Ketika Pembantu Jadi Madu

Ketika Pembantu Jadi Madu
Cemburu


__ADS_3

Olin sedang memilih bahan masakan tiba-tiba ada yang menegurnya.


"Olin"


"Ya" sahut nya pelan melihat pada pemilik suara ternyata mantan atasan Galih dulu.


"Belanja?" tanya nya sambil melihat Olin dari atas sampai bawah,Olin memang sekarang jauh terlihat lebih cantik, apalagi dia mengenakan dress bermotif bunga terlihat sangat menarik di mata lelaki.


"Iya pak"Jawab Olin tersenyum kecil


"Dengan Galih?" tanya nya lagi


"Tidak pak,saya dan Mas Galih sudah lama berpisah" jawab Olin tegas agar tidak ada yang menanyakan Galih lagi pada nya.


"O.....bagus itu Lin, lelaki seperti dia tidak perlu di pertahankan lagi lebih baik cari yang lain masih banyak yang lebih tampan dan mapan dari pada Galih" ujar nya tersenyum kecil menatap Olin


Olin hanya mengangguk kecil tak ingin lagi meladeni sang mantan bos Galih tapi dia terus berusaha mencairkan suasana.


"Kalau butuh apa-apa bisa hubungi saya Lin,atau kamu butuh pekerjaan bisa kerja di kantor saya"tawar nya


"Maaf istri saya tidak butuh pekerjaan" jawab Satria yang baru datang,tadi dia mencari kopi kesukaan nya,baru saja sebentar dia meninggal kan sang istri sudah ada lelaki yang menawarkan pekerjaan pada Olin.


"Jadi kamu-"

__ADS_1


"Ya ,Olin sudah menikah dan saya suaminya" tegas Satria lagi membuat lelaki itu segera pamit pergi.


Di perjalanan pulang Satria hanya diam saja membuat Olin sedikit takut, biasanya lelaki tampan ini sangat bawel tapi sekarang justru diam.


"Beb kamu kenapa?" tanya Olin tapi Satria hanya menggeleng pelan


Olin menghela nafas panjang apa yang sedang di pikirkan suaminya ini.


Sesampainya di rumah Satria segera menarik tangan Olin masuk ke dalam rumah.


"Bi tolong bawa semua belanja di dalam mobil saya ya" perintah Satria


"Beb, pelan-pelan" ucap Olin yang merasa ditarik Satria sedikit kasar.


Semakin lama ciuman Satria semakin menuntut hingga Olin pun membalas nya, lidah mereka saling menyesap.


"Aku tidak suka kamu bicara begitu akrab dengan orang lain sayang" ujar Satria sambil meremas p*y*d*r* Olin.


"Kamu cemburu?" tanya Olin


"Iya aku cemburu" jawab Satria tegas dia tidak mau munafik karena memang dia cemburu.


"Aku tidak suka apa yang sudah menjadi milik ku di tatap orang lain"Lanjut Satria lagi membuat Olin sedikit tersenyum kecil dia suka suaminya jujur dengan perasaan nya.

__ADS_1


Satria mencium Olin lagi bahkan kali ini sedikit liar, lidah nya menyapu leher Olin dan tangan nya berpindah ke area bawah membuat Olin mendesah.


Olin mengadah kan kepalanya keatas,mata nya terpejam sambil menggigit bibir bawahnya.


"Oh ****, ini sangat nikmat beb" gumam Olin pelan.


Tangan Satria makin hari makin lincah memainkan semua yang ada pada tubuh sang istri.


"Aku tidak akan biarkan lelaki mana pun menatap kamu sayang, semua ini milik ku,aku yang berhak baby"


Satria menuntun sang istri ke arah ranjang,tak butuh waktu lama kedua suami istri itu sudah bersatu.


"Sayang aku ingin kamu yang di atas" bisik Satria menghentikan kegiatannya, awalnya Olin malu tapi Satria menuntun nya perlahan.


"Bergerak lah sesuai insting mu sayang"


"Bagaimana?" tanya Olin


"Terserah kamu mau bagaimana aku hanya ingin menikmati di bawah" jawab Satria.


Olin bergoyang pelan sesuai naluri nya hingga membuat Satria keenakan di bawah sana.


Satria di buat tak berdaya melihat wajah cantik sang istri yang terus bergoyang,jerit kedua nya menjadi irama merdu.

__ADS_1


__ADS_2