
Hampir satu mobil barang-barang yang datang ke rumah Satria dan Olin membuat Olin panik karena harus di tempat kan di mana.
"Beb,ini barang kamu yang pesan?" tanya Olin melalui sambungan telepon
"Iya sayang,kenapa? Kurang?"
"Kurang apa nya,mau buka toko baby kamu sampai sebanyak ini,mau di taruh di mana beb,kamar kita nggak akan muat"oceh Olin
"Minta bibi taruh di kamar tamu dulu sayang"
"Kok sebanyak ini beb,mana kita belum buat kamar bayi lagi"
"Aku udah minta arsitek buat benahin kamar buat si kembar sayang,kamu tenang aja besok mereka datang"
"Kok mendadak beb, nggak kasih tau aku dulu"
"Kalau di kasih tau kamu banyak nolak nya sayang, nurut aja semua nya aku yang urus" jawab Satria lagi membuat olin menghela nafas berat, suaminya terlalu berlebihan.
Pukul lima sore Satria pulang dan mencari keberadaan sang istri.
"Sayang"panggil Satria lembut,Olin yang baru selesai mandi mengusap rambut nya dengan handuk.
"Udah pulang beb?" tanya Olin
__ADS_1
Satria mendekati sang istri dan memeluk nya dari belakang,dia mencium pipi Olin beberapa kali dan terlihat menikmati aroma sampo sang istri yang menenangkan.
"Capek?" tanya Olin
"Hmmmm"
"Mau aku siapkan air hangat" tawar Olin
"Nggak mau nya begini dulu " jawab Satria tanpa mau melepaskan pelukannya
Satria mengusap lembut perut Olin dari belakang terlihat sangat menggemaskan dengan perut buncit dan pipi chubby.
"Gemes deh"
"Aku gendut ya beb?" tanya Olin sedikit cemberut melihat postur tubuh nya di kaca
"Beb,kalau tubuh ku melar kamu masih mau sama aku?"
"Hahaha...... memang nya kalau sudah melahirkan terus melar aku bakalan ninggalin kamu gitu! Ngawur kamu sayang,kamu itu perempuan satu-satunya yang sangat aku cintai setelah mama"
"Berarti bukan satu-satunya dong" protes Olin
"Tapi kan kamu saingan nya sama mama bukan perempuan lain"
__ADS_1
"Tetap aja kan saingan"
"Tapi mama kan sayang sama kamu sayang"
"Iya sih beb,aku bersyukur bisa punya Mertua seperti beliau yang sangat mengerti, awalnya aku sempat takut dia nggak merestui kita secara aku janda kamu perjaka, meskipun aku nggak tau perjaka ting-ting atau nggak" sindir Olin
"Enak aja,masih ori sayang, nggak pernah cari sangkar yang aneh-aneh meskipun pernah kuliah di luar negeri tapi nggak terpengaruh dengan dunia di sana"
"Iya deh percaya"
"Sayang,aku nggak pernah denger kamu bilang cinta sama aku"
"Emang harus?" tanya Olin menatap sang suami sambil memasang daster nya,ya hanya daster baju yang nyaman dia pakai saat ini.
"Harus lah,biar mempererat hubungan kita harus ada kata I Love you tiap hari nya"
"Lebay,kita bukan pasangan Abge"
"Tapi aku mau begitu sayang" rengek Satria
"Ya udah I love you"ujar Olin tersenyum manis menatap sang suami membuat Satria bertambah gemas dan ******* bibir Olin.
"Beb,mandi dulu, banyak kuman nya loh,nggak baik buat ibu Hamil"
__ADS_1
"Oh iya,maaf sayang,habisnya kalau ngelihatin kamu bawaan nya pengen nerkam terus"canda Satria sambil meremas bokong Olin lalu berjalan menuju kamar mandi.
Olin menggeleng kecil melihat kelakuan sang suami tapi Olin menyukai semua perlakuan Satria yang selalu mendambakan dirinya,Olin takut karena sang suami lelaki tampan mapan Sudah pasti banyak pelakor di luar sana yang mengincar nya.