Ketika Pembantu Jadi Madu

Ketika Pembantu Jadi Madu
Keamanan


__ADS_3

"Olin!"Gumam Galih menatap Olin tanpa berkedip.


"May,apa aku salah lihat orang?" tanya Galih lagi


"Tidak, itu memang Olin" jawab Maya


"Bagaimana bisa Olin di rumah Satria,apa mereka menjalin hubungan?"


"Mana aku tau mas aku juga baru lihat" jawab Maya ketus,dia tidak suka isi kepala Galih hanya Gina dan Olin sedangkan dia juga istri Galih.


"Mau masuk nggak nih? tanya Maya yang melihat Galih hanya bengong di jalan


"Iya kan kamu yang dorong kursi roda aku May"


"Oh iya" jawab Maya lupa langsung mendorong kursi roda Galih masuk kedalam.


Galih masih memikirkan bagaimana bisa Olin berada di rumah Satria,apa mereka memang pacaran atau ada hubungan lain karena Galih tidak mendengar kabar pernikahan Olin.


****


"Sayang kamu beneran nggak papa tinggal bersebelahan dengan Galih? Kalau kamu nggak suka kita beli rumah di tempat lain saja sayang,aku tidak mau kalau kamu justru sakit hati melihat nya" ujar Satria lembut

__ADS_1


"Nggak papa beb,aku nggak masalah, mubazir uang nya kalau harus beli rumah lagi,rasa benci ku lebih besar dari pada rasa-rasa yang lain pada lelaki bajingan itu jadi tidak masalah, justru aku suka melihat reaksi nya saat tau aku menjadi tetangga nya"jawab Olin membuat Satria tersenyum kecil.


"Aku harus menyewa satpam untuk keamanan rumah kita" ucap Satria karena selama ini memang dia sendiri yang tinggal di rumah besar itu.


"Memang nya kompleks itu tidak aman beb? Selama aku tinggal di sana aman-aman saja"


"Bukan komplek nya yang tidak aman sayang tapi tetangga kita yang terlalu menyeramkan bisa saja dia berbuat nekad pada kamu jadi sedia payung sebelum hujan" jelas Satria membuat Olin mengangguk kecil,benar yang di katakan suaminya ini sebelum Galih mengganggu rumah tangga nya lebih baik ada keamanan.


"Mau belanja di mana?"


"Terserah kamu Mall dekat ujung jalan sana juga boleh" jawab Olin menunjuk ke ujung jalan.


Satria langsung mengarahkan mobil nya kesana, sepasang suami istri ini terlihat sangat romantis, Satria membuka pintu mobil untuk Olin hal yang belum pernah Olin rasakan sama sekali dari Galih.


Satria menggenggam tangan sang istri dengan senyuman di wajahnya dia sangat bahagia bisa menikahi Olin.


****


"Ibu tau nggak siapa tetangga sebelah kita?" tanya Maya berbisik kecil pada sang mertua


"Tidak! Kamu tau sendiri kan kalau ibu nggak pernah keluar rumah kalau nggak sama kamu"

__ADS_1


"Olin bu,dia tinggal di sebelah"


"Ha, yang benar kamu" pekik Ibu Galih kaget


"Stttt.... pelan-pelan bu nanti dengar mas Galih,iya aku dan mas Galih lihat sendiri dia keluar dari rumah sebelah"


"Galih juga tau?" tanya nya di jawab anggukan oleh Maya


"Kok bisa May?"


"Aku juga nggak tau bu, awalnya aku juga heran, kumpul kebo kali"


"Kumpul kebo gimana?"tanya Gina yang ikut nimbrung


"Bukan urusan kamu Gin" ketus ibu Galih


"Aku kan juga pengen tau bu karna setahuku yang punya rumah sebelah kan laki-laki bu kabar nya bos nya Olin dulu,apa mungkin mereka sudah menjalin hubungan sebelum bercerai dari mas Galih ya bu?"Tuduh Gina


"Bisa jadi Gin! mungkin itu Olin semangat sekali bekerja pergi pagi pulang malam ternyata dia selingkuh dari Galih,awas saja kamu Lin" kesal ibu Galih mengepalkan tangannya,dia tidak terima kalau anak nya di selingkuhi tanpa dia menyadari kesalahan anak nya sendiri yang memiliki dua istri sesudah Olin.


"Iya bu, perempuan ganjen kaya Olin harus di kasih pelajaran sih biar dia sadar diri" sahut Gina yang juga tidak terima jika Olin berpacaran dengan lelaki incaran nya.

__ADS_1


Maya,Gina dan Ibu Galih sedang mencari solusi untuk permasalahan ini,dia ingin Olin malu dan tidak mau datang lagi ke kompleks itu.


"Benar-benar harus di beri pelajaran nggak tau malu" ketus ibu Galih.


__ADS_2