
"Aku nggak mau ya mas kalau begini terus aku bakalan bilang sama ibu kamu kalau aku istri kamu juga dan harus di perlukan seperti menantu bukan babu yang kerjanya di suruh-suruh sama si Gembrot dan ibu jamu itu" ujar Gina
"Gin,aku mohon sabar dulu ya aku sedang dalam masalah,Olin pergi dan ini akan memperburuk keuangan ku Gin,kamu tau sendiri kan aku tidak bekerja lagi"
"Mas aku ini istri kamu bukan pembantu ibu mu memperlakukan ku seperti pembantu membuat aku tidak betah jika dia berlama-lama di sini"
"Gin,ibu tau nya begitu jadi kamu sabar dulu aku sedang berusaha menyelesaikan satu persatu masalah ku agar Olin mau menerima kamu sebagai madu nya dan kita bisa aman lagi"bujuk Galih
"Lalu si Maya itu bagaimana? Aku tidak mau ya mas kamu menikah dengan nya juga! Sudah cukup aku dan Olin saja.
"Tidak akan tapi untuk saat ini beri aku waktu dulu Gin untuk membujuk Olin,kamu juga jangan marah-marah agar aku bisa berpikir jernih dan masalah kita cepat selesai" ujar Galih lagi dan di anggukki Gina.
****
Buliran jatuh di pipi mulus Olin,ntah rencana apa yang Tuhan punya hingga dia belum di berikan kepercayaan memiliki keturunan hingga saat ini padahal Olin sudah terus berusaha.
Olin sangat mengharapkan kehadiran sang anak agar rumah tangga nya bersama Galih bisa kembali seperti dulu karena hanya kehadiran anak lah bisa mengembalikan semua nya meskipun sang mertua tidak menyukai nya tapi Olin berusaha kuat menghadapi segala tantangan ini.
__ADS_1
"Lin makan dulu" ujar sang mama membuat Olin tersadar dari lamunannya dan segera menghapus air mata nya agar sang mama tidak melihat nya.
"Iya ma sebentar lagi aku keluar" sahut Olin
"Dek beneran si Satria itu belum ada pacar" tanya Naya penasaran saat Olin sudah di meja makan.
"Nggak tau mbak, emang kenapa mbak naksir?"
"Sembarang! mau di taruh di mana mas mu, lagian Mbak cinta nya cuma sama mas mu nggak ada laki-laki lain"tegas Naya
"Terus kenapa kepo gitu?"
"Bukan nggak ada yang mau tapi mungkin belum menemukan yang cocok" potong mama Yati
"Mencari yang cocok itu sulit Nay kalau cuma asal nikah banyak,tapi yang klop dan bisa menyatu itu sulit apalagi rumah tangga bukan untuk mainan kalau bisa di pertahankan sampai maut memisahkan" lanjut mama Yati lagi membuat Olin terdiam,Olin berpikir dia dan Galih juga banyak sekali ketidak cocokan mulai dari prinsip dan gaya hidup,Galih lebih suka hura-hura tidak jelas sedang kan Olin lebih suka menabung apakah mereka akan bertahan hingga maut memisahkan sedangkan sekarang saja sang mertua sudah meminta Galih poligami kalau tidak menceraikan nya.
"Gimana kalau kita kenalin sama Ratu aja Ma" usul Naya
__ADS_1
"Ratu siapa?"
"Itu anak bude Kasih sepupu papa yang pernah datang kesini dulu ma, orang nya cantik"
"Ratu yang putih tinggi itu mbak?" tanya Dani
"Iya Dan yang satu kampus sama kamu itu tapi kalian beda jurusan kan!"
"Wah dia Ratu juga di kampus itu mbak tapi terkenal Matre" jelas Dani sambil menutup mulut nya keceplosan karena Ratu adalah keluarga dari papa Naya.
"Nggak usah deh mbak, Satria nggak suka perempuan manja,si Ratu itu kalau aku lihat lebih ke kanak-kanakan apalagi dia matre, Satria bakalan ilfil "jawab Olin cepat
"Sama Si Manda aja mbak anak Bude Lis adik papa kan lumayan tu Manda bisa dapat konglomerat tajir melintir kalau Manda jadi istri mas Satria kan aku juga kecipratan kaya" usul Dani sambil tertawa kecil
"Kenapa juga sama Manda, nggak-nggak! si Manda judes nggak usah deh,lagian kenapa kalian ngotot buat jodohin Satria sih orang dia nyaman-nyaman aja kok jadi jomblo" ucap Olin tidak suka
"Kenapa jadi kamu yang sewot Lin, Orang Satria aja santai kok"
__ADS_1
"Siapa bilang dia santai mbak,dia juga nggak suka kalau di jodohkan,kalau nggak percaya mbak tanya aja orang nya sendiri"
"Tunggu Satria ke sini mbak tanya deh siapa tau dia mau sama Ratu atau nggak Manda setidaknya kita punya keluarga yang kaya raya meskipun cuma dapat nama" ujar Naya sambil tersenyum kecil sedangkan Olin terlihat cemberut.