja di mulai Olin sudah pulang padahal dia sudah memakai lingerie terbaru nya malam ini.
"Mas lepas! Sakit mas" rintih Olin saat Galih menusuknya dari belakang tanpa pemanasan sama sekali, terlihat Galih menikmati tapi tidak dengan Olin yang kesakitan.
"Nikmati saja bukan nya ini yang kamu cari dari lelaki! Kamu nikmati milikku agar kamu tidak mencari milik lelaki lain di luar sana" ucap Galih membuat hati Olin sakit,Galih menuduh nya seperti perempuan murahan yang haus akan *** padahal tidak sekali pun Olin berniat selingkuh dari Galih.
__ADS_1
"Kok mas Galih malah ***-*** sama tu perempuan sih, padahal aku sudah seksi begini dia malah menusuk di sana" kesal Gina mendengar rintihan Olin.
Olin sama sekali tidak menikmati permainan Galih justru ini sangat menyakitkan bagi nya tapi Olin bisa apa Galih adalah lelaki pilihan nya meninggal kan Galih dalam posisi sekarang sama saja dia akan di cap cewek matre yang hanya mau uang Galih saja.
Bagikan makan buah simalakama Olin saat ini dia menjalankan rumah tangga ini hanya karena kewajiban saja apalagi sekarang Galih sudah bermain kasar pada nya membuat Olin semakin tersiksa dengan pernikahan ini.
Setelah puas Galih mencabut milik nya dan menampar keras bokong Olin hingga Olin menjerit kesakitan tapi Gina justru kesal dia mengira jeritan itu jeritan Nikmat Olin membuat nya cemburu berat dan kembali kekamar nya lalu mengunci pintu.
"Awas saja kamu mas,aku tidak akan menservis mu, minta saja pada perempuan mandul itu jangan pada ku lagi" oceh Gina cemburu.
Galih menjatuhkan tubuhnya di ranjang sedangkan Olin segera berjalan ke kamar mandi dengan menahan tangisannya.
Olin membasuh tubuh nya di bawah guyuran air shower, hatinya hancur suami yang dia lindungi,dia cintai justru semakin kasar pada nya, terlihat jelas bekas merah di lengan Olin akibat cengkraman Galih tadi apalagi tubuh Olin sangat putih terlihat kontras.
__ADS_1
Olin mengusap pelan lengan nya yang terasa sakit.