
Dari tadi ibu Galih hanya menangis memikirkan nasib anak nya yang masih di tangani dokter di dalam sana.
"Bu,sabar kita tunggu saja ya, semoga mas Galih tidak kenapa-kenapa ya bu" ucap Maya mengusap lembut punggung sang mertua yang sedang menangis.
"Bagaimana ini May,ibu takut jika terjadi sesuatu pada Galih ibu hanya punya Galih dan Jihan May"
"Jika terjadi sesuatu ini juga karena ibu,ibu yang membuat mas Galih jadi seperti ini" pekik Gina membuat Maya kaget kenapa Gina berani marah pada Mertua nya.
"Apa-apaan kamu Gina,berani nya marah pada Mertua saya" ujar Maya tidak terima
"Kamu yang apa-apaan, kalian yang salah memberikan tekanan hidup pada mas Galih, sebelum kehadiran kalian kami baik-baik saja meski pun ada Olin di antara kami rumah tangga kami bahagia" jawab Gina membuat masa semakin bingung
"Apa maksud mu?" tanya Maya tidak mengerti
"Gina! kamu gila" marah ibu Galih dia takut Gina membongkar semua nya pada Maya dan saat ini bukan waktu yang tepat.
"Ibu yang Gila,kalian datang di saat kami sedang bahagia, kamu tau Maya bukan hanya kamu istri mas Galih tapi aku,Aku juga istri mas Galih sesudah Olin"
"Plak....." satu tamparan di layangkan ibu Galih pada Gina dia kesal kenapa Gina justru membongkar semua nya.
"Bu.....apa yang di katakan perempuan ini benar bu?" tanya Maya terkejut menatap wajah sang mertua lekat.
"Tidak May, semua tidak benar, perempuan ini gila! Jangan mengada-ada kamu Gina,Maya istri Galih!"
"Seharusnya kamu cari tau dulu Maya kehidupan mas Galih baru kamu datang bukan langsung mau menikah, banyak hati yang kamu sakiti" isak Gina
__ADS_1
"Gina kamu-"
"Bu,,sudah jangan menamparnya lagi" tahan Maya
"Kesehatan mas Galih lebih penting saat ini bu nanti kita bahas setelah ini" lanjut wanita bertumbuh gempal ini.
"Keluarga pasien Galih" panggil sang suster
"Iya sus saya istri nya" jawab Gina dan Maya serentak membuat Suster tersebut bingung
"Dia istri sah anak saya dok" tunjuk ibu Galih pada Maya membuat Gina kesal lagi-lagi dia harus mengalah karena restu mungkin ini yang di rasakan Olin selama ini kesal pada ibu Galih,apa ini karma Gina pikir nya.
"Silahkan masuk dokter ingin bicara pada anda"
Maya masuk kedalam sedangkan Gina di luar dengan ibu Galih.
"Pasien mengalami patah tulang bagian kaki kanan nya dan harus segera di operasi lalu di bagian dada terjadi tekanan yang cukup kuat karena menghantam stir jadi pasien masih mengalami muntah darah" jelas sang dokter
"Lalu bagaimana dok?"
"Kemungkinan untuk sembuh akan lama tapi saat ini kita fokus pada kesadaran nya terlebih dahulu karena pasien masih koma"
"Lakukan yang terbaik dok untuk suami saya"
"Kalau begitu ibu harus tanda tangani berkas untuk operasi agar kami segera melakukan tindakan nya ya bu"
__ADS_1
"Iya dok" jawab Maya pelan,saat ini yang ada dalam pikiran Maya dia harus menemui Olin karena tabungan Galih ada pada Olin dia harus meminta nya.
****
"Ma,jika aku bercerai dari mas Galih apa Mama masih mau menerima ku sebagai anak?" tanya Olin
"Kenapa kamu bicara seperti itu Lin, orang tua mana yang tidak mau menerima anak nya meskipun anak itu bersalah" jawab Mama Yati
"Tapi Olin sudah membuat mama kecewa"
"Lin, rumah tangga itu ibadah, perceraian itu di benci Tuhan tapi di perbolehkan,jika kamu merasa ibadah kamu tidak sempurna bersama Galih ya sah-sah saja asal jangan kamu merasa Galih yang tidak sempurna hingga kamu meninggal kan nya dan berpindah ke lain hati" jelas mama nya
Olin mengisak membuat Mama nya bingung.
"Kamu kenapa nak? Cerita sama mama,dari awal kamu datang ke rumah semua nya kamu tutup-tutupi"
"Ma,mas Galih Sudah menikah lagi dan aku sudah mengajukan surat cerai di pengadilan" jawab Maya membuat mama nya terkejut
"Galih menikah lagi?"
"Iya ma dengan dua wanita sekaligus"
"Gila dia! Apa penghasilan nya sampai dia berani menikahi dua wanita lagi setelah kamu" tanya mama Olin kesal
" Dia pengangguran ma"
__ADS_1
"Pengangguran!"
Olin menceritakan semua nya pada mama nya kali ini tekad nya sudah bulat bercerai dari Galih dia tidak mau Satria yang di salah kan keluarga nya karena berpisah dari Galih.