
Olin pulang ke rumah mama nya dengan perasaan campur aduk.
"Lin kamu jadi pulang?" tanya mama nya
"Jadi ma,oh ya malam ini aku akan pergi bersama Satria jika dia menjemput ku tolong mama panggil ya" pesan Olin
"Lin, selesai kan dulu masalah kamu jangan malah jadi bumerang untuk diri kamu nak"nasehat mama nya
"Mama hanya mengingatkan,seorang mama tidak ingin anak nya dalam masalah Lin, selesai kan dulu baru kamu bisa bermain hati"
"Ma aku dan Satria tidak ada hubungan apa-apa"tepis Olin berbohong
"Lin,mama ini mama nya kamu,mama tau siapa kamu Lin! Mama yang melahirkan kamu nak,mama bisa lihat pandangan kamu pada Satria begitu juga Satria, hidup mama sudah terlalu lama Lin,jadi jangan berbohong"
"Ma" rengek Olin memeluk sang mama,dia belum bisa jujur tentang perasaan nya pada Satria karena hidup nya terlalu rumit saat ini dia takut justru mama nya jadi kepikiran.
****
Satria sudah berpakaian rapi dia siap menjemput Olin di rumah mama nya.
Lelaki tampan ini memperhatikan wajah nya di kaca,merasa sempurna Satria mengangguk puas.
Dia mengambil kunci mobil dan bersiul kesenangan karena malam ini dia akan ngedate dengan Olin meskipun karena acara pembukaan Resto sahabat mama nya tapi Satria bisa mengenalkan Olin pada teman-teman mama nya nanti.
Olin pun demikian dia berdandan rapi dengan mengenakan dress berwarna merah muda dengan sepatu high heels nya Olin tampil elegan, Lipstik merah yang di kenakan membuat Olin sangat cantik, tampilan nya terlihat berkelas malam ini.
__ADS_1
Gaun merah ini Olin beli dulu saat Galih di angkat menjadi menager di perusahaan nya dan kini Olin kenakan untuk acara bersama Satria bukan bermaksud mengingat kenangan tapi justru Olin ingin menetralkan hati nya kalau tidak ada tempat lagi untuk Galih lagi pula hanya beberapa dress dan baju penting yang di bawa Olin kerumah mama nya selebihnya dia tinggal kan di rumah Galih.
Satria mematikan mesin mobil nya dan membuka pintu untuk Olin, Satria tak berkedip memandang sang kekasih yang sangat cantik.
"Cantik!" puji Satria membuat Olin memukul lengan sang kekasih
"Awww....sakit sayang" rengek Satria manja
"Jangan berlebihan ayo jalan" ajak Olin
"Kamu awet muda ya sayang,dari dulu begini-begini saja" puji Satria lagi membuat Olin tertunduk malu, mungkin karena efek Olin belum pernah melahirkan jadi tubuh nya terlihat kencang.
Di sepanjang perjalanan Satria terus menggenggam tangan Olin dan sesekali mencium nya.
Satria benar-benar mabuk kepayang di buat perempuan yang akan bergelar janda ini.
"Aku mana bisa Fokus kalau bidadari ada di sebelah ku"
"Mulai deh! yang bener dong nyetir nya"
Saat sampai Satria segera meminta petugas parkir untuk memarkir kan mobil nya dia turun dengan menggandeng tangan Olin, sebenarnya Olin merasa tidak PD apalagi status nya sekarang masih menjadi istri orang tapi mau bagaimana lagi dia sudah terlanjur memberikan Satria kesempatan jadi dia harus terima konsekuensi nya.
"Ma" panggil Satria melihat sang mama dan papa yang sedang asik mengobrol dengan rekan nya.
"Satria"gumam mama nya tersenyum manis
__ADS_1
"Mama kira kamu nggak jadi datang loh Sat,hey sama Olin,apa kabar sayang? Sehat?" sapa mama Rahmi sambil mencium pipi kiri kanan Olin, mereka memang akur karena Mama Rahmi sendiri tau kalau Olin sahabat putra nya.
"Alhamdulillah sehat ma" jawab Olin lembut
"Sat ini kenal kan Audy anak om Heru, yang pernah papa ceritain sama kamu dulu"potong papa nya membuat Satria menatap perempuan di hadapan nya ini.
"Audy ini loh anak om Satria yang di ceritain papa kamu" ujar papa Satria
"Audy"
"Satria"mereka saling menjabat tangan.
"Jadi sekarang Satria gabung di perusahaan anda pak Hasad?" tanya pak Heru
"Iya pak Heru,mama nya tidak mau Satria di luar negeri lagi kata nya terlalu lama di negara orang apalagi sekarang Satria usianya sudah matang sudah waktunya menikah"
"Saya suka dengan jiwa semangat kamu,masih muda sudah mau bekerja,dari pada di luar negeri lebih baik membangun bisnis di negara sendiri,ya kan Sat lebih memakmurkan rakyat Indonesia" canda Pak Heru dan di anggukki Satria
"Tapi saya sedikit ragu kalau setampan Satria ini belum ada calon nya" goda pak Heru lagi,Olin sudah gerah dengan arah pembicaraan mereka.
"Sudah pak,saya sudah ada calon nya" jawab Satria tegas dia sudah melihat gerakan tubuh Olin yang mulai bete dengan pembicaraan ini.
"Siapa Sat, Audy! Jangan Gr Sat belum tentu Audy mau, iya kan pa" jawab mama nya sambil terkekeh kecil karena tidak mungkin Olin, mereka tau Olin sudah menikah.
"Iya....dulu saja papa minta ketemu kamu sibuk terus sekarang baru satu kali bertemu sudah langsung aja, cantik kan Audy nya" sahut sang papa
__ADS_1
"Iya cantik tapi lebih cantik calon istri ku pa Olin" jawab Satria membuat Mama Rahmi kaget.
"Sat jangan bercanda" tegas sang mama