
Waktu terus berjalan,Olin dan Satria semakin bahagia karena akan segera jadi orang tua, kehidupan rumah tangga mereka semakin harmonis meskipun ada pertengkaran kecil dan berakhir di ranjang.
Satria mengusap perut sang istri lembut sejak Olin di nyatakan hamil hampir tiap malam Satria mengusap perut sang istri sebelum tidur.
Rasanya masih belum percaya kalau Olin tengah mengandung benih nya.
****
"Sayang,mama bilang kamu harus ambil cuti ya karena sekarang sedang hamil"ucap Satria sambil mengulurkan dasi nya pada Olin, Satria ingin setiap pagi Olin merapikan penampilan nya.
"Kenapa begitu beb? aku masih bisa melakukan pekerjaan meskipun tengah hamil"
"Bukan begitu sayang,kata mama kamu harus banyak istirahat takut nya nanti malah kecapean" jelas Satria lembut lalu mencium kening sang istri setelah dasi nya terpasang rapi.
"Tapi aku tidak bisa mengawasi kamu lagi kalau sedang di kantor"Rajuk Olin
"Sayang, memang nya aku di kantor ngapain? Kerja kan! Kok pake di awasi segala"
"Ntar perempuan itu kesenangan lagi lihat kamu nggak ada bodyguard nya,dia cari kesempatan deh terus daftar jadi bodyguard kamu"
__ADS_1
"Hahaha..... kalau bodyguard nya secantik kamu nggak akan mungkin nambah bodyguard lagi sayang,cukup kamu aja apalagi langsung ada bonus dua lagi di dalam sini" ucap Satria mengelus perut Olin lembut
"Ini juga untuk kebaikan kamu sayang,mama khawatir kalau kamu lelah membawa dua cucu nya ini" lanjut Satria
"Ya udah kalau gitu nanti aku selesai kan dulu pekerjaan kemarin tapi kamu gimana beb? Siapa yang handel kerjaan kamu kalau aku nggak ada?"
"Kemarin papa bilang kalau si Ade magang di kantor sayang,biar dia aja yang jadi asisten aku sampai Dani selesai kuliah, rencana nya Dani yang mau aku ajak kerja di kantor"
"Dani! Nggak salah beb,ntar dia buat ulah lagi,tu anak kan rusuh banget"
"Aku yakin Dani bisa lah di atur,dia rusuh tapi baik dan bertanggung jawab dengan pekerjaan"
"Hari ini kamu nggak usah ke kantor sayang, besok aja ya,hari ini aku mau Meeting bareng papa mungkin pulang nya agak sore,kamu di rumah saja ya"
"Iya beb, hati-hati di jalan ya" ujar Olin sambil mencium pipi Satria lalu menyalami punggung tangan sang suami
Olin melambaikan tangan nya melihat mobil Satria keluar dari perkarangan rumah mereka tapi saat hendak melangkah masuk Olin mendengar suara ribut-ribut dari rumah Galih membuat nya kepo ingin mengetahui siapa yang tengah bertengkar.
"Melangkah kamu dari rumah ini berarti kamu bukan istri ku lagi Gin" ancam Galih
__ADS_1
"Hahaha.....kamu pikir aku takut dengan ancaman mu itu mas, berada di rumah ini juga seperti berada di neraka,aku tidak sudi lagi menjadi istri mu, lelaki pengangguran yang hanya modal burung doang" ucap Gina membuat Galih marah
"Plak...." satu tamparan di layangkan Galih membuat Olin yang meringis mendengar nya.
"Berani ya kamu mas berbuat kasar pada ku"
"Aku masih suami mu,jadi aku berhak atas dirimu Gina"
Galih berusaha menarik tangan Gina,tapi Gina menolak, terjadi tarik menarik diantara mereka membuat Olin ngilu,Olin memilih masuk kedalam rumah dari pada melihat pertengkaran mereka karena akan berbahaya untuk dirinya.
"Untung gue cepat kabur dari rumah itu" batin Olin bergedik ngeri
Gina menendang ************ Galih membuat Galih tersungkur dan mengerang kesakitan.
"Lebih cepat kamu cerein aku lebih baik mas,aku nggak mau lagi jadi istri kamu,biar si gembrot aja yang nemenin kamu" ejek Gina lalu segera pergi
"Gin.....Gina!" pekik Galih kesal.
"Gina menatap Galih sekilas lalu buru-buru naik taksi yang dia pesan.
__ADS_1
"Nggak akan mau gue balik ke dia lagi, lelaki yang tidak punya pendirian" oceh Gina, sekarang dia jadi simpanan bos nya yang cukup kaya raya membuat Gina tega meninggalkan Galih.