Ketika Pembantu Jadi Madu

Ketika Pembantu Jadi Madu
Kesayangan mertua


__ADS_3

"Mama" pekik Olin melihat sang mertua datang ke rumah nya.


Olin berlari kearah mertua nya dan menyalami punggung tangan tangan sang mertua lalu mencium pipi kiri dan kanan, terlihat sekali kasih sayang mama Satria pada Olin.


"Kenapa nggak bilang kalau mau ke sini ma?" tanya Satria


Mereka baru saja pulang dari kantor di kejutkan dengan kehadiran sang mama yang sedang meminum teh di teras rumah.


"Apa mama harus izin dulu mau main ke rumah anak sendiri?"


"Bukan nya gitu ma, kalau tau mama kesini tadi kan aku bisa mampir dulu beli cemilan, soalnya di rumah jarang ada cemilan ma,Olin nggak suka makanan ringan palingan cuma buah" jelas Satria


"Iya ma,kenapa nggak bilang"Ujar Olin


"Habis nya nunggu kalian yang datang nggak sempet-sempet jadi mama aja yang ke sini"Sindir sang mama membuat Olin tersenyum malu.


"Pekerjaan lagi banyak-banyak nya ma jadi belum ada waktu"sahut Satria


"Kenapa di luar ma,ayo masuk hari udah mau gelap" ajak Olin menggandeng tangan sang mertua.


"Mama sedang menikmati suasana sore Lin,adem juga rumah kalian,jujur ini pertama mama kesini loh Lin, awalnya mama nggak suka Satria beli rumah mama pikir mubazir karena rumah mama saja besar tidak ada yang tempati tapi ternyata bocah nakal ini punya misi lain" tunjuk mamanya pada Satria membuat Satria menyengir kuda, ternyata mama nya bisa menebak misi Satria tinggal bersebelahan dengan Olin.

__ADS_1


"Maaf ya ma nggak ada cemilan" ujar Olin


"Tadi maa sudah mampir beli lapis Surabaya,tuh ada di belakang"


"Kok jadi mama yang repot-repot bawain cemilan" ucap Olin tidak enak hati


"Nggak masalah sayang,mama tau kamu bekerja" sahut sang mertua


"Yang mana rumah mantan suami kamu Lin?" tanya Mama Rahmi penasaran


"Sebelah ma" jawab Olin santai,dia memang sudah bercerita semua tentang kehidupan nya pada sang mertua dan Alhamdulillah mertua nya bisa menerima masa lalu Olin karena dia juga sudah menyayangi Olin sebelum mereka menikah.


"Jadi masih sering lihat-lihatan"canda Mama Rahmi dia sengaja ingin memanasi Satria


Satria menggeleng kan kepala nya melihat jawaban jujur Olin dia pikir Olin setelah menikah akan tertutup soal rumah tangga nya tapi ternyata tidak Olin tetap menjadi perempuan bawel seperti dulu,dia tidak berubah sama sekali pada mama Rahmi.


"Semoga cepat jadi ya Lin bibit nya Satria,mama sudah nggak sabar buat gendong cucu, pasti cantik kaya kamu"


"Iya ma,do'a kan ya ma"ujar Olin,Olin sendiri berharap segera memiliki anak agar rumah tangga mereka lengkap.


Memiliki mertua yang baik d suami penyayang merupakan hal terindah untuk kehidupan Olin.

__ADS_1


Setelah makan malam sang mertua pulang,mama nya memang sengaja mampir untuk melihat keadaan rumah Satria dan Olin.


"Sayang tadi aku dapat telpon kata nya sudah ada satpam yang cocok untuk jaga rumah kita"


"Kapan dia datang?" tanya Olin


"Kemungkinan besok,jadi kamu nggak perlu takut lagi kalau di rumah dengan bibi"


"Memang nya kamu mau kemana?" tanya Olin menyipitkan matanya menatap sang suami


"Ya nggak kemana-mana sayang,cuma kalau aku sedang keluar kamu aman dari gangguan nenek sihir sebelah"jawab Satria terkekeh kecil


"Ntar denger loh beb,kamu malah di sihir nya"ucap Olin dengan mode serius membuat Satria gemas.


"Sayang tidur yuk" ajak Satria menarik Olin kearah kamar mereka


"Aku masih mau nonton Drakor beb,kamu duluan aja"


"Mana bisa sayang,aku mau unyel-unyel ini" rengek Satria sambil meremas satu p*y*d*r* Olin membuat Olin mendesah.


"Aku sudah lama nggak nonton Drakor beb,kamu duluan aja ya nanti aku nyusul" ujar Olin lagi membuat Satria merengut manja.

__ADS_1


Olin yang sedang serius menonton drakor kesukaan nya di ganggu oleh kehadiran Satria yang berbaring di paha nya, rupanya lelaki tampan itu tidak bisa tertidur tanpa sang istri di sebelah nya.


Satria memasukan kepalanya di dalam kaos dalam Olin membuat Olin kegelian karena dia langsung melahap benda yang tergantung itu,jika malam hari Olin memang tidak pernah mengenakan bra karena selain untuk kesehatan Satria melarang nya.


__ADS_2