
"Sat kenapa nomor ku kamu blok,bukan nya kita sekarang sedang menjalin kerjasama,apa kamu mau kerjasama ini di batalkan begitu saja?" tanya Dania kesal, pagi-pagi sekali Dania mendatangi kantor Satria ingin meminta klarifikasi dari lelaki tampan ini.
"Kerjasama dengan perusahaan bukan dengan saya kan?" tanya balik Satria.
"Kamu anak dari pemilik perusahaan ini jadi ya saya berurusan dengan kamu Sat" tunjuk Dania
"Maaf Dania,jika harus berurusan di luar jam kantor saya tidak bisa karena saya punya istri,saya lebih mementingkan waktu bersama istri saya dari pada pekerjaan lain!" tekan Satria membuat Dania terkejut dia pikir Satria masih bujangan karena tidak ada kabar pernikahan Satria di telinga nya apa memang dia tidak di undang saat Satria menikah?.
"Tapi kan kita masih bisa komunikasi, bagaimana jika saya membutuhkan informasi dari kamu?"
"Kamu bisa langsung tanyakan pada sekretaris saya yang sedang duduk di depan ruangan sana" tunjuk Satria pada Olin yang sedang asik mengerjakan pekerjaan nya.
"Tapi dia tidak akan tau semua tentang kamu Sat, bagaimana jika saya butuh informasi nya malam?"alasan Dania lagi
"Coba kamu tanyakan dulu,dia tau semua diri ku luar dalam"jawab Satria membuat Dania menghentak kan kaki nya kesal,ini tidak adil menurut Dania kenapa sang sekretaris bisa mengetahui semua nya sedangkan dia rekan kerja tidak boleh mengetahui nya.
"Hey kamu,jika saya ingin tau tentang Satria pagi, siang,sore dan malam apa kamu bisa memberikan informasi nya?" tanya Dania ketus dan diangguki Olin
__ADS_1
"Informasi apapun bisa saya berikan"
"Keseharian Satria?"
"Bisa" jawab Olin cepat
"Kebiasaan Satria?"
"Bisa"
"Jika malam hari"
"Apa kamu tidak pulang, hingga bisa tau informasi semua nya?" tanya Dania lagi
"Saya berada dalam satu rumah yang sama dengan Satria"
"Maksud kamu?" tanya Dania tidak mengerti
__ADS_1
"Saya istri sah nya jadi tau apa saja yang dia lakukan pagi,siang,sore dan malam karena kami tidak pernah berpisah" tegas Olin membuat Dania lebih terkejut lagi.
Hari ini Dania benar-benar di buat terkejut dengan pengakuan Olin dan Satria pupus sudah harapan nya mendekati Satria karena selalu ada Olin di sebelah lelaki tampan itu,Olin memang tidak mengizinkan siapapun perempuan mendekati suaminya ini, Satria pun begitu tidak memberi kan celah untuk Perempuan lain.
****
"Aku belum bicara kan pada Olin pa,kami masih menikmati waktu berdua sambil bekerja, jika telat-telat sedikit harap di maklumi pengantin baru" ujar Satria pada papa nya.
"Apa lagi sekarang kondisi mama Olin sedang kurang sehat pa,jadi Olin pasti kepikiran"
"Papa bagaimana kalian saja,tapi lapor dulu pada mama mu beliau yang sangat menginginkan kalian bulan madu biar dapat cucu"
"Iya aku tau itu tapi jika membahas anak kami tidak akan menunda pa sedapat nya saja"
"Papa mengerti itu Sat, apalagi kamu sudah menyukai Olin dari lama sudah pasti menginginkan waktu berdua lebih banyak lagi"
"Ya pa,Olin pun juga demikian karena dari pernikahan sebelumnya Olin merasa waktu nya habis untuk kerja dan kerja jadi sekarang dia menginginkan berdua dulu" jelas Satria lagi
__ADS_1
Satria memang tidak ingin memaksa kan apapun pada Olin, Satria juga ingin Olin bahagia bersama nya.