
"Sah"
"Sah"
"Alhamdulillah"
Maya mencium punggung tangan Galih dan tersenyum manis, sekarang dia sudah menjadi istri Galih sedangkan Gina menangis sesenggukan di kamar nya,hati nya hancur mendapati sang suami menikah lagi,belum juga resmi pernikahan nya dengan Galih kini dia harus di madu dengan perempuan lain.
Ibu Galih tersenyum manis melihat Galih dan Maya menikah.
****
Olin membuka matanya perlahan dia mendapati dirinya dalam pelukan Satria,di pandangi nya lelaki tampan ini,Olin tersenyum kecil melihat Satria yang memeluk nya erat.
"Biarkan begini saja Tuhan aku tidak mau terbangun dari mimpi indah ini" batin Olin
"Sudah puas menatap wajah tampan gue" ujar Satria tak membuka mata nya tapi justru mengeratkan pelukan nya pada Olin.
"Loe nggak tidur? Sana lepasin gue" ucap Olin berontak, bukan di lepas kan Satria justru mengeratkan pelukan nya lagi.
"Sat,sesek gue"
"Begini saja Lin,gue suka"
__ADS_1
"Elu yang suka gue nggak" jawab Olin sok jaim,dia tidak mau di cap perempuan murahan.
"Iya gue suka sama loe, gue cinta" aku Satria membuat hati Olin berbunga-bunga.
"Lepas Sat,gue mau mandi kata nya ada pertemuan jam delapan ini, sekarang sudah jam sembilan Sat" ingat Olin membuat Satria tersadar.
"Astaga!" Satria segera mengambil ponselnya di sana sudah ada lima panggilan dari sang papa membuat Satria takut.
"Kok gue bisa bangun telat sih Lin"rutuk nya
"Ya bisa lah,loe terlalu nyaman meluk gue" jawab Olin PD
"Habis nya loe kaya boneka enak di peluk"
Satria menghubungi sang klien untung saja papa nya bertindak cepat mengatakan kalau Satria ada halangan pagi ini dan pertemuan di langsung kan jam makan siang.
Olin keluar dari kamar mandi dan masih melihat Satria di kamar nya.
"Loe kenapa masih di sini? Balik sana ke kamar loe kata nya kita mau pergi"
"Di undur sampe siang jadi gue masih pengen di sini" jawab Satria membaringkan tubuhnya lagi
"Kebo loe" ketus Olin, Satria tersenyum kecil meskipun Olin belum menjawab kata cinta nya tapi setidaknya Satria memiliki harapan untuk bersama Olin, lama-lama Olin pasti akan luluh pada nya.
__ADS_1
****
"Hapus air mata mu,jangan sampai Keluarga Maya tau kalau kamu istri Galih" ujar ibu Galih
"Bu, istri mana yang mau suaminya menikah lagi"sergah Gina
"Hey kamu sadar nggak kalau kamu juga sudah merebut Galih dari Olin dan sekarang kamu merasa terzolimi!"
"Bu aku dan mas Galih saling cinta berbeda dengan Mas Galih dan Olin serta Maya"
"Jangan bicara cinta kalau masih bisa mendua,Galih anak saya! Saya tau dia luar dalam jadi kamu tidak perlu banyak bicara,cuci wajah mu dan layani keluarga Maya di luar jika kamu tidak mau silahkan keluar dari rumah ini,ini rumah anak saya" tekan ibu Galih
"Jangan kira aku akan diam saja,aku tidak mau di buat begini" batin Gina sambil menghapus air mata nya,Gina bertekad akan memberikan pelajaran pada mertua nya ini.
Gina menghentakkan kaki nya kesal mau tidak mau dia harus ikut permainan ini.
"Hey kamu,ambil lagi cemilan nya di dapur" pekik Maya pada Gina
Ibu Galih melotot kan mata nya pada Gina memberikan kode pada Gina untuk mengikuti perintah Maya, sebenarnya Galih ingin protes tapi mau bagaimana lagi semua uang dari keluarga Maya saat ini dia tidak bisa apa-apa.
"Selesai ini kamu bereskan pakaian Olin di kamar karena Maya mau pindah ke kamar Galih,jangan sampai ada yang tertinggal" bisik ibu Galih membuat Gina terkejut dia saja tidak pernah terpikir untuk pindah ke kamar Galih sekarang Maya dengan enak nya mengambil posisi Olin.
Maya tersenyum manis mendengar kalau dia dan Galih akan tinggal satu kamar.
__ADS_1