Ketika Pembantu Jadi Madu

Ketika Pembantu Jadi Madu
tidur sekamar


__ADS_3

Olin menghentikan langkahnya dan memegang kening Satria membuat Satria bingung.


"Loe sakit?" tanya Olin dan di jawab gelengan oleh Satria.


"Kok loe ngomong ngawur gitu"


Satria menghela nafas panjang kenapa justru Olin mengira dia sakit padahal dia benar-benar ingin menikahi Olin.


"Gue serius Lin!" tegas Satria


"Hahahaha....ngaco loe,gue istri orang" jawab Olin terus berjalan lagi.


"Lin,gue serius! gue cinta sama loe" pekik Satria membuat Olin berlari meninggalkan Satria,dia juga mencintai Satria tapi dia bingung dengan status nya, Satria berhak mendapatkan gadis bukan dia perempuan mandul.


Saat berlari kaki Olin menabrak sesuatu hingga jatuh.


"Awwww..."ringis Olin kesakitan

__ADS_1


"Olin" pekik Satria lagi mengejar Olin


"Awww......" ringis Olin lagi melihat lutut nya yang terkena cangkang kerang dan terluka, Satria melihat ada darah yang mengalir di lutut Olin meskipun tidak banyak dia tetap khawatir.


Satria segera menggendong tubuh Olin dengan gugup Olin mengalungkan tangannya di leher Satria,kepala nya dia sembunyikan di dada lelaki tampan ini.


"Sebentar ya" ujar Satria pada Olin saat mereka sampai di kamar hotel.


Satria meminta kotak P3K pada pelayan hotel dia ingin membersihkan luka Olin.


Sebenarnya jika di siram air sedikit saja sudah bersih karena luka nya tidak terlalu parah tapi kekhawatiran Satria yang berlebihan dia takut infeksi dan Olin kenapa-kenapa.


"Sudah" ujar Satria membuat Olin tersadar dan mengalihkan pandangannya.


"Te-rimakasih" jawab Olin gugup


"Lain kali kalau mau main lari-larian pasti kan dulu tempat nya aman"

__ADS_1


"Siapa juga yang mau lari-larian"jawab Olin malu


"Loe mau kaya' di film India?"


"Ngaco loe,gue cuma sedang-"


"Sedang apa? Malu!" tebak Satria


"Nggak! Kenapa harus malu,gue nggak buat kesalahan apapun, sudah sana gue ngantuk" elak Olin membuat Satria gemas


"Gue mau jaga elu aja di sini" jawab Satria ikut berbaring di ranjang sebelah Olin


"Sat,elu punya kamar sendiri kenapa malah di sini,ntar di lihat orang! Gue Uda gede nggak perlu di jaga"


"Siapa yang lihat, nggak akan ada yang lihat kalau loe nggak teriak dan kasih tau orang kalau gue di sini,lagian ini hotel Lin, nggak akan ada yang peduli "jawab Satria santai dia sudah berbaring cantik di ranjang Olin.


Olin menghela nafas panjang ucapan nya dengan hatinya berbeda saat ini,hati nya bahagia Satria berada satu kamar dengan nya tapi di sisi lain Olin juga takut kalau ada yang mengetahui dia sekamar dengan Satria karena status nya masih istri sah Galih.

__ADS_1


"Sudah tidur sini nggak usah banyak berpikir ntar malah loe sakit,gue cuma jagain loe aja nggak akan macam-macam" ujar Satria menarik Olin dalam pelukan nya.


Jantung Olin berdebar kencang dia satu ranjang dengan lelaki yang dia cintai andai saja waktu bisa di putar dia ingin menikah dengan Satria tapi sekarang sudah berbeda dia istri Galih dan perempuan mandul ini yang membuat Olin takut,takut jika Satria akan kecewa pada nya nanti.


__ADS_2